Bunda mau turun berat badan saat Lebaran? Mungkin kisah diet kali ini bisa menginspirasi Bunda.
Menurunkan berat badan dalam waktu singkat sering kali dianggap mustahil tanpa support obat diet alias metode ekstrem. Namun seorang mahir nutrisi membuktikan perihal sebaliknya.
Dengan pola makan tertentu yang disiplin, seseorang bisa menurunkan hingga sekitar 6 kg hanya dalam 16 hari tanpa perlu suntikan lemak maupun menahan lapar berlebihan. Kok bisa?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Metode diet ini diperkenalkan oleh mahir nutrisi asal London berjulukan Petronella Ravenshear. Ia membagikan pengalaman pribadi sekaligus pola makan yang disebut bisa membantu banyak kliennya menurunkan berat badan secara signifikan dengan mengatur kembali sistem pencernaan dan hormon tubuh.
Bagaimana caranya? Mengutip The Sun, mari simak kisah diet Petronella Ravenshear yang turun berat badan 6 kg dalam 16 hari.
Mulai diet lantaran berat badan naik saat menopause
Petronella mengungkapkan bahwa dirinya sejak muda mempunyai tubuh ramping dengan berat sekitar 50 kg. Ia juga terbiasa mengenakan busana ukuran mini tanpa kesulitan.
Saat memasuki usia 50 tahun dan mengalami menopause, tubuhnya mulai berubah. Berat badannya naik hingga sekitar 14 kg meski merasa tidak mengubah pola makan secara drastis.
Sebagai mahir nutrisi, awalnya dia mengira kenaikan berat badan biasanya disebabkan oleh makan berlebihan alias kurang berolahraga. Namun dia mulai menyadari bahwa banyak wanita yang datang ke kliniknya mengaku mengalami perihal serupa.
Mereka merasa sudah makan lebih sedikit dan lebih giat berolahraga, tapi berat badan justru terus bertambah. Pengalaman itu membikin Petronella akhirnya menyadari bahwa perubahan hormon juga berkedudukan besar dalam metabolisme tubuh.
Terinspirasi dari klien
Petronella kemudian mencoba terapi hormon alias Hormone Replacement Therapy (HRT) untuk membantu mengatasi indikasi menopause. Terapi tersebut memang menghentikan kenaikan berat badan, tapi tidak membuatnya kembali langsing.
Untuk itu, dia kembali menerapkan pola makan yang sebelumnya direkomendasikan kepada para klien. Program tersebut dia beri nama 'Human Being Diet', sebuah metode diet yang dirancang untuk mengatur ulang sistem pencernaan dan pola metabolisme tubuh.
Cara turun 6 Kg dalam 16 hari tanpa obat diet
Diet ini terdiri dari empat fase yang dilakukan secara berjenjang selama beberapa minggu. Mari simak fase diet yang dilakukan Petronella.
Fase persiapan: 2 hari makan sayur
Tahap pertama disebut sebagai fase persiapan yang berjalan selama dua hari. Pada fase ini, pelaku diet hanya diperbolehkan mengonsumsi sayuran tiga kali sehari.
Meski terdengar sederhana, Petronella mengakui tahap awal ini tidak mudah dilakukan. Ia apalagi sempat merasa jengkel lantaran hanya boleh makan sayuran.
Fase ini bermaksud membantu tubuh mulai beradaptasi dan membersihkan pola makan sebelumnya sebelum memasuki tahap berikutnya.
Fase reset: Hari ke-3 sampai ke-16
Setelah dua hari pertama selesai, diet bersambung ke fase kedua yang berjalan dari hari ketiga hingga hari ke-16. Tahap ini disebut sebagai fase reset lantaran tubuh mulai diperkenalkan kembali dengan beragam nutrisi penting.
Pada fase ini, menu makanan dapat ditambah dengan:
- Kacang-kacangan
- Biji-bijian
- Buah
- Sumber protein
Menurut Petronella, fase ini sangat krusial lantaran membantu menstabilkan hormon dan menurunkan kadar insulin sehingga tubuh lebih mudah membakar lemak.
Fase pembakaran lemak
Setelah melewati 16 hari pertama, diet memasuki fase ketiga yang disebut fase pembakaran. Tahap ini berjalan minimal selama 10 minggu.
Pada fase ini, pelaku diet boleh mulai menambahkan extra virgin olive oil ke dalam makanan. Kemudian diperbolehkan satu kali 'treat meal' alias makan bebas setiap minggu.
Produk susu tanpa gula juga bisa dikonsumsi saat sarapan. Bahkan alkohol diperbolehkan dalam jumlah terbatas saat makan bebas, meski disarankan tidak lebih dari satu hingga dua gelas.
Aturan yang perlu diperhatikan
Program Human Being Diet juga mempunyai sejumlah patokan yang kudu dipatuhi agar hasilnya maksimal. Beberapa di antaranya seperti makan tiga kali sehari tanpa camilan dan memberi jarak lima jam antar waktu makan.
Selain itu, Bunda hanya dianjurkan minum air putih di antara waktu makan. Makan juga disarankan selesai sebelum pukul 21.00 dan setiap menu kudu diawali dengan sumber protein.
Dalam 16 hari pertama, gula, biji-bijian, alkohol, serta minyak sebaiknya dihindari. Menariknya, diet ini menyarankan makan satu buah apel setiap hari.
Olahraga intens alias kardio tidak dianjurkan pada fase awal lantaran dianggap dapat meningkatkan hormon stres kortisol yang justru menghalang pembakaran lemak.
Fase terakhir: Gaya hidup jangka panjang
Tahap terakhir adalah fase keempat yang berfokus pada perubahan pola hidup jangka panjang. Pada fase ini, Bunda diharapkan sudah memahami pola makan sehat dan bisa menjaga berat badan tetap stabil.
Bunda dapat menambah satu kali lagi makan bebas setiap minggu dan menyesuaikan porsi makanan jika berat badan tetap terkontrol. Menurut Petronella, metode ini telah membantu ratusan wanita mencapai berat badan yang diinginkan.
Dalam beberapa kasus, penurunan hingga sekitar 6 kg dalam waktu lebih dari dua minggu ketika patokan diet dijalankan secara konsisten.
Meski demikian, para mahir tetap mengingatkan bahwa setiap orang mempunyai kondisi tubuh berbeda. Oleh lantaran itu, krusial untuk menyesuaikan program diet dengan kebutuhan kesehatan masing-masing. Tertarik mencoba metode diet ini di rumah, Bunda?
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·