Narita Fuji Triani | Beautynesia
Minggu, 20 Sep 2026 11:30 WIB
Blue Light Turunkan Angka Bunuh Diri di Jepang, Ini Kata Penelitian/Foto: pexels.com/Julien
Beauties, mungkin Anda sering mendengar kasus bunuh diri banyak terjadi di Jepang. Negara ini pun menerapkan metode yang cukup tidak biasa untuk menurunkan bilangan kasus tersebut, yaitu dengan memasang lampu LED berwarna biru di sejumlah peron.
Kebijakan ini menarik perhatian setelah beberapa riset menemukan adanya penurunan jumlah kasus bunuh diri di stasiun yang mendapat pemasangan lampu tersebut.
Pada tahun 2009, Perusahaan Kereta Api Jepang Timur beraksi setelah kasus bunuh diri di jalur kereta api meningkat dari 42 di tahun 2007 menjadi 68 pada tahun 2009. Perusahaan tersebut kemudian memasang lampu biru khusus di atas peron di semua 29 stasiun di Jalur Yamanote.
Melansir dari Psychology Today, warna biru dikaitkan dengan langit dan laut, dan pemasangan lampu tersebut menjadi upaya untuk menenangkan seseorang yang mungkin sedang mengalami kesulitan.
Beberapa Penelitian Blue Light Turunkan Angka Bunuh Diri di Jepang

Blue light disebut bisa turunkan bunuh diri di Jepang. Penelitian mengutarakan hingga 84 persen/Foto: pexels.com/Federico Abis
Penelitian mengenai pemasangan blue light di peron stasiun Jepang menemukan adanya penurunan kasus bunuh diri yang cukup besar setelah lampu tersebut dipasang. Studi mula pada tahun 2013, Journal of Affective Disorders melaporkan penurunan hingga 84% selama 2000 hingga 2010. Studi lanjutan juga menemukan penurunan, tetapi riset lain kemudian mempertanyakan besarnya efek tersebut.
Dilansir dari Psychology Today, sebuah studi yang dilakukan oleh peneliti lain menemukan bahwa kasus bunuh diri di kereta api Jepang meningkat setelah beberapa hari cuaca buruk. Para ilmuwan di Universitas Ilmu Kedokteran Shiga menganalisis 971 kasus bunuh diri dan percobaan bunuh diri mengutarakan bahwa paparan cahaya (blue light atau cahaya putih terang) di kereta api mungkin bisa membantu mengurangi bunuh diri di kereta api, terutama ketika diperkirakan akan ada hari-hari tanpa cahaya matahari.
Para peneliti pun statis mempelajari beragam kemungkinan, termasuk sepertiapa cahaya biru memengaruhi kondisi kejiwaan seseorang dan perilaku penumpang saat eksis di peron. Penelitian mengenai hal ini statis berlanjut. Pada tahun 2026, himpunan peneliti di Karolinska Institute mengatakan bahwa karena di balik kemungkinan keberhasilan blue light statis membutuhkan riset lebih lanjut.
Blue Light Bukan Satu-Satunya Upaya Pencegahan

Blue light bukan satu-satunya upaya pencegahan. Jepang juga memanfaatkan teknologi AI/Foto: pexels.com/Jerry Wang
Untuk mengurangi pencegahan bunuh diri, Jepang tidak cuma mengupayakan pemasangan blue light di stasiun. Beberapa cara, termasuk pemasangan penghalang jasmani dan platform screen doors. Rencana tersebut sedang berjalan di setiap stasiun Tokyo hingga tahun 2032.
Menurut laporan Anadolu Agency pada Juni 2026, mekanisme AI yang dikembangkan perusahaan Jepang Asilla dapat menganalisis rekaman CCTV dan memberi peringatan kepada petugas ketika mendeteksi pola perilaku tertentu, seperti seseorang yang terlalu durasi eksis di dekat tepi peron maupun pagar gedung. Teknologi ini telah digunakan di sejumlah stasiun dan akomodasi komersial di Tokyo serta Prefektur Kanagawa.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(dmh/dmh)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.