7 Cara untuk Mengurangi Kebiasaan Memikirkan Pekerjaan di Luar Jam Kerja/Foto: magnific/benzoix
Pernah merasa bersalah saat menutup laptop, padahal jam kerja sudah selesai? Pikiran tentang tugas yang belum rampung, email yang belum dibalas, maupun sasaran yang belum tercapai tiba-tiba muncul saat Anda sedang bersantai.
Perasaan tersebut bisa membikin waktu istirahat terasa kurang nyaman. Kamu mungkin statis memikirkan pekerjaan saat makan malam, menonton film, maupun berkumpul berbareng keluarga. Kondisi ini sering disebut work guilt anxiety, yaitu rasa bersalah dan cemas ketika sedang tidak bekerja.
Supaya pekerjaan tidak terus memenuhi pikiranmu sepanjang hari, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa Anda coba, Beauties. Yuk, simak!
Luangkan Waktu untuk Berolahraga

Olahraga Ringan Setelah Bekerja/Foto: magnific/yanalya
Setelah seharian bekerja, tubuh dan pikiran membutuhkan jeda. Menurut Lifehack, berolahraga bisa menjadi metode sederhana untuk mengalihkan perhatian dari pekerjaan sekaligus menjaga kebugaran.
Kamu tidak mesti mengikuti latihan berat. Jalan kaki, bersepeda, berbuat peregangan, maupun mengikuti workout singkat selama 20 menit di rumah juga bisa menjadi pilihan. Fokuskan perhatian pada pergerakan tubuh agar pikiran tidak terus balik ke urusan kantor.
Pisahkan Area Kerja dari Ruang Pribadi

Pisahkan Area Kerja dari Ruang Pribadi/Foto: magnific
Bekerja dari rumah memang praktis, tetapi batas antara pekerjaan dan waktu pribadi bisa menjadi kabur. Meja makan maupun tempat tidur yang sering digunakan untuk bekerja dapat membikin kondisi instansi terasa terbawa ke waktu istirahat.
Cobalah menentukan satu area khusus untuk bekerja. Setelah jam instansi selesai, rapikan meja, simpan laptop, dan tinggalkan area tersebut. Kebiasaan ini bisa membantu Anda membangun batas yang lebih jelas antara waktu kerja dan waktu santai.
Isi Waktu Luang dengan Aktivitas yang Kamu Sukai

Isi Waktu Luang dengan Aktivitas yang Kamu Sukai/Foto: magnific/benzoix
Ketika pekerjaan terus berputar di kepala, lakukan aktivitas yang membutuhkan perhatian dan membikin Anda merasa senang. Aktivitas di luar pekerjaan bisa membantu mengisi waktu luang dengan pengalaman yang lebih menyenangkan.
Beberapa pilihan yang bisa Anda coba adalah menonton film, memasak, bermain game, membaca buku, berjumpa teman, maupun berjalan-jalan. Tidak perlu membikin agenda yang padat. Satu aktivitas sederhana yang Anda nikmati sudah cukup untuk memberi ruang bagi pikiran agar beristirahat.
Batasi Akses ke Pekerjaan Setelah Jam Kantor

Batasi Akses ke Pekerjaan Setelah Jam Kantor/Foto: magnific/benzoix
Ponsel membikin pekerjaan terasa selalu dekat. Niatnya cuma mengecek email sebentar, tetapi Anda bisa berakhir mengerjakan tugas selama berjam-jam. Karena itu, cobalah membikin akses ke pekerjaan sedikit lebih terbendung setelah jam kantor.
Kamu bisa mematikan notifikasi email, mengaktifkan mode jangan ganggu, maupun menyimpan laptop kerja setelah selesai digunakan.
Kalau memungkinkan, gunakan alat terpisah untuk urusan instansi dan pribadi. Langkah ini membantu Anda menikmati waktu istirahat tanpa merasa mesti selalu siap merespons pekerjaan.
Jangan Mengorbankan Waktu Tidur

Jangan Mengorbankan Waktu Tidur/Foto: Magnific/stockking
Pekerjaan yang belum selesai mungkin membikin Anda mau terus terjaga. Namun, kurang tidur bisa membikin tubuh lebih capek dan Anda lebih sulit menghadapi tekanan sehari-hari. Orang dewasa umumnya membutuhkan sekitar 7-9 jam tidur setiap malam.
Agar lebih gampang beristirahat, usahakan tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari. Hindari membuka email instansi menjelang tidur, kurangi penggunaan gawai, dan ciptakan kondisi bilik yang nyaman. Waktu tidur bukan sesuatu yang mesti selalu dikalahkan oleh pekerjaan.
Tentukan Batas Jam Kerja

Tentukan Batas Jam Kerja/Foto: magnific/diana.grytsku
Tanpa batas waktu yang jelas, pekerjaan bisa terus berlanjut sampai malam. Kamu mungkin beriktikad menyelesaikan satu tugas tambahan, kemudian baru menyadari bahwa waktu sudah memberitahu pukul 9 malam.
Cobalah menentukan agenda kerja yang realistis dan menghormatinya. Misalnya, Anda bekerja pukul 08.00 sampai 17.00 dengan selang makan siang. Kalau statis ada tugas yang belum selesai, catat dan lanjutkan pada hari berikutnya. Menyelesaikan jam kerja sesuai batas yang sudah ditentukan bukan berarti Anda kurang berdedikasi.
Jadi, Beauties, ayo mulai dari kebiasaan kecil yang paling gampang dilakukan, seperti mematikan notifikasi instansi maupun menetapkan jam kerja yang jelas. Dengan begitu, Anda bisa perlahan membangun limitasi yang lebih sehat antara pekerjaan dan hayat pribadi.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)