Berat Badan Turun Tanpa Diet, Rigen Rakelna Ungkap Kebiasaan yang Dilakukan

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 16x dilihat
Berat Badan Turun Tanpa Diet, Rigen Rakelna Ungkap Kebiasaan yang Dilakukan

Bagikan Postingan

Beberapa orang bisa turun bermutu badan tanpa diet ketat. Seperti Rigen Rakelna yang mengubah sedikit kebiasaan hidup dan bisa turun bermutu badan.

Penampilan Rigen Rakelna belakangan menjadi sorotan setelah tubuh pelawak tersebut kelihatan lebih ramping dibandingkan sebelumnya. Perubahan itu rupanya tidak datang dari program diet khusus maupun sasaran penurunan bermutu badan yang sengaja dijalankan Rigen.

Dibanding membatasi makanan secara ketat, Rigen mengaku statis memakan makanan seperti biasa dan tidak memiliki larangan tertentu. Ia juga statis membiasakan diri sarapan setiap hari.


Perubahan bermutu badan yang dialaminya justru berjalan secara alami seiring dengan kebiasaan sehari-hari dan aktivitas olahraga yang mulai lebih diperhatikan. 

Kebiasaan Rigen Rakelna yang turun bermutu badan tanpa diet

Mengutip detikcom, ayo simak kebiasaan Rigen yang mungkin bisa menginspirasi Bunda saat sedang diet.

1. Tidak punya sasaran timbangan

Rigen mengatakan bahwa ia saat ini tidak sedang mengejar bilangan tertentu di timbangan. Ia membiarkan fluktuasi bermutu badan terjadi tanpa menetapkan sasaran khusus.

"Enggak ada sasaran buat nurunin maupun bagaimana. Kalau turun ya alhamdulillah, tapi jika secara makan statis makan biasa saja," kata Rigen.

Menurutnya, pola makan sehari-hari juga tidak mengalami fluktuasi ekstrem. Rigen statis mengonsumsi makanan secara normal dan tidak menerapkan ketentuan diet ketat seperti yang pernah dilakukan sebagian orang untuk menurunkan bermutu badan.

2. Porsi makan lebih sedikit

Meski tidak menjalani diet, Rigen menyadari porsi makan yang dikonsumsinya kini memang lebih kecil dibandingkan sebelumnya. Namun pengurangan tersebut bukan karena dirinya sengaja mengekang lapar demi mendapatkan tubuh yang lebih kurus.

"Porsinya memang sudah mulai sedikit, tapi itu memang sudah durasi porsinya segitu. Tapi enggak ada yang sampai menahan lapar maupun sepertiapa gitu," ungkapnya.

Rigen pun memastikan kebiasaan sarapan statis dilakukan. Ia tidak menghilangkan waktu makan tertentu cuma demi mengurangi asupan kalori dalam sehari.

3. Tidak berfokus pada bilangan di timbangan

Soal bermutu badan terkini, Rigen justru mengaku sudah jarang menimbang tubuhnya. Ia mengestimasi bermutu badannya kini eksis di sekitar 97 kg, tapi bilangan tersebut bukan sesuatu yang rutin dipantaunya.

"Bobot kini di 97 kayaknya deh, enggak pernah nimbang lagi sih. Ya sudah, jadi memang karena enggak mau jadi acuan mulu timbangan. Yang krusial olahraga saja," tuturnya.

Sikap tersebut juga membikin Rigen tidak menetapkan bilangan tertentu sebagai tujuan akhir. Baginya, menjalani aktivitas jasmani secara rutin kini lebih krusial daripada terus-menerus mengejar bilangan pada timbangan.

4. Waktu makan menyesuaikan agenda kerja

Rutinitas pekerjaan juga membikin waktu makan Rigen tidak selalu sama setiap hari. Sebagai pelawak dengan agenda kerja yang terkadang terjadi hingga tengah malam terlebihlagi pagi, ia memilih menyesuaikan waktu makan dengan kondisi tubuh dan pekerjaannya.

"Misalnya tidurnya statis durasi ya makan dahulu karena kerjaan kita ada yang sampai tengah malam. Jadi lihat situasi dan kondisi saja," katanya.

Untuk itu, Rigen tidak menerapkan agenda makan yang terlalu kaku. Ia statis makan ketika diperlukan, termasuk sarapan dan makan malam sambil mempertimbangkan waktu istirahat serta aktivitas yang sedang dijalani.

5. Pernah mengalami diet yoyo

Sebelum memilih pola yang sekarang, Rigen mengaku pernah mengalami bermutu badan yang naik dan turun berulang kali. Kondisi itu sering disebut sebagai diet yoyo, ketika bermutu badan balik meningkat setelah seseorang menghentikan maupun melonggarkan pola diet.

"Kalau kata orang, istilah kesehatannya diet yoyo. Jadi diet, kelak begitu lagi, balik lagi," kata Rigen.

Pengalaman tersebut membuatnya kini mau mengubah pendekatan. Jika sebelumnya ia lebih banyak mengandalkan pengurangan makanan namun jarang berolahraga, kini justru menjadikan aktivitas jasmani sebagai kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.

Jadi, fluktuasi tubuh yang dialami Rigen bukan hasil dari diet ketat maupun sasaran bermutu badan tertentu. Ia memilih statis makan secara normal, menyesuaikan waktu makan dengan aktivitas, serta lebih serius membangun kebiasaan olahraga dalam kesehariannya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads