Bahaya Ibu Hamil Makan Ultra Processed Food, Bisa Picu Kelahiran Prematur

Apr 29, 2026 06:30 PM - 4 hari yang lalu 4751

Jakarta -

Ultra Processed Food (UPF) alias makanan ultra-olahan sekarang mendominasi sumber pangan masyarakat di dunia. Makanan jenis ini telah lama dikaitkan dengan beragam masalah kesehatan, Bunda.

Dilansir BBC, tidak ada arti tunggal untuk menjelaskan makanan ultra-olahan. Tetapi secara umum, makanan ini mengandung bahan-bahan yang tidak digunakan dalam masakan rumahan, seperti mempunyai kandungan bahan kimia, pewarna, dan pemanis, yang digunakan untuk meningkatkan penampilan, rasa, alias tekstur makanan.

Bahaya konsumsi Ultra Processed Food juga dikaitkan dengan masalah pada kehamilan. Studi terbaru mengungkap bahwa setiap peningkatan 10 poin persentase dalam asupan kalori UPF selama kehamilan, dikaitkan dengan peningkatan akibat kelahiran prematur sekitar 11 persen, dan gangguan tekanan hipertensi sebesar 5 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Studi yang diterbitkan di jurnal Nutrients pada Februari 2026 ini menganalisis lebih dari 6.600 kehamilan. Studi sukses menambah bukti bahwa produk-produk mengandung UPF dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin.

Dalam studi terpisah di American Journal of Clinical Nutrition yang dipublikasikan belum lama ini, dijelaskan bahwa peningkatan asupan makanan UPF dari trimester kedua hingga ketiga kehamilan, dikaitkan dengan akibat preeklampsia yang lebih tinggi di antara 1.221 wanita berisiko.

"Semakin banyak bukti yang menghubungkan asupan UPF yang lebih tinggi dengan hasil kesehatan yang lebih buruk, termasuk pada populasi rentan seperti ibu mengandung dan anak-anak," kata mahir epidemiologi dan asisten guru besar kedokteran di Harvard Medical School, Dr. Mingyu Zhang, dilansir laman US Right to Know.

"Pada kehamilan, perihal ini sangat mengkhawatirkan lantaran merupakan periode perkembangan yang sensitif di mana diet ibu dapat memengaruhi kegunaan plasenta, pertumbuhan janin, dan akibat komplikasi seperti yang terlihat dalam penelitian ini."

Secara lebih rinci, para peneliti berfokus pada 6.693 partisipan yang mengisi kuesioner gelombang makanan, mencakup sekitar 120 makanan dan minuman yang dikonsumsi selama tiga bulan sebelum konsepsi. Studi ini didasarkan pada informasi dari Nulliparous Pregnancy Outcomes Study: Monitoring Mothers-to-Be (nuMoM2b), salah satu kohort kehamilan terbesar dan paling rinci di Amerika Serikat.

Ilustrasi Ibu HamilIlustrasi Ibu Makan/ Foto: Getty Images/iStockphoto

Komplikasi kehamilan dikaitkan dengan asupan kalori di UPF

Di studi ini, para peneliti juga memperkirakan asupan kalori dan kemudian mengklasifikasikan makanan menggunakan sistem pengelompokkan makanan NOVA (klasifikasi baru untuk makanan berasas tingkat dan tujuan pengolahannya). Sebelum disesuaikan dengan aspek lain seperti usia dan massa tubuh, kajian awal menunjukkan bahwa asupan UPF yang lebih tinggi ditemukan pada ibu mengandung yang mengalami beberapa komplikasi.

Tak hanya itu, peserta yang mendapatkan porsi kalori harian yang lebih tinggi dari UPF, juga ditemukan pada kasus kelahiran prematur, gangguan hipertensi kehamilan (HDP), bayi mini untuk usia kehamilan, dan kematian janin alias neonatal.

"Rata-rata, lebih dari separuh asupan daya harian peserta berasal dari makanan ultra-olahan (UPF), dan asupan UPF yang lebih tinggi berkorelasi dengan beberapa hasil kehamilan yang merugikan," demikian tulis peneliti.

Para intelektual hingga sekarang tetap berupaya memahami sistem biologis di kembali hubungan antara UPF dan penyakit. Gangguan ini termasuk peradangan, gangguan hormon, kekurangan nutrisi yang dibutuhkan untuk perkembangan janin, dan peningkatan akibat kardiometabolik. UPF juga dapat mengubah kuman usus.

"Hal ini dapat memicu peradangan berkepanjangan yang berkontribusi pada peningkatan akibat hasil kehamilan yang buruk, dan apalagi mungkin modifikasi epigenetik yang memperkuat lama pada janin," ujar peneliti.

Studi ini tetap mempunyai keterbatasan, Bunda. Data diet dikumpulkan beberapa bulan setelah periode waktu yang dinilai, sehingga meningkatkan kemungkinan bias. Beberapa peserta juga dikeluarkan dari studi lantaran informasi yang hilang, dan rendahnya nomor glukosuria gestasional dalam kohort.

Demikian hasil studi yang menjelaskan ancaman Ultra Processed Food pada kehamilan yang disebut dapat memicu kelahiran prematur hingga komplikasi kehamilan. Semoga info ini berfaedah ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Selengkapnya