Arti Sukses Menurut Gen Z Dan Milenial Di Dunia Kerja 2026

Jun 26, 2026 05:40 PM - 3 jam yang lalu 166

Setiap orang punya makna sukses yang berbeda-beda. Lalu gimana pandangan sukses menurut milenial dan Gen Z di 2026?

Generasi Z dan milenial sekarang mempunyai arti sukses yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Jika dulu kesuksesan identik dengan kedudukan tinggi, penghasilan besar, dan dedikasi penuh terhadap pekerjaan, sekarang kedua generasi tersebut mulai menempatkan keseimbangan hidup, kesehatan mental, serta makna dalam pekerjaan sebagai prioritas utama.

Mengutip Forbes, temuan ini terungkap dalam Survei Gen Z dan Milenial 2026 yang dilakukan Deloitte terhadap lebih dari 22 ribu responden dari 44 negara. Hasil survei menunjukkan bahwa perubahan kondisi ekonomi, tingginya biaya hidup, tantangan kepemilikan rumah, hingga perkembangan teknologi yang sangat sigap telah mendorong kaum muda untuk meninjau ulang makna kesuksesan dalam pekerjaan mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kesuksesan tak lagi hanya tentang jabatan

Bagi banyak Gen Z dan milenial, kesuksesan tidak lagi diukur dari seberapa sigap seseorang mencapai posisi manajerial alias kepemimpinan. Mereka sekarang lebih konsentrasi mencari pekerjaan yang sesuai dengan nilai pribadi, mendukung kesejahteraan mental, dan menawarkan pertumbuhan karier.

Perubahan pola pikir ini terlihat dari rendahnya minat terhadap posisi kepemimpinan sebagai tujuan utama saat ini. Hanya sekitar 6 persen responden yang menyebut menjadi pemimpin sebagai sasaran utama pekerjaan mereka.

Banyak yang mengaitkan kedudukan tinggi dengan tekanan kerja, akibat burnout, tanggung jawab besar, dan berkurangnya keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan. Jadi, menduduki posisi bos besar bukan lagi sebagai tujuan utama.

Punya prioritas berbeda

Meski tidak terburu-buru mengejar posisi puncak, bukan berfaedah Gen Z dan milenial kehilangan ambisi. Sebanyak 76 persen Gen Z dan 67 persen milenial mengaku tetap mau menduduki posisi senior alias kepemimpinan pada suatu titik dalam perjalanan pekerjaan mereka.

Hanya saja, mereka mau mencapainya dengan langkah lebih sehat. Keseimbangan hidup, elastisitas kerja, dan kesehatan mental menjadi pertimbangan krusial sebelum mengambil tanggung jawab yang lebih besar.

Menariknya, survei tersebut juga menemukan bahwa responden yang sudah berada di posisi kepemimpinan justru condong melaporkan kondisi kesehatan mental lebih baik serta keseimbangan kerja dan kehidupan yang positif.

Mereka juga lebih jarang menyebut pekerjaan sebagai sumber utama stres dibandingkan rekan kerja yang belum menduduki posisi serupa. Temuan ini menunjukkan bahwa persepsi negatif terhadap kedudukan kepemimpinan belum tentu sepenuhnya sesuai dengan kenyataan.

Mungkin saja para pemimpin yang telah mencapai posisi tersebut sudah lebih siap menghadapi tuntutan pekerjaan yang semakin besar.

AI jadi bagian krusial bumi kerja modern

Selain mengubah arti sukses, Gen Z dan milenial juga menjadi golongan yang paling sigap mengangkat kepintaran buatan (Artificial Intelligence/AI). Teknologi ini digunakan untuk meningkatkan produktivitas, mengembangkan keterampilan, mencari saran karier, hingga membantu mengelola stres mengenai pekerjaan.

Kemampuan beradaptasi sekarang menjadi salah satu kompetensi utama di bumi kerja. Banyak pekerja muda percaya bahwa AI bakal mengotomatisasi tugas-tugas rutin sehingga tenaga kerja tingkat awal dapat lebih sigap terlibat dalam pekerjaan yang berbobot tinggi dan mengembangkan keahlian ahli mereka lebih awal.

Perusahaan dinilai belum sepenuhnya siap menghadapi AI

Meski penggunaan AI semakin luas, sebagian besar responden menilai perusahaan tempat mereka bekerja belum siap menghadapi perubahan besar yang dibawa teknologi tersebut. Hampir sepertiga Gen Z dan milenial percaya perusahaan tempat mereka bekerja belum mempunyai kesiapan yang memadai dalam menghadapi transformasi AI.

Banyak pula yang merasa perusahaan belum menyediakan pelatihan, dukungan, maupun perangkat memadai untuk membantu tenaga kerja memanfaatkan teknologi baru secara optimal. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kecepatan mengambil AI oleh perseorangan dan kesiapan perusahaan dalam mendukung perubahan tersebut.

Tujuan dan makna kerja menjadi nilai utama

Bagi Gen Z dan milenial, pekerjaan bukan sekadar sumber penghasilan. Hampir seluruh responden menegaskan bahwa mempunyai tujuan yang jelas dan bisa memberikan akibat positif melalui pekerjaan merupakan aspek krusial dalam kepuasan kerja.

Bahkan tidak sedikit yang bersedia menolak tawaran pekerjaan jika perusahaan alias peran yang ditawarkan tak sejalan dengan nilai-nilai mereka. Hal ini menunjukkan bahwa makna dan tujuan kerja sekarang mempunyai posisi yang sama pentingnya dengan kompensasi finansial.

Persahabatan di tempat kerja meningkatkan loyalitas

Selain tujuan yang bermakna, rasa mempunyai dan hubungan sosial di lingkungan kerja juga menjadi aspek krusial bagi generasi muda. Survei menunjukkan bahwa pekerja yang mempunyai pertemanan dekat di instansi condong lebih senang dan mempunyai tingkat loyalitas tinggi terhadap perusahaan.

Mereka juga lebih mungkin memperkuat lebih lama di perusahaan dibandingkan tenaga kerja yang tidak mempunyai hubungan sosial kuat di tempat kerja. Oleh lantaran itu, budaya kerja yang mendukung kerjasama dan hubungan antarkaryawan semakin menjadi kebutuhan di era kerja modern.

Perubahan langkah pandang Gen Z dan milenial ini menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan dalam kehidupan dan pekerjaan terus berevolusi. Jika generasi sebelumnya lebih konsentrasi pada pencapaian material dan status pekerjaan, maka generasi saat ini lebih menghargai keseimbangan hidup, kesehatan mental, fleksibilitas, serta kesempatan untuk bekerja sesuai nilai dan tujuan pribadi.

Cara Gen Z dan milenial mendefinisikan kesuksesan diperkirakan bakal terus membentuk budaya kerja global. Pola pikir ini juga berpotensi menjadi standar baru yang bakal dihadapi Generasi Alpha ketika mereka mulai memasuki bumi kerja dalam beberapa tahun mendatang.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Selengkapnya