Jakarta -
Artis Amanda Manopo melahirkan anak pertamanya Zac, pada 6 Juni 2026. Saat ini, sang aktris tengah menikmati peran barunya sebagai seorang ibu dengan mengurus Baby Zac berbareng suaminya Kenny Austin.
Amanda mempunyai komitmen besar untuk memberikan yang terbaik bagi putranya. Salah satunya dengan memberikan ASI eksklusif hingga dua tahun.
"Saya mengusahakan dua tahun. Itu jika Tuhan mengizinkan dan dikasih kelancaran sama Tuhan (untuk mengASIhi) dua tahun," katanya, dilansir InsertLive, belum lama ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, Amanda tengah menjalani metode kombinasi untuk pemenuhan nutrisi dan mengejar kenaikan berat badan bayinya. Perempuan 26 tahun ini menggabungkan proses menyusui langsung alias direct breastfeeding (DBF) dengan memompa ASI, Bunda.
"Sekarang gabung DBF dan pompa lantaran kudu ngejar berat badan, terus biar enggak kuning," ungkap Amanda.
Untuk memaksimalkan proses mengASIhi sang putra, Amanda memutuskan untuk tak buru-buru menjalani diet. Ia tak mau membatasi asupan makan lantaran mau memenuhi kebutuhan ASI putranya.
"Enggak boleh diet ya. Enggak mengurangi asupan makan lantaran nutrisinya buat baby," ujar wanita kelahiran Jakarta ini.
Amanda mendapat support penuh dari family untuk memberikan ASI eksklusif ke Baby Zac, termasuk keputusannya untuk tidak buru-buru diet usai melahirkan.
Diet saat menyusui
Berkaca dari keputusan Amanda Manopo, keputusan untuk menjalani diet usai melahirkan memang sebaiknya tidak diambil secara terburu-buru ya, Bunda. Setiap ibu yang baru melahirkan sebenarnya tidak dilarang untuk memulai program diet. Namun, diet yang dijalani mesti tepat agar tak mengganggu kesehatan dan proses menyusui.
"Penurunan berat badan semestinya tidak menjadi prioritas utama selama beberapa minggu pertama. Seorang wanita bakal tahu kapan waktunya tepat," ungkap mahir nutrisi Jillian Kubala, MS, RD, melansir dari laman Healthline.
"Lakukan secara perlahan, tetap makan untuk mengatur hormon, menjaga kesehatan mental, dan menjaga energi," lanjutnya.
Alih-alih diet ketat, Bunda dapat mengubah kebiasaan alias menjalani pola hidup sehat untuk membantu menurunkan berat badan. Bila perlu, Bunda bisa berkonsultasi dulu dengan master sebelum menjalani program diet.
Menyusui bisa menjadi diet yang efektif
Selama diet, Bunda juga diharuskan untuk tetap menyusui Si Kecil. Faktanya, penelitian yang diterbitkan di jurnal Nutrients tahun 2019 menunjukkan bahwa menyusui dapat mendukung penurunan berat badan setelah melahirkan. Penurunan berat badan ini paling sigap terjadi dalam tiga bulan pertama setelah melahirkan.
Studi sebelumnya yang dipublikasikan di Medical Clinics of North America tahun 2016 juga menunjukkan hasil serupa. Menurut studi, wanita yang menyusui secara eksklusif condong membakar rata-rata 500 kalori tambahan setiap hari. Hal itu setara dengan mengurangi makan kecil, camilan besar, alias melakukan 45 sampai 60 menit latihan bentuk intensitas dengan sedang.
Tetapi perlu diingat ya, penurunan berat badan selama menyusui tetap bakal dipengaruhi asupan makan dan kegiatan fisik. Pemilihan makanan yang sehat dan olahraga rutin tetap diperlukan untuk membantu membakar lemak usai melahirkan.
Selain itu, Bunda perlu menghindari stres dan diet ekstrem usai melahirkan. Keduanya dapat memengaruhi produksi ASI, yang pada akhirnya bisa berakibat pada Si Kecil.
Terakhir, program diet dapat sukses jika Bunda mendapat support suami dalam proses menyusui. Penelitian menemukan bahwa ketika pasangan (seperti ayah) lebih mendukung pemberian ASI, para ibu condong untuk mulai menyusui dan melanjutkannya dalam jangka waktu lebih lama.
Menurut UNICEF, salah satu langkah terbaik yang dapat dilakukan ayah untuk mendukung pemberian ASI adalah dengan memahami sungguh pentingnya perihal tersebut. Ketika orang-orang di sekitar ibu dan bayi mengetahui tentang proses menyusui, mereka condong bakal memberikan dukungan, dorongan, dan nasihat yang paling bermanfaat.
"Memahami kenapa menyusui itu krusial adalah bagian dari persamaan (peran laki-laki dan perempuan). Agar para ayah dapat menjadi pasangan yang sepenuhnya mendukung, mereka juga kudu memahami beberapa dasar menyusui," demikian seperti dikutip dari laman UNICEF.
Demikian cerita Amanda Manopo yang memutuskan untuk memberikan ASI eksklusif ke anak pertamanya dan tidak mau terburu-buru menjalani diet usai melahirkan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·