Apple Dikabarkan Hentikan Macbook Neo, Harga Laptop Murahnya Bisa Naik

May 12, 2026 01:38 AM - 17 jam yang lalu 916

Sebuah berita jelek untuk Anda yang saat ini berkeinginan meminang Macbook Neo, lantaran kabarnya Apple mulai mempertimbangkan untuk menghentikan penjualan jenis dasar MacBook Neo hanya beberapa bulan setelah laptop tersebut dirilis.

Nah keputusan ini muncul setelah biaya produksi meningkat drastis dan permintaan pasar rupanya jauh melampaui ekspektasi awal Apple. Seperti yang kita tahu, Macbook Neo saat ini menjadi dambaan banyak pengguna, terutama pengguna dengan biaya tipis dan mau mencoba mendapatkan pengalaman Mac.

Meskipun dari sisi spesifikasi, perangkat ini hanya menggunakan Chip A18 Pro, namun banyak review mengungkap performa dan kualitasnya jauh diatas laptop Windows dengan nilai yang sama, oleh lantaran itulah banyak pengguna Windows juga mulai memperhatikan kehadiran produk tersebut.

Masalah Besar Bagi Apple

Namun di kembali ketenaran tersebut, Apple disebut menghadapi masalah besar pada sisi produksi. Karena berasas laporan dari analis industri Tim Culpan, MacBook Neo awalnya memanfaatkan chip A18 Pro “binned” alias chip sisa produksi iPhone yang mempunyai satu inti GPU nonaktif.

Dengan strategi tersebut Apple bisa menekan biaya produksi secara signifikan, namun masalah rupanya penjualan MacBook Neo terlalu tinggi hingga stok chip tersebut mulai habis, sehingga Apple sekarang kudu memproduksi chip baru dengan biaya yang jauh lebih mahal, sementara nilai RAM dunia juga saat ini tetap naik tajam dalam beberapa bulan terakhir.

Varian Murah Akan Dihentikan

Oleh lantaran itu, Apple disebut sedang mempertimbangkan untuk menghentikan jenis paling murah ialah jenis dengan storage 256GB dan hanya menyisakan model 512GB yang lebih mahal. Jika langkah ini betul terjadi, maka nilai masuk MacBook Neo otomatis bakal naik sekitar $100 tanpa perlu mengubah nilai tiap model secara langsung.

Meskipun begitu, hingga saat ini Apple belum memberikan pernyataan resmi mengenai penghentian MacBook Neo jenis dasar tersebut, namun jika rumor ini benar, maka tentu pengguna yang tertarik meminang perangkat ini mau tidak mau kudu beli jenis yang 512 GB.

Bagaimana menurutmu guys? komen dibawah


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya berjuntai pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berbobot secara cuma-cuma — jadi jika Anda menikmati tulisan dan pedoman di situs ini, minta whitelist laman ini di AdBlock Anda sebagai corak support agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui support di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux Ubuntu, dan Samsung S24. Punya pertanyaan alias butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post

Selengkapnya