Ilustrasi Kiamat.
Kincai Media, JAKARTA— Air adalah sesuatu yang paling bermutu ketika sulit ditemukan, tetapi sering kali dianggap remeh ketika tersedia melimpah.
Salah satu bentuk kita meremehkan nikmat air adalah dengan menggunakannya secara berlebihan. Bahkan, penghamburan itu terjadi dalam beragam keadaan.
Ketika air yang digunakan bukan air untuk minum, kita statis sering berlebihan dalam penggunaannya, baik untuk mandi, mencuci kendaraan, membersihkan rumah, mengelap beragam perabot, dan keperluan lainnya.
Terlebih lagi jika air tersebut merupakan air hambar yang layak dikonsumsi, sering kali kita menggunakannya tanpa mempertimbangkan bahwa air adalah nikmat yang sangat berharga.
Persoalan ini juga menjadi perhatian bumi pada era sekarang. Karena itu, marilah kita balik merenungkan firman Allah SWT tentang dari mana sebenarnya sumber air yang kita nikmati.
Air yang terdapat di sungai, sumur, maupun mata air, pada hakikatnya berasal dari langit. Allah SWT berfirman:
وَأَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً بِقَدَرٍ فَأَسْكَنَّاهُ فِي الْأَرْضِ وَإِنَّا عَلَى ذَهَابٍ بِهِ لَقَادِرُونَ * فَأَنْشَأْنَا لَكُمْ بِهِ جَنَّاتٍ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ لَكُمْ فِيهَا فَوَاكِهُ كَثِيرَةٌ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ * وَشَجَرَةً تَخْرُجُ مِنْ طُورِ سَيْنَاءَ تَنْبُتُ بِالدُّهْنِ وَصِبْغٍ لِلْآكِلِينَ
“Dan Kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran, kemudian Kami menjadikannya tersimpan di bumi, dan sesungguhnya Kami berkuasa melenyapkannya. Lalu dengan air itu Kami tumbuhkan untukmu kebun-kebun kurma dan anggur. Di dalamnya Anda memperoleh buah-buahan yang banyak dan sebagian darinya Anda makan. Dan Kami tumbuhkan pohon yang keluar dari Gunung Sinai, yang menghasilkan minyak dan bahan pembangkit selera bagi orang-orang yang makan.” (QS Al-Mu’minun: 18–20)