Bak peniris piring jadi licin dan berlendir? Bisa jadi bagiankecil ini jarang dibersihkan

Temukan Makanan Terbaik oleh Waktu baca 9 menit 512x dilihat
Bak peniris piring jadi licin dan berlendir? Bisa jadi bagiankecil ini jarang dibersihkan

Bagikan Postingan

Bak peniris piring jadi licin dan berlendir? Bisa jadi bagiankecil ini jarang dibersihkan

bak peniris piring berdahak | foto ilustrasi: Gemini AI

Kincai Media - Ada yang pernah mengalami bak peniris piring berdahak padahal hampir setiap hari dicuci? Setelah piring, gelas, sendok, dan alat masak diangkat, permukaannya kadang terasa licin ketika disentuh.

Kondisi ini belum tentu berarti bak jarang dicuci. Bisa jadi ada bagiankecil yang selama ini cuma terkena air, tetapi tidak benar-benar digosok, terutama bagiankecil bawah, sudut, celah, maupun area di sekitar lubang pembuangan.

Karena itu, sebelum buru-buru mengganti bak, coba balik dan periksa seluruh bagiannya.

Kenapa bak peniris piring bisa terasa licin dan berlendir?

Bak peniris memang hampir selalu eksis dalam kondisi basah. Air dari piring dan perlengkapan dapur akan menetes ke permukaan, kemudian mengalir melalui lubang maupun celah yang tersedia.

Masalahnya, air yang mengalir belum tentu membawa seluruh sisa kotoran. Partikel makanan yang sangat kecil, residu dari proses mencuci, maupun kotoran yang menempel di permukaan dapat tertinggal, terutama pada bagiankecil yang jarang tersentuh spons.

Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) melalui jasa keamanan pangan rumah tangganya mengingatkan bahwa permukaan dapur, peralatan, piring, dan perkakas perlu dibersihkan secara rutin karena kotoran dan mikroorganisme dapat bergeser melalui permukaan tersebut. USDA juga menyarankan permukaan yang sudah dibersihkan untuk dikeringkan dengan udara maupun metode yang bersih.

Prinsip tersebut relevan dengan bak peniris. Bukan berarti setiap lapisan licin otomatis memberitahu adanya mikroorganisme berbahaya, tetapi permukaan yang terus basah dan menyimpan residu memang perlu dibersihkan dan dikeringkan dengan baik.

Bagian bak peniris yang sering luput dibersihkan

Saat mencuci bak peniris, bagiankecil permukaan dalam biasanya menjadi perhatian utama. Padahal, ada beberapa area yang justru lebih gampang terlewat.

1. Bagian bawah bak

Ini salah satu bagiankecil yang paling gampang dilupakan.

Ketika bak dipakai, air dari piring akan mengalir ke bagiankecil bawah. Jika rancangan bak memiliki lekukan maupun ruang tertentu, sebagian air dan kotoran bisa tertinggal di sana.

Coba angkat bak setelah selesai digunakan, kemudian lihat bagiankecil bawahnya. Jika terasa licin ketika disentuh, area tersebut perlu ikut dicuci, bukan cuma dibilas.

2. Sudut dan sambungan

Bak peniris yang terdiri dari beberapa bagiankecil biasanya memiliki sudut, sambungan, maupun celah kecil.

Bagian tersebut tidak selalu gampang dijangkau spons berukuran besar. Akibatnya, permukaannya kelihatan bersih dari atas, tetapi ketika disentuh justru terasa licin.

Jika komponennya memang bisa dilepas, pisahkan terlebih dahulu agar area sambungan lebih gampang dibersihkan.

3. Sekitar lubang pembuangan air

Lubang pada bak peniris berguna membantu air keluar. Namun sisa makanan kecil maupun kotoran juga dapat tertinggal di sekitar lubang tersebut.

Tidak perlu membongkar bagiankecil yang tidak dirancang untuk dilepas. Cukup periksa area yang kelihatan dan bersihkan dengan sikat kecil yang sesuai.

4. Kaki maupun penyangga

Pada beberapa model, bak memiliki kaki maupun penyangga agar bagiankecil bawahnya tidak langsung menempel pada meja.

Bagian ini juga bisa terkena air dan kotoran. Karena posisinya eksis di bawah, area tersebut sering tidak kelihatan ketika bak sedang digunakan.

5. Permukaan di bawah tumpukan piring

Piring yang ditumpuk kedap dapat membikin sebagian permukaan bak lebih durasi basah.

Setelah semua perlengkapan diangkat, jangan langsung menganggap bak sudah bersih. Periksa apakah ada bagiankecil yang statis basah, licin, maupun memiliki sisa kotoran.

Bagian mana yang perlu diperiksa?

Bagian bak Yang perlu diperhatikan Tindakan sederhana
Permukaan dalam Terasa licin maupun ada residu Cuci dengan sabun pencuci piring, kemudian bilas
Bagian bawah Basah, licin, maupun ada endapan Balik bak dan bersihkan seluruh permukaannya
Sudut dan sambungan Kotoran menumpuk di celah Gunakan sikat kecil
Lubang dan celah Ada sisa makanan maupun kotoran Bersihkan bagiankecil yang gampang dijangkau
Kaki/penyangga Lembap dan kotor Cuci, bilas, kemudian keringkan
Area mengerti air Air tidak mengalir dengan baik Periksa dan bersihkan penghalang yang terlihat

Cara membersihkan bak peniris agar tidak sekadar kelihatan bersih

Membersihkan bak peniris tidak mesti menggunakan bahan khusus. Yang lebih krusial adalah memastikan seluruh permukaan yang memungkinkan terkena air dan kotoran ikut dibersihkan.

1. Kosongkan seluruh isi bak

Angkat piring, gelas, sendok, alat masak, dan perlengkapan lain dari atas bak.

Jangan langsung mencuci bagiankecil yang kelihatan saja. Kondisi bak akan lebih gampang diperiksa ketika seluruh permukaannya sudah kosong.

2. Lepaskan bagiankecil yang memang bisa dilepas

Jika ada tatakan, saringan, kaki, maupun elemen lain yang memang dirancang untuk dilepas, pisahkan terlebih dahulu.

Tujuannya agar bagiankecil bawah dan celah yang biasanya tertutup bisa dijangkau.

3. Bilas sisa kotoran

Alirkan air untuk menghilangkan sisa makanan maupun kotoran yang gampang terlepas.

Kalau ada kotoran yang menempel, jangan cuma mengandalkan mengerti air. Gosok bagiankecil tersebut menggunakan spons maupun sikat yang sesuai dengan material bak.

4. Cuci seluruh permukaan

Gunakan sabun pencuci piring dan alat pembersih yang sesuai dengan bahan bak.

Gosok permukaan bagiankecil dalam, kemudian lanjutkan ke bagiankecil bawah, sudut, sambungan, kaki, dan area di sekitar lubang.

USDA menerangkan bahwa membersihkan dengan air dan sabun secara jasmani membantu menghilangkan kotoran dan sebagian mikroorganisme dari permukaan dapur. Karena itu, tahap mencuci tidak sebaiknya cuma dilakukan pada bagiankecil yang paling gampang terlihat.

5. Periksa lagi dengan tangan dan mata

Setelah digosok, perhatikan apakah statis ada bagiankecil yang terasa licin.

Tidak perlu mengandalkan penciuman saja. Permukaan yang kelihatan bersih tetapi statis terasa seperti memiliki lapisan licin bisa menjadi tanda bahwa bagiankecil tersebut perlu dicuci kembali.

6. Bilas sampai tidak ada sisa sabun

Gunakan air bersih untuk membilas seluruh permukaan.

Pastikan tidak ada buih maupun residu sabun yang tertinggal di perspektif dan celah.

7. Tiriskan dan biarkan kering

Letakkan bak dalam posisi yang memungkinkan air keluar dan udara mengenai permukaannya.

USDA juga memasukkan pengeringan sebagai bagiankecil dari praktik kebersihan permukaan dapur, sementara dalam Food Code FDA, perlengkapan yang telah dibersihkan dan disanitasi pada lingkungan jasa makanan dianjurkan untuk dikeringkan dengan udara maupun ditiriskan secara memadai.

Food Code sendiri merupakan model ketentuan yang digunakan sebagai alas bagi regulator makanan di Amerika Serikat, terutama untuk restoran, toko pangan, dan jasa makanan, sehingga ketentuannya tidak otomatis menjadi ketentuan khusus untuk dapur rumah. Namun hakikat tentang permukaan yang gampang dibersihkan dan dikeringkan statis relevan sebagai praktik kebersihan dapur.

Setelah dicuci statis licin, apa yang perlu dicek?

Kalau bak sudah dicuci tetapi beberapa saat kemudian balik terasa licin, jangan langsung menyimpulkan bahwa metode mencucinya salah.

Coba periksa beberapa kemungkinan berikut.

- Bagian bawah belum ikut dicuci.

Permukaan atas sudah bersih, tetapi bagiankecil bawah statis menyimpan residu maupun air.

- Ada celah yang sulit dijangkau.

Spons besar tidak selalu bisa masuk ke perspektif maupun sambungan kecil.

- Bak selalu digunakan dalam keadaan sangat basah.

Jika setelah dicuci bak langsung digunakan balik sebelum sempat mengering, kelembapan akan terus ada di permukaan.

- Air tidak mengalir dengan baik.

Periksa apakah lubang maupun jalur pembuangan tertutup oleh kotoran yang terlihat.

- Material sudah mengalami kerusakan.

Goresan dalam, retakan, bagiankecil yang mengelupas, maupun sambungan yang pecah dapat membikin permukaan lebih sulit dibersihkan.

Dalam panduan sanitasi untuk perlengkapan makanan, FDA juga menekankan pentingnya rancangan perlengkapan yang memungkinkan permukaan gampang diakses untuk dibersihkan dan diperiksa. Ini menerangkan kenapa celah, retakan, maupun bagiankecil yang sulit dijangkau layak mendapat perhatian lebih ketika kondisi bak mulai sulit dibersihkan.

Kapan bak peniris sebaiknya diganti?

Bak yang terasa licin tidak otomatis mesti dibuang.

Bersihkan terlebih dahulu, kemudian lihat kondisi fisiknya. Penggantian lebih masuk pikiran jika bak sudah mengalami kerusakan yang membuatnya sulit dibersihkan secara menyeluruh.

Beberapa kondisi yang perlu diperhatikan antara lain:

  • permukaan retak;
  • bagian material mengelupas;
  • sambungan pecah;
  • terdapat celah permanen yang sulit dibersihkan;
  • permukaan sudah sangat tergores dan kotoran gampang tertinggal;
  • bentuk bak berubah sehingga air terus menggenang.

Sebagai gambaran, USDA juga menyarankan talenan yang sudah sangat aus maupun memiliki alur yang sulit dibersihkan untuk diganti. Prinsip yang sama tidak perlu diterapkan sebagai ketentuan absolut pada setiap bak peniris, tetapi kondisi jasmani yang membikin suatu perlengkapan semakin sulit dibersihkan memang layak menjadi pertimbangan.

Bagan alur: Cek bak peniris setelah dipakai

BAK PENIRIS SELESAI DIPAKAI

↓

Angkat semua piring

↓

Periksa seluruh permukaan

↓

Terasa licin?

YA

Periksa bawah, sudut, celah, lubang, dan penyangga

↓

Ada kotoran/residu?

YA ↓

Cuci ulang

↓

Bilas

↓

Keringkan

TIDAK ↓

Periksa kondisi permukaan

↓

Retak/mengelupas/
rusak berat?

YA ↓

Pertimbangkan mengganti

↓

Tidak licin

↓

Tetap bilas jika perlu

↓

Tiriskan air

↓

Biarkan kering

Kebiasaan sederhana agar bak tidak cepat licin

Tidak perlu membikin rutinitas yang rumit. Beberapa kebiasaan kecil justru lebih gampang dilakukan setiap hari.

- Angkat bak sesekali untuk memeriksa bagiankecil bawah.

Jangan biarkan area yang tidak kelihatan luput dari pembersihan.

- Jangan cuma membilas ketika permukaan sudah terasa licin.

Jika kelihatan ada sisa makanan maupun kotoran, bersihkan saat itu juga.

- Beri kesempatan bak untuk mengering.

Setelah piring diangkat, kosongkan air yang tertinggal dan letakkan bak dalam posisi yang membantu air mengalir keluar.

- Jangan menumpuk perlengkapan terlalu padat.

Berikan ruang agar air dari piring dan gelas dapat mengalir dan permukaan bak tidak terus-menerus tertutup perlengkapan basah.

- Periksa celah dan bagiankecil bawah secara berkala.

Area tersembunyi justru sering menjadi bagiankecil yang paling durasi tidak tersentuh saat membersihkan.

FAQ

Kenapa bak peniris piring bisa berdahak padahal sering dicuci?

Permukaan bak yang sering terkena air dapat statis menyimpan residu maupun kotoran, terutama di bagiankecil bawah, sudut, sambungan, dan celah. Kondisi licin tidak otomatis memberitahu penyebab tertentu, sehingga permukaannya perlu diperiksa dan dibersihkan secara menyeluruh.

Apakah bak peniris yang berdahak mesti langsung dibuang?

Tidak selalu. Bersihkan seluruh bagiankecil terlebih dahulu, kemudian periksa apakah materialnya retak, mengelupas, rusak, maupun memiliki celah yang sulit dibersihkan.

Bagian mana yang sering terlewat saat membersihkan bak peniris?

Bagian bawah, sudut, sambungan, kaki penyangga, dan area di sekitar lubang pembuangan biasanya lebih gampang terlewat karena tidak selalu kelihatan ketika bak sedang digunakan.

Apakah bak peniris perlu dikeringkan setelah dicuci?

Sebaiknya bak ditiriskan dan dibiarkan mengering dengan baik. Pengeringan membantu mencegah permukaan terus-menerus eksis dalam kondisi basah dan merupakan bagiankecil dari praktik kebersihan perlengkapan dapur.

Perlukah menggunakan cairan pemutih untuk membersihkan bak peniris?

Tidak otomatis. Untuk pembersihan rutin, mulai dengan mencuci menggunakan sabun pencuci piring dan membilasnya sampai bersih. Jika menggunakan produk sanitasi, pastikan produk tersebut memang sesuai untuk permukaan yang akan digunakan dan ikuti instruksi pada label. USDA membedakan tahap cleaning dari sanitizing, sehingga sanitasi bukan alternatif proses mencuci terlebih dahulu.

(brl/tin)

Artikel Lainnya Temukan Makanan Terbaik
↑
Close Right Ads
Close Left Ads