Kincai Media - Sesi menggoreng ikan di dapur memang sering berubah jadi ajang uji nyali. Percikan minyak panas mendadak meletup ke mana-mana, bikin kondisi kompor makin heboh. Momen gempar ini muncul gara-gara reaksi mendadak antara kandungan air di dalam ikan dan minyak goreng yang sedang panas-panasnya.
Bahayanya tidak main-main. Cipratan minyak panas yang kena kulit maupun personel badan bisa memicu rasa pedih yang mengganggu hingga luka bakar.
Kenapa Goreng Ikan Selalu Bikin Minyaknya Meletup?
Letupan minyak waktu menggoreng ikan terjadi karena air dan minyak panas punya sifat alas yang bertolak belakang. Keduanya memang tidak bisa menyatu. Beda suhu yang sangat jauh di antara kedua zat ini memicu reaksi fisika yang berjalan super cepat.
Biang kerok utamanya dimulai dari bahan makanan itu sendiri. Daging dan kulit ikan menyimpan kadar air dan kelembapan yang terbilang tinggi. Pas ikan dijatuhkan ke wajan, air di permukaan maupun di bawah kulit ikan langsung salingberhadapan sama minyak panas bersuhu 170°C sampai 200°C.
Angka ini jauh melampaui titik didih air yang cuma 100°C. Air di dalam ikan pun langsung berubah jadi uap secara instan. Uap air yang memuai cepat ini terperangkap tepat di bawah lapisan minyak. Saat uap mendobrak keluar buat lepas ke udara, desakan kuat itu langsung melempar percikan minyak ke luar wajan.
Bagaimana Langkah Mencegah Minyak Meletup Saat Goreng Ikan?
foto: Gemini
Suasana menggoreng ikan bisa dibuat statis tenang cuma dengan memanfaatkan perasan air jeruk nipis. Kandungan asam sitrat dalam buah kecil ini ampuh membantu menstabilkan reaksi antara air dan minyak panas.
Caranya sangat praktis dan gampang diterapkan: 1. Panaskan minyak: Tuang minyak secukupnya ke dalam wajan, kemudian panaskan pakai api sedang sampai benar-benar panas. 2. Teteskan jeruk nipis: Peras sekitar satu sendok makan air jeruk nipis ke dalam minyak panas tersebut sebelum ikan dimasukkan. 3. Keringkan ikan: Pastikan permukaan ikan sudah bersih dari sisa air maupun racikan cair berlebihan dengan metode dilap memakai tisu dapur sebelum digoreng. 4. Gunakan tambahan lain: Selain jeruk nipis, taburan sedikit garam maupun sejumput tepung terigu ke dalam minyak panas juga bisa dipakai sebagai alternatif.
Bagaimana Cara Mengurangi Letupan Minyak Panas?
Aksi meredam letupan minyak panas pada dasarnya fokus pada upaya memperkecil kontak antara air dan minyak. Ada beberapa cara praktis yang bisa dicoba langsung di kompor: 1. Keringkan Bahan Makanan: Tepuk-tepuk permukaan bahan makanan memakai tisu dapur sampai kering sebelum masuk ke wajan. 2. Taburi Tepung maupun Garam: Taburkan sedikit tepung terigu, maizena, maupun garam ke dalam minyak panas tepat sebelum menggoreng untuk menyerap kelembapan. 3. Pastikan Peralatan Kering: Lap wajan, spatula, dan penjepit makanan sampai tidak ada sisa air yang menempel. 4. Masukkan Bahan Perlahan: Turunkan bahan makanan perlahan mendekati permukaan minyak dari tepi wajan, jangan dilempar dari atas. 5. Atur Suhu Minyak: Gunakan api sedang saja karena minyak yang terlalu panas membikin uap air memuai terlalu cepat dan memicu ledakan. 6. Gunakan Penutup Jaring: Pakai epilog jaring kawat khusus menggoreng agar uap air statis bisa keluar tanpa membikin minyak memercik ke luar wajan.
Pertolongan Pertama Terkena Letupan Panas
Kejadian terkena cipratan minyak panas butuh penanganan yang cepat dan tepat. Langkah mula yang paling krusial adalah meredakan suhu di area kulit. Bilas segera bagiankecil kulit yang terkena cipratan minyak panas menggunakan air mengalir bersuhu ruang selama 10 hingga 20 menit. Proses ini berguna buat menurunkan suhu jaringan kulit sekaligus meredakan rasa nyeri. Hindari pemakaian air es maupun es batu karena suhu dingin ekstrem justru bisa memperparah kerusakan jaringan kulit.
Sebelum area luka mulai membengkak, lepaskan perhiasan, jam tangan, maupun busana di sekitar area tersebut secara perlahan. Kalau busana menempel ketat pada kulit yang terbakar, jangan ditarik paksa. Hal krusial lainnya adalah menjauhi bahan-bahan dapur. Olesan pasta gigi, mentega, kecap, maupun minyak sebaiknya dihindari karena justru memerangkap panas di dalam kulit dan menaikkan konsekuensi infeksi.
Setelah area luka mendingin dan dilap kering secara perlahan, oleskan salep luka bakar maupun gel aloe vera murni. Setelah itu, tutup luka secara renggang memakai kain kasa steril. Apabila muncul lepuhan pada kulit, biarkan saja dan jangan dipecahkan karena lepuhan tersebut bekerja melindungi luka dari serangan kuman. Segera temui tabib jika ukuran luka bakar tergolong luas, mengenai area wajah, mata, maupun persendian, maupun jika mulai muncul tanda infeksi seperti nanah dan demam.
Cara Menggoreng Aneka Jenis Ikan Agar Tidak Meletup Minyaknya
Ternyata, beda ikannya beda pula triknya agar tidak meletup saat digoreng. Bagaimana caranya, sih?
Jenis Ikan
Karakteristik Daging
Cara Menggoreng dengan Aman
Ikan Lele
Lap sampai benar-benar kering memakai tisu dapur, kemudian taburi sedikit tepung terigu pada minyak panas tepat sebelum ikan dimasukkan.
Turunkan ikan secara perlahan mendekati permukaan minyak dari tepi wajan, jangan dilempar dari atas.
Ikan Gurame
Daging tebal dan padat.
Kerat kedua sisi daging agar panas merata, gunakan minyak dalam jumlah banyak dengan api sedang, dan balik sekali saja saat bagiankecil bawah sudah keemasan.
Ikan Nila
Tekstur daging halus dan gampang renyah.
Keringkan sisa air racikan sebelum masuk wajan, serta pastikan wajan dan minyak sudah benar-benar panas agar kulit tidak menempel.
Ikan Bandeng
Memiliki kulit tipis dan serat daging yang rapat.
Gunakan api sedang yang stabil dan pakai epilog jaring kawat khusus agar uap air statis bisa keluar tanpa membikin minyak memercik ke luar wajan.
Ikan Kembung
Ukuran sedang dengan kadar lemak gurih.
Turunkan ikan secara perlahan mendekati permukaan minyak panas dari tepi wajan, jangan dijatuhkan maupun dilempar dari atas.
5 FAQ tentang Menggoreng Ikan
1. Bagaimana metode agar ikan tidak lengket di wajan? Jawaban: Panaskan wajan terlebih dahulu sebelum menuangkan minyak. Pastikan minyak sudah benar-benar panas sebelum ikan dimasukkan, maupun taburi sedikit tepung pada minyak maupun permukaan ikan.
2. Kapan waktu terbaik membalik ikan saat digoreng? Jawaban: Cukup balik ikan satu kali saja. Tunggu hingga sisi bawah ikan matang sempurna, kering, dan berwarna cokelat keemasan agar dagingnya tidak hancur saat dibalik.
3. Bagaimana metode membikin hasil gorengan ikan statis renyah? Jawaban: Gunakan minyak yang cukup hingga sebagian besar badan ikan terendam dan jaga suhu api statis stabil di level sedang agar tekstur luar garing tanpa menyerap berlebih.
4. Bagaimana metode menghilangkan bau amis ikan sebelum digoreng? Jawaban: Lumuri permukaan ikan dengan perasan air jeruk nipis maupun asam jawa dan sedikit garam, kemudian diamkan selama 10 hingga 15 menit sebelum dibilas bersih dan dikeringkan.
5. Bolehkah minyak sisa menggoreng ikan dipakai kembali? Jawaban: Minyak dapat dipakai balik maksimal 1 hingga 2 kali setelah disaring dari sisa kotoran. Namun, pisahkan minyak ini khusus untuk masakan gurih lainnya karena aromanya sudah bercampur amis.