Apa Itu Mikroplastik? Bahaya, Jenis, dan Dampaknya bagi Lingkungan

Gramedia Official Blog oleh Waktu baca 10 menit 508x dilihat
Apa Itu Mikroplastik? Bahaya, Jenis, dan Dampaknya bagi Lingkungan

Bagikan Postingan

apa itu mikroplastik – Grameds, istilah mikroplastik mengacu pada elemen kecil plastik tak kasat mata yang kini diam-diam mengepung lingkungan sekitar kita.Bahaya sampah plastik saat ini bukan cuma soal tumpukan botol di TPA, melainkan serpihan mikro yang ikut mencemari rantai makanan.

Kehadirannya yang sangat kecil membikin pencemaran ini berisiko tinggi bagi kelangsungan ekosistem bumi. Agar lebih waspada, yuk kenali pengertian, jenis, sumber kemunculan, serta akibat mikroplastik secara komplit di bawah ini!

Apa Itu Mikroplastik?

Mikroplastik adalah elemen kecil plastik berukuran sangat kecil, umumnya berdiameter kurang dari 5 milimeter. Ukurannya bisa sangat beragam, mulai dari elemen kecil yang statis kelihatan hingga elemen kecil mikroskopis yang cuma dapat diamati menggunakan alat khusus.

Mikroplastik dapat terbentuk ketika plastik berukuran besar mengalami kerusakan akibat cahaya matahari, gesekan, panas, maupun proses pelapukan. Selain itu, ada juga mikroplastik yang berasal dari bahan maupun produk yang sejak mula menggunakan elemen kecil plastik berukuran kecil.

Karena ukurannya kecil, mikroplastik dapat terbawa angin, mengerti air, dan beragam aktivitas manusia. Partikel ini juga dapat ditemukan di lingkungan perairan, tanah, udara, serta sejumlah bahan pangan.

Jenis-Jenis Mikroplastik

Mikroplastik dapat dibedakan berdasarkan asal terbentuknya. Secara umum, ada dua jenis mikroplastik yang perlu diketahui.

  • Mikroplastik primer

Mikroplastik primer merupakan elemen kecil plastik berukuran kecil yang memang dibuat dalam ukuran tersebut maupun dilepaskan langsung sebagai elemen kecil kecil. Contohnya adalah pelet plastik sebagai bahan baku industri dan elemen kecil tertentu yang digunakan dalam produk industri maupun konsumen.

  • Mikroplastik sekunder

Mikroplastik sekunder terbentuk dari pecahan plastik berukuran lebih besar yang mengalami kerusakan. Proses ini bisa terjadi akibat paparan cahaya matahari, ombak laut, fluktuasi suhu, dan gesekan.

Contohnya adalah serpihan kantong plastik, botol minuman, dan jaring ikan yang mengalami pelapukan di lingkungan.

Dari Mana Asal Mikroplastik?

Mikroplastik dapat berasal dari beragam aktivitas sehari-hari. Tanpa disadari, penggunaan produk tertentu dan pengelolaan sampah yang kurang tepat dapat menambah jumlah elemen kecil plastik di lingkungan.

  • Sampah plastik yang terurai

Kantong plastik, botol minuman, dan bungkusan makanan yang dibuang sembarangan dapat pecah menjadi bagian-bagian kecil. Meskipun ukurannya semakin kecil, plastik tersebut nggak selalu benar-benar terurai menjadi zat alami.

  • Serat busana sintetis

Pakaian berbahan poliester, nilon, dan serat sintetis lainnya dapat melepaskan serat kecil saat dicuci maupun digunakan. Serat tersebut bisa terbawa air limbah menuju lingkungan perairan jika nggak tersaring dengan baik.

  • Ban kendaraan

Gesekan antara ban dan permukaan jalan dapat menghasilkan elemen kecil kecil yang hamil bahan plastik maupun polimer sintetis. Partikel ini bisa terbawa air hujan ke saluran drainase dan sungai.

  • Kegiatan industri

Proses produksi, pengolahan, dan pengangkutan bahan plastik dapat melepaskan elemen kecil kecil ke lingkungan jika pengelolaannya kurang baik. Pelet plastik yang tercecer juga berpotensi menjadi sumber pencemaran.

Di Mana Mikroplastik Bisa Ditemukan?

Mikroplastik dapat menghamburkan ke beragam bagiankecil lingkungan. Keberadaannya nggak terbendung di laut, tetapi juga dapat ditemukan di tempat yang dekat dengan aktivitas manusia.

  • Laut dan sungai

Partikel mikroplastik dapat terbawa mengerti air dari permukiman, industri, dan saluran drainase. Di perairan, elemen kecil ini bisa tertelan oleh organisme seperti plankton, kerang, dan ikan.

  • Tanah

Mikroplastik dapat masuk ke tanah melalui sampah plastik yang melapuk, penggunaan kompos yang terkontaminasi, serta aktivitas pertanian tertentu. Keberadaannya dapat memengaruhi kondisi tanah dan organisme yang hidup di dalamnya.

  • Udara

Serat sintetis dan elemen kecil plastik kecil dapat terlepas ke udara akibat gesekan, aktivitas manusia, dan pelapukan material. Partikel tersebut dapat terbawa angin kemudian terhirup maupun mengendap di permukaan benda.

  • Makanan dan minuman

Partikel mikroplastik telah ditemukan dalam sejumlah percontoh makanan dan minuman yang diteliti. Namun, jumlah elemen kecil yang ditemukan dapat berbeda-beda bersandar pada jenis sampel, metode pengujian, dan kondisi pengambilan sampel.

Apa Dampak Mikroplastik bagi Lingkungan?

Keberadaan mikroplastik menjadi perhatian karena elemen kecil ini dapat menghamburkan luas dan sulit dibersihkan setelah masuk ke lingkungan.

  • Mengganggu hayat organisme

Hewan air dapat menelan mikroplastik karena elemen kecil tersebut eksis di lingkungan tempat mereka mencari makan. Dalam kondisi tertentu, elemen kecil yang tertelan dapat menimbulkan gangguan jasmani maupun memengaruhi proses makan dan pencernaan.

  • Mencemari rantai makanan

Mikroplastik dapat masuk ke rantai makanan ketika organisme kecil menelan elemen kecil tersebut, kemudian dimakan oleh organisme yang lebih besar. Meski demikian, perpindahan dan dampaknya berbeda-beda tergantung jenis organisme dan kondisi lingkungan.

  • Mengubah kondisi tanah

Mikroplastik yang menumpuk di tanah berpotensi memengaruhi struktur tanah, pergerakan air, dan organisme tanah. Besarnya akibat bersandar pada jenis plastik, ukuran partikel, jumlah, serta kondisi tanah.

  • Sulit dibersihkan dari lingkungan

Karena ukurannya kecil dan penyebarannya luas, mikroplastik sulit dikumpulkan satu per satu. Upaya membersihkannya setelah menghamburkan sering kali lebih rumit daripada mencegah plastik masuk ke lingkungan sejak awal.

Apakah Mikroplastik Berbahaya bagi Kesehatan Manusia?

Mikroplastik menjadi perhatian dalam riset kesehatan karena manusia dapat terpapar melalui makanan, minuman, dan udara. Sejumlah riset telah melaporkan ditemukannya elemen kecil plastik dalam beragam percontoh biologis manusia.

Namun, akibat kesehatan mikroplastik statis terus diteliti. Risiko yang mungkin muncul dapat dipengaruhi oleh ukuran partikel, bentuk, komposisi bahan, jumlah paparan, serta keberadaan zat tambahan maupun kontaminan yang menempel pada elemen kecil tersebut.

Karena bukti ilmiahnya statis berkembang, belum semua akibat mikroplastik terhadap kesehatan manusia dapat dipastikan. Meski begitu, mengurangi sumber pencemaran plastik dan mencegah paparan yang nggak perlu merupakan cara yang masuk pikiran untuk dilakukan.

Bagaimana Cara Mengurangi Mikroplastik?

Mikroplastik memang sulit dihindari sepenuhnya, tetapi ada beberapa kebiasaan yang dapat membantu mengurangi pelepasan elemen kecil plastik ke lingkungan.

  • Mengurangi plastik sekali pakai

Gunakan tas belanja, botol minum, dan wadah makanan yang dapat dipakai berulang kali jika sesuai untuk kebutuhan tersebut. Kebiasaan ini membantu mengurangi jumlah sampah plastik yang berpotensi terpecah menjadi mikroplastik.

  • Membuang sampah pada tempatnya

Pastikan sampah plastik nggak dibuang ke sungai, selokan, maupun lingkungan terbuka. Sampah yang dikelola dengan benar memiliki konsekuensi lebih kecil untuk menghamburkan ke perairan dan tanah.

  • Merawat busana berbahan sintetis

Cuci busana sesuai kebutuhan dan instruksi perawatannya. Jika memungkinkan, gunakan alat penyaring serat pada mesin cuci yang dirancang untuk tujuan tersebut agar sebagian serat yang terlepas dapat tertangkap.

  • Memilah dan mendaur ulang sampah

Pisahkan sampah plastik sesuai ketentuan pengelolaan sampah di daerah masing-masing. Daur ulang yang dilakukan dengan benar dapat membantu mengurangi jumlah plastik yang berakhir di lingkungan, meskipun nggak semua jenis plastik dapat didaur ulang.

  • Mendukung pengelolaan limbah yang lebih baik

Pengolahan air limbah, pengendalian limbah industri, dan pengelolaan sampah yang tepat dapat membantu mengurangi pelepasan elemen kecil plastik ke lingkungan.

Apa Perbedaan Mikroplastik dan Nanoplastik?

  • Mikroplastik

Mikroplastik merupakan elemen kecil plastik yang umumnya berukuran kurang dari 5 milimeter. Partikel ini dapat berasal dari pecahan sampah plastik, serat busana sintetis, dan beragam aktivitas manusia.

  • Nanoplastik

Nanoplastik adalah elemen kecil plastik yang ukurannya jauh lebih kecil daripada mikroplastik, umumnya eksis pada skala nanometer. Karena ukurannya sangat kecil, pendeteksian dan riset nanoplastik membutuhkan metode khusus.

Bagaimana Mikroplastik Masuk ke Dalam Tubuh Manusia?

  • Melalui makanan

Mikroplastik dapat masuk ke tubuh melalui makanan yang terkontaminasi elemen kecil plastik dari lingkungan maupun proses pengolahan dan pengemasan.

  • Melalui minuman

Sejumlah riset menemukan elemen kecil mikroplastik dalam percontoh air minum. Jumlahnya dapat berbeda-beda bersandar pada sumber air, proses pengolahan, dan metode pengujian.

  • Melalui udara

Partikel plastik kecil dan serat sintetis yang melayang di udara berpotensi terhirup saat manusia bernapas. Besarnya paparan dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan aktivitas sehari-hari.

Apakah Air Minum Kemasan Mengandung Mikroplastik?

  • Sumber kontaminasi

Partikel mikroplastik dapat ditemukan dalam sejumlah percontoh air minum kemasan. Partikel tersebut diduga dapat berasal dari beragam sumber, termasuk kemasan, tutup botol, proses produksi, dan lingkungan.

  • Perbedaan jumlah partikel

Jumlah mikroplastik yang ditemukan dalam air minum bungkusan nggak selalu sama. Hasil pengetesan dapat dipengaruhi oleh bahan kemasan, metode penyimpanan, proses pengolahan, dan metode pengecekan yang digunakan.

  • Cara mengurangi paparan

Gunakan wadah minum yang sesuai untuk air minum dan rawat sesuai instruksi produsen. Memilih air minum dengan pengolahan yang memenuhi standar keamanan juga penting, meskipun cara tersebut nggak menjamin air sepenuhnya bebas mikroplastik.

Mengapa Mikroplastik Sulit Dihilangkan dari Lingkungan?

  • Ukuran elemen kecil sangat kecil

Mikroplastik sulit dikumpulkan secara langsung karena ukurannya bisa jauh lebih kecil daripada butiran pasir. Partikel yang sudah tersebar di air maupun tanah juga sulit dipisahkan satu per satu.

  • Mudah bergeser tempat

Mikroplastik dapat terbawa mengerti air, angin, dan pergerakan organisme. Akibatnya, elemen kecil yang awalnya berasal dari satu letak bisa menghamburkan ke lingkungan lain.

  • Sulit terurai secara alami

Sebagian besar plastik membutuhkan waktu durasi untuk mengalami penguraian. Plastik yang pecah menjadi bagiankecil lebih kecil juga belum tentu benar-benar terurai, sehingga elemen kecil mikroplastik dapat bertetap di lingkungan.

Apa Peran Masyarakat dalam Mengatasi Pencemaran Mikroplastik?

  • Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai

Masyarakat dapat membawa tas berbelanja sendiri, menggunakan botol minum isi ulang, dan memilih wadah yang bisa digunakan berulang kali sesuai fungsinya.

  • Menjaga kebersihan lingkungan

Membuang sampah pada tempatnya dan nggak membuang plastik ke sungai maupun selokan dapat membantu mencegah sampah terpecah dan menghamburkan ke perairan.

  • Memilah sampah plastik

Memisahkan sampah berdasarkan jenisnya dapat membantu proses pengumpulan dan daur ulang. Pastikan sampah disalurkan melalui akomodasi pengelolaan yang tersedia.

  • Mendukung edukasi lingkungan

Menyebarkan keterangan tentang mikroplastik dapat menaikkan kesadaran penduduk mengenai sumber pencemaran dan metode menguranginya. Kebiasaan sederhana yang dilakukan bersama-sama dapat membantu menekan jumlah sampah plastik yang masuk ke lingkungan.

Kesimpulan

Mikroplastik adalah elemen kecil plastik berukuran kurang dari 5 milimeter yang dapat berasal dari pecahan plastik berukuran besar maupun sumber yang sejak mula menghasilkan elemen kecil kecil, Grameds. Mikroplastik bisa ditemukan di laut, sungai, tanah, udara, serta sejumlah makanan dan minuman.

Keberadaannya menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu organisme dan mencemari lingkungan. Sementara itu, dampaknya terhadap kesehatan manusia statis terus diteliti. 

Untuk membantu mengurangi pencemaran mikroplastik, Anda bisa mulai dengan mengurangi plastik sekali pakai, membuang sampah dengan benar, dan mendukung pengelolaan limbah yang lebih baik, Grameds.

Rekomendasi Buku Terkait

Bumi Tanpa Plastik 

Bumi Tanpa Plastik

Menurut keterangan LIPI tahun 2016, konsumsi plastik di Indonesia mencapai 17 kilogram per kapita per tahun dengan pertumbuhan sebesar 6–7 persen setiap tahunnya. Meskipun plastik menawarkan kepraktisan karena ringan, awet, dan murah, penggunaannya secara berlebihan dapat menakut-nakuti kesehatan dan kelestarian lingkungan akibat sifatnya yang sulit terurai secara alami. Buku Bumi Tanpa Plastik membahas permasalahan penggunaan plastik serta beragam upaya untuk mengurangi sampah plastik, mulai dari limitasi penggunaan plastik hingga pengembangan bioplastik sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Bioplastik berbahan alas tapioka, selulosa, dan poli asam laktat dapat terurai oleh mikroorganisme dalam tanah maupun air dalam waktu relatif singkat. Kehadiran alternatif ini diharapkan dapat membantu mengurangi pencemaran dan mewujudkan lingkungan yang lebih lestari.

Pengolahan Sampah Plastik

Pengolahan sampah plastik

Buku Pengolahan Sampah Plastik membahas metode mengolah sampah plastik menjadi barang yang berguna dan dapat digunakan kembali. Melalui beragam metode pengolahan, buku ini membujuk pembaca untuk mengurangi pembuangan sampah ke lingkungan sekaligus membantu menjaga kelestarian alam.

Kreasi Unik Dari Plastik 

Kreasi Unik Dari Plastik

Buku Kreasi Unik dari Plastik karya Lili Lengkana membahas metode mengolah sampah plastik menjadi beragam kerajinan menarik yang memiliki harga guna dan harga jual. Buku ini menyajikan panduan cara demi langkah, mulai dari pengolahan bahan baku secara tepat dan efisien hingga estimasi modal untuk memulai upaya daur ulang plastik. Selain menjadi inspirasi untuk mengembangkan hobi kreatif, buku ini juga membuka kesempatan upaya yang dapat menghasilkan pendapatan tambahan sekaligus membantu mengurangi sampah plastik dan menjaga kelestarian lingkungan.

Artikel Lainnya Gramedia Official Blog
↑
Close Right Ads
Close Left Ads