Meninggalkan Sholat Hingga Berbuat Ghibah Jadi Penyebab Datangnya Siksa Kubur

Intisari Islam oleh Waktu baca 2 menit 510x dilihat
Meninggalkan Sholat Hingga Berbuat Ghibah Jadi Penyebab Datangnya Siksa Kubur

Bagikan Postingan

Kincai Media, Banyak aspek yang menyebabkan seorang Muslim disiksa di dalam kubur. Penyebab utama adalah meninggalkan kewajiban, malas melaksanakannya, berbuat kezaliman dengan beragam bentuknya. Di antara bentuk kezaliman adalah ghibah, memfitnah, tidak menjaga diri dari najis, berkhianat dan lain sebagainya.

Orang yang wafat sebelum bertobat dari perbuatan haram, seperti zina, homoseksual, judi, riba, mencuri, menipu, lari ketika perang, menyuap, berdusta, mabuk, membunuh, dan menjadi penguasa yang kejam juga mendapat siksa kubur.

Syaikh Mahir Ahmad Ash-Shuffi dalam bukunya Al-Mautu wa alamul barzakh, al-hisab wal aidhu alal-latu al-mizan-al-mushaf -ashshirath-anwa'us syafa'ah menerangkan sebagian jenis dosa yang membikin seseorang mendapat siksa kubur.

Meninggalkan sholat

Allah telah membikin toleransi bagi setiap amalan yang tidak bisa dilakukan, kecuali sholat. Sholat tidak memiliki toleransi. Kewajiban shaum boleh tidak dilakukan oleh orang tua, anak kecil, musafir, dan orang yang sakit. Zakat cuma dilakukan oleh orang yang memiliki nishab dan mencapai haul. Haji mesti dilakukan bagi orang yang mampu.

Sementara sholat, tanggung jawab ini tidak memiliki toleransi sebagaimana di atas. Jika ada orang yang tidak bisa melakukannya sambil berdiri, ia mesti melakukannya sambil duduk. Jika tidak bisa melakukannya sambil duduk, ia mesti melakukannya sambil berbaring. Jika tidak bisa melakukannya sambil berbaring, ia mesti melakukannya dengan isyarat maupun dalam hati. Selama ruh belum sampai ke tenggorokan, tanggung jawab shalat tidak akan gugur.

Oleh karena itu, meninggalkan sholat menjadi penyebab paling besar yang bisa mendatangkan siksa Allah, terutama di lingkungan barzakh. Karena, meninggalkannya dengan sengaja adalah kufur, sedangkan siksa bagi kekufuran sangat dahsyat.

Ghibah dan fitnah

Ibnu Abbas menyampaikan, "Nabi Muhammad SAW pernah melewati dua kuburan dan bersabda, 'Sesungguhnya mereka berdua sedang disiksa. Namun, mereka tidak disiksa karena dosa besar. Yang ini tidak bersuci dari kencingnya dan yang ini berbuat fitnah'."

Kemudian, Rasulullah SAW meminta pelepah kurma dan membagi dua. Beliau menancapkannya di atas kubur kedua orang tersebut, kemudian bersabda, "Mudah-mudahan ini bisa meringankan (siksa) mereka, selama belum kering." (HR Imam Bukhari dan Imam Muslim)

Sementara dalam histori Ahmad dan Ath-Thabrani yang diriwayatkan dari Ya'la bin Siyabah, bahwa Nabi pernah melewati kuburan yang penghuninya sedang disiksa.

Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya orang ini dahulu memakan daging manusia dengan berbuat ghibah." (HR Imam Ath-Thabrani dan Imam Ahmad)

Artikel Lainnya Intisari Islam
↑
Close Right Ads
Close Left Ads