Anting untuk Hijabers: Panduan Anti-Nyangkut dari Model hingga Cara Pakai

V&Co Jewellery oleh Waktu baca 8 menit 518x dilihat
Anting untuk Hijabers: Panduan Anti-Nyangkut dari Model hingga Cara Pakai

Bagikan Postingan

Memakai anting dengan hijab memang bisa membikin penampilan terlihat lebih manis. Namun, semuanya bisa berubah ketika ujung anting tiba-tiba tersangkut di kain. Saat hijab digeser, telinga ikut tertarik. Ketika hendak melepasnya, benang lembut malah tersangkut pada ceker batu alias pengunci. Anting yang semestinya menjadi pemanis penampilan pun bisa berubah menjadi sumber drama kecil.

Lalu, seperti apa anting untuk hijab yang nyaman? Umumnya, pilihan yang lebih praktis adalah anting dengan ukuran proporsional, tidak terlalu panjang, berprofil rendah, serta minim bagian tajam alias celah yang mudah menangkap serat kain. Selain model, Anda juga perlu mempertimbangkan letak pemakaian, bahan hijab, jenis pengunci, penggunaan peniti alias magnet, hingga langkah melepasnya.

Jadi, jangan hanya memandang tampilan anting dari bagian depan. Sisi samping dan belakangnya justru sering menjadi bagian yang paling banyak bergesekan dengan kain.

*Disclaimer: Panduan ini disusun berasas simulasi pemakaian dan karakter umum kreasi anting. Hasil pemakaian dapat berbeda menurut kreasi produk, posisi tindik, tekstur kain, langkah membentuk hijab, dan lama penggunaan. 

Skenario Styling: Sesuaikan Anting dengan Cara Memakai Hijab

Setiap hijabers mempunyai style pemakaian hijab yang berbeda. Karena itu, tidak ada satu model anting yang pasti cocok untuk semua orang. Anting mini pun bisa terasa mengganggu jika terus bersenggolan dengan kain. Sebaliknya, anting yang sedikit lebih panjang mungkin tetap nyaman jika mempunyai ruang mobilitas yang cukup.

Supaya lebih mudah menentukan pilihan, kenali dulu gimana Anda biasanya memakai anting dengan hijab.

1. Anting dikenakan di kembali hijab

anting emas rosegoldFoto: Anting GWH110 V&Co Jewellery

Jika telinga tertutup sepenuhnya, anting mungkin tidak terlihat dari luar. Dalam kondisi seperti ini, kenyamanan tentu menjadi prioritas utama.

Kamu bisa memilih giwang alias anting stud berprofil rendah yang posisinya dekat dengan cuping. Sebaiknya, hindari kreasi dengan ornamen besar, rangka yang terlalu menonjol, alias ujung ornamental yang mudah bersenggolan dengan kain saat kepala bergerak.

Bagian pengunci juga tidak kalah penting. Jika batang anting terlalu panjang alias penguncinya cukup tebal, bagian tersebut bisa menekan kain dari dalam dan membikin permukaan hijab terlihat menonjol.

2. Anting terlihat di sisi hijab

anting permata permata mewahFoto: V&Co Jewellery

Pada style hijab yang memperlihatkan cuping, anting menjadi bagian dari keseluruhan penampilan. Model stud, drop earring, alias anting pendek tetap bisa digunakan, asalkan area di sekitarnya tidak terlalu padat.

Usahakan ada sedikit ruang antara kain dan anting. Jika kain terus menyentuh bagian depan maupun pengunci, aktivitas mini saja bisa membuatnya tersangkut. Semakin panjang anting, semakin luas pula area yang berpotensi bergesekan dengan kain.

Untuk kegiatan sehari-hari, pilih panjang anting yang tidak mencapai kerah, bahu, alias lipatan hijab. Anting yang terlalu panjang lebih mudah tertarik saat Anda menoleh alias membetulkan posisi kain.

3. Aksesori anting dipasang pada kain

Anting Emas terbaruFoto: Anting Zara GWH0089 – V&Co Jewellery

Tidak semua aksesori yang terlihat seperti anting dipasang melalui tindikan. Beberapa model justru ditempelkan langsung pada hijab menggunakan peniti, klip, alias magnet.

Kalau memilih model seperti ini, sesuaikan berat aksesori dengan bahan hijab. Hiasan yang terlalu berat bisa menarik kain, mengubah corak lipatan, alias membikin salah satu sisi hijab turun. Pastikan bagian belakang peniti tertutup dengan baik dan magnet tidak menjepit kain terlalu kuat.

4. Anting untuk kegiatan formal

anting emas berlianFoto: Anting DE325 – V&Co Jewellery

Untuk kegiatan khusus, anting berornamen alias menjuntai memang bisa memberikan aksen yang menarik. Meski begitu, sebaiknya lakukan uji coba berbareng hijab dan busana yang betul-betul bakal Anda kenakan.

Coba duduk, menoleh, berjalan, dan menunduk. Perhatikan apakah ujung anting menyentuh kain, kerah, alias perincian payet pada pakaian. Sebab, penampilan yang terlihat elok saat berdiri tak bersuara belum tentu tetap nyaman setelah digunakan bergerak selama beberapa jam.

Kenali Titik Snag alias Bagian yang Mudah Tersangkut

Dari depan, anting mungkin terlihat lembut dan rapi. Namun, celah mini alias ujung tertentu bisa saja menangkap serat kain. Karena itu, periksa seluruh bagian anting sebelum memakainya.

Agar lebih praktis, gunakan daftar snag checklist berikut:

  • Apakah ujung ceker penahan batu terasa kasar?
  • Apakah ada perspektif ornamental yang terlalu tajam?
  • Apakah terdapat celah antara batu dan rangka?
  • Apakah batang anting terlalu panjang?
  • Apakah ujung pengunci menonjol alias terasa kasar?
  • Apakah ornamen gantung mudah melilit?
  • Apakah anting bergesekan langsung dengan lipatan hijab?
  • Apakah peniti berada terlalu dekat dengan anting?
  • Apakah magnet menjepit kain terlalu kuat?
  • Apakah kain tertarik ketika kepala menoleh?
  • Apakah anting tersangkut saat hijab digeser?
  • Apakah ada serat kain yang tertinggal pada rangka setelah dicoba?

Jika kain sudah terlanjur tersangkut, jangan langsung menariknya. Hentikan gerakan, lampau cari titik kait dengan support cermin. Tahan posisi anting dan lepaskan serat sedikit demi sedikit. Menarik anting dan kain ke arah berlawanan justru bisa merusak hijab sekaligus membikin cuping terasa sakit.

Uji kain pada voal, satin, dan jersey

model hijab dengan anting Ilustrasi Foto: AI Pinterest

Sebelum memakai anting seharian, ada baiknya Anda melakukan uji sederhana pada bahan hijab yang paling sering digunakan. Uji ini bukan untuk menentukan kualitas kain alias anting, melainkan untuk menemukan bagian yang berpotensi menimbulkan gesekan.

Voal

Voal umumnya ringan dengan tekstur yang cukup berstruktur. Dekatkan bagian depan, samping, dan belakang anting ke area mini kain, lampau gerakkan secara perlahan. Perhatikan apakah ujung rangka alias ceker batu menangkap serat. Hasilnya bisa berbeda pada setiap jenis voal lantaran kerapatan tenun dan teksturnya tidak selalu sama.

Satin

Satin mempunyai permukaan yang licin dan mengilap. Pada beberapa jenis satin, tarikan benang mini dapat terlihat cukup jelas. Gerakkan kain melewati anting dari beberapa arah, terutama jika anting mempunyai batu alias rangka yang menonjol. Hindari menggosoknya berulang kali. Uji ini hanya bermaksud menemukan bagian yang kasar, bukan menguji ketahanan kain secara ekstrem.

Jersey

Bahan jersey biasanya lebih elastis dan mengikuti corak kepala. Karena lentur, kain dapat masuk ke celah mini pada kreasi anting ketika tertarik.Regangkan kain secukupnya, seperti saat digunakan secara normal. Setelah itu, perhatikan apakah kain melilit ornamen alias masuk ke celah antara anting dan cuping.

*Batasan uji: Hasil dapat berbeda menurut kerapatan tenunan, elastisitas, lapisan hijab, kondisi anting, tekanan tangan, dan langkah pemakaian. Lakukan pengetesan pada bagian kain yang tidak mencolok dan hentikan jika serat mulai tertarik.

Pilih Profil Setting dan Panjang Anting yang Tepat

anting yang cocok untuk hijabIlustrasi Foto: AI Pinterest

Profil setting menunjukkan seberapa jauh batu dan rangka menonjol dari permukaan telinga. Semakin tinggi profilnya, semakin besar kemungkinan anting bergesekan dengan kain.

Untuk pemakaian di kembali hijab alias kegiatan sehari-hari, Anda bisa mempertimbangkan:

  • anting stud yang menempel dekat cuping;
  • rangka dengan tepian halus;
  • batu berukuran proporsional;
  • jumlah ceker penahan yang tidak berlebihan;
  • desain tanpa rantai alias ornamen panjang;
  • bagian belakang yang tidak terlalu tebal;
  • panjang anting yang tidak mencapai lipatan hijab alias kerah.

Namun, perlu diingat bahwa profil rendah tidak otomatis membikin anting bebas tersangkut. Detail rangka dan hasil pengerjaan tetap perlu diperiksa. Rabalah tepinya secara perlahan menggunakan ujung jari—tanpa menekan batu—untuk menemukan bagian yang terasa tajam alias kasar.

Koleksi anting stud V&Co Jewellery dapat menjadi salah satu pilihan awal lantaran bentuknya relatif ringkas dan mudah dipadukan. Sebelum menentukan pilihan, tanyakan ukuran, bobot, tinggi rangka, dan jenis pengunci setiap produk kepada staf.

Pilih Pengunci yang Aman dan Nyaman

Pengunci berada di belakang cuping dan sering bergesekan langsung dengan kain. Jenis pengunci yang kondusif belum tentu terasa nyaman bagi semua orang lantaran corak telinga, posisi tindik, dan langkah memakai hijab bisa berbeda.

Push back

Pengunci ini dipasang dengan langkah didorong ke batang anting. Penggunaannya praktis, tetapi jangan memasangnya terlalu rapat hingga menekan cuping. Setelah terpasang, periksa apakah ujung batang tetap terlalu menonjol. Batang yang panjang bisa bergesekan dengan kain alias terasa mengganjal saat hijab dikenakan.

Screw back

Jenis ini menggunakan sistem ulir sehingga dapat dipasang secara bertahap. Meskipun terasa lebih terkunci, corak dan ketebalan bagian belakangnya bisa berbeda pada setiap produk. Coba kenakan berbareng hijab untuk memastikan pengunci tidak menekan kulit alias menciptakan tonjolan yang mengganggu.

Pengunci berlapis silikon

Lapisan silikon menawarkan permukaan kontak yang berbeda dari pengunci logam biasa. Namun, kenyamanannya tetap berjuntai pada ukuran, kebersihan, dan kecocokannya dengan batang anting.

Apa pun jenis penguncinya, bersihkan anting secara rutin sesuai petunjuk perawatan. Hentikan pemakaian jika muncul gatal, kemerahan, nyeri, alias tanda iritasi.

Peniti dan magnet pada hijab

Jika menggunakan aksesori yang dipasang pada kain, periksa apakah peniti meninggalkan lubang alias menarik serat. Pastikan ujung peniti terkunci dan tidak mengarah ke kulit.

Untuk aksesori magnet, gunakan tekanan secukupnya agar kain tidak meninggalkan jejak alias terasa terlalu berat. Jauhkan magnet berukuran mini dari anak-anak. Jika menggunakan perangkat medis tertentu, sebaiknya minta pedoman dari tenaga kesehatan alias produsen perangkat sebelum mengenakan aksesori magnet.

Cara Memakai dan Melepas Anting dengan Hijab

model anting untuk hijaberIlustrasi Foto: AI Pinterest

Selain memilih model yang tepat, urutan pemakaian juga dapat membantu mengurangi gesekan antara anting, kain, dan aksesori lainnya.

Cara memakai

  1. Pastikan tangan dan anting dalam kondisi bersih.
  2. Kenakan anting sebelum membentuk hijab di sekitar telinga.
  3. Pasang pengunci secukupnya dan jangan terlalu rapat ke cuping.
  4. Kenakan dalaman hijab secara perlahan.
  5. Atur kain tanpa menarik alias menekan anting.
  6. Pasang peniti alias magnet dengan jarak yang cukup dari anting.
  7. Coba menoleh, menunduk, dan menggerakkan kepala.
  8. Lakukan snag check terakhir pada bagian depan dan belakang anting.

Cara melepas

  1. Lepaskan aksesori kepala terlebih dahulu.
  2. Buka peniti alias magnet yang berada di dekat telinga.
  3. Longgarkan hijab di sekitar anting.
  4. Pastikan tidak ada serat yang mengenai pada rangka alias pengunci.
  5. Pegang bagian depan anting agar posisinya stabil.
  6. Lepaskan pengunci secara perlahan.
  7. Simpan anting sebelum melepas hijab seluruhnya.

Jika muncul nyeri, bengkak, kemerahan, alias iritasi, segera hentikan pemakaian. Panduan ini tidak menggantikan pemeriksaan tenaga kesehatan, terutama jika keluhan menetap alias area tindik menunjukkan tanda infeksi.

Pada akhirnya, anting yang cocok untuk hijab bukan hanya anting yang terlihat elok saat difoto. Pilihan yang tepat juga semestinya membuatmu bebas bergerak dan menjalani kegiatan tanpa terus mengkhawatirkan kain yang tersangkut.

Pilih anting profil rendah dari koleksi V&Co Jewellery dan lakukan snag check pada bahan hijab yang paling sering Anda gunakan. Sebab, kilau yang paling berkesan adalah kilau yang membuatmu merasa elok sekaligus nyaman menjadi diri sendiri.

Artikel Lainnya V&Co Jewellery
↑
Close Right Ads
Close Left Ads