Jakarta -
Berbohong biasanya identik dilakukan oleh anak usia sekolah. Namun, studi membuktikan bahwa bayi usia 8 bulan sudah mulai bisa berbohong, Bunda.
Ya, sebuah penelitian baru yang diterbitkan dalam jurnal Cognitive Development menemukan bahwa anak-anak yang tetap sangat mini juga sudah memahami dan melakukan kebohongan.
Hasil ini apalagi didapat pada anak dengan usia jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya, ialah sejak usia 8 bulan.
Tak selalu mempunyai makna buruk, sebagian besar ini berangkaian dengan proses anak mempelajari dan mencoba memandang apa yang terjadi ketika mereka melakukannya.
Apa artinya jika bayi berbohong?
'Berbohong' dalam studi yang dilakukan ini sedikit berbeda dari jenis ketidakejujuran yang biasanya dikaitkan dengan anak-anak yang lebih besar.
"Hasil studi ini tidak sedang membicarakan ketidakejujuran yang sudah direncanakan seperti yang mungkin dilakukan oleh anak-anak yang lebih besar dan remaja," kata neuropsikolog Sanam Hafeez, PsyD, dikutip dari Parents.
Menurut psikolog klinis Emma Murray, PhD, penulis penelitian ini mendefinisikan penipuan pada usia awal sebagai tindakan 'sengaja melakukan sesuatu yang salah untuk menghindari konsekuensi'.
Murray menambahkan perilaku yang dilaporkan pada bayi lebih mungkin mencerminkan persepsi orang tua daripada perilaku menipu alias mendusta yang 'sebenarnya'.
"Pada usia tersebut, mendusta bisa sesederhana bayi yang menangis. Tapi kemudian dia berakhir menangis setelah digendong orang tua," imbuh Hafeez.
Hal itu juga dapat terlihat pada anak batita yang terburu-buru menyembunyikan cokelat batangan ketika mendengar Bunda mendekat.
Lalu contoh lainnya pada anak berumur 2 tahun yang dengan penuh penolakan berbicara bahwa dia makan apapun, sementara ada remahan biskuit di sekitar mulutnya.
Pada dasarnya, ketidakejujuran dapat terlihat seperti perilaku bayi alias batita yang kocak alias menggemaskan.
"Manipulatif? Mungkin. Namun, ini juga merupakan proses anak belajar memahami apa yang diketahui alias tidak diketahui orang lain, lampau menyesuaikan tindakannya berasas pengetahuan tersebut," ujarnya.
Studi utama tentang perilaku mendusta pada bayi
Dalam studi ini, para peneliti dari University of Bristol meminta orang tua dari lebih dari 750 anak untuk menjawab pertanyaan mengenai perilaku anak mereka yang berangkaian dengan kebohongan.
Pengamatan tersebut mencakup bayi dan anak-anak berumur 0 hingga 47 bulan.
"Sangat menarik untuk mengetahui bahwa keahlian anak dalam mendusta sudah berkembang sejak usia jauh lebih muda dari yang sebelumnya dibayangkan. Ini kemudian semakin berkembang pada tahun-tahun pertama kehidupan mereka hingga akhirnya mereka cukup lihai dan cerdik," ungkap penulis studi, Elena Hoicka, dikutip dari Metro.
Penelitian sebelumnya sering kali berfokus pada perilaku mendusta sebagai sesuatu yang sangat kompleks. Hal ini sudah memerlukan keahlian berkata yang baik, serta pemahaman yang lebih matang mengenai pikiran dan perspektif pandang orang lain.
Menurut penulis penelitian, laporan paling awal mengenai seorang anak yang memahami dan melakukan ketidakejujuran ditemukan pada usia 8 bulan.
Selain itu, dari hasil studi ditemukan 25 persen anak diperkirakan sudah memahami tentang mendusta pada usia 18 bulan dan melakukannya pada usia 16 bulan.
Mengapa bayi dan anak terkadang berbohong?
Pada anak yang usianya tetap sangat kecil, perilaku ini bukan berasal dari kemauan untuk memanipulasi alias memperdaya secara sengaja, tetapi lebih mungkin merupakan bagian dari perkembangan anak yang normal.
"Perilaku ini pada bayi pada dasarnya merupakan salah satu tanda perkembangan otak, bukan tanda ancaman dalam perilaku, dan penelitian ini melakukan perihal krusial dengan melihatnya dari perspektif pandang tersebut," ungkap Hafeez.
Ia mengatakan bahwa anak di usia ini umumnya tetap banyak bereksperimen, yang bisa menunjukkan bahwa kepintaran sosial berkembang lebih awal daripada yang sebelumnya diperkirakan para peneliti.
Dokter ahli anak, Molly O’Shea, MD, mempunyai pandangan yang serupa. Menurutnya, perilaku ini merupakan bagian yang normal dari perkembangan dan merupakan tanda bahwa otak anak berkembang dengan baik.
Untuk berbohong, anak kudu menyadari bahwa orang tersebut mengetahui sesuatu yang tidak diketahuinya, serta kudu dapat memprediksi gimana orang tersebut bakal merespons perilakunya.
"Itu betul-betul merupakan corak pemikiran yang cukup kompleks untuk anak berumur 1 alias 2 tahun," kata O’Shea.
Masih diperlukan studi lebih lanjut
Meskipun temuan penelitian ini tentu menarik, para mahir sepakat bahwa penelitian lebih lanjut juga diperlukan untuk bisa memahami sepenuhnya.
Murray menjelaskan bahwa lantaran temuan penelitian ini didasarkan pada perspektif orang tua, susah untuk mengetahui secara pasti dari perspektif pandang bayi.
Diperlukan lebih banyak penelitian yang dapat memisahkan pengaruh persepsi orang tua mengenai niat anak dari perilaku bayi yang sebenarnya.
"Poin utama yang dapat diambil dari penelitian ini adalah bahwa anak-anak dapat mendusta jauh lebih awal daripada yang diperkirakan sebelumnya," ungkap Hafeez.
Bagaimana orang tua perlu menyesuaikan pengasuhan?
Bagi sebagian orang tua, salah satu perihal yang dapat dipetik dari penelitian ini adalah agar bisa lebih tenang dan tidak terlalu keras terhadap anak ketika memandang perilaku yang tampak seperti berbohong.
"Orang tua yang mengetahui bahwa ketidakejujuran pada masa kanak-kanak merupakan bagian normal dari perkembangan diharapkan bisa lebih hati-hati dalam bereaksi," pesan Hafeez.
Hal ini krusial lantaran respons pengasuh terhadap perilaku tersebut turut membentuk rasa percaya anak yang sedang berkembang.
Meski demikian, wajar jika Bunda juga merasa frustrasi alias tertekan ketika anak mulai berbohong, terutama ketika anak memasuki usia batita alias prasekolah.
"Jika orang tua kewalahan ketika anak mendusta terus-menerus, cobalah cari kemungkinan penjelasan lain yang sesuai dengan tujuan pengasuhan Anda," kata Murray.
Itulah penjelasan tentang ketidakejujuran pada anak-anak sejak dini. Kebiasaan mendusta yang bersambung pada anak alias perilaku negatif lainnya juga sebaiknya dikonsultasikan dengan master anak alias psikolog ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·