Cairan Keluar Dari Organ Intim Saat Hamil, Kapan Harus Ke Dokter?

Jun 25, 2026 09:40 PM - 2 jam yang lalu 49

Jakarta -

Cairan keluar dari organ intim saat mengandung sering dikeluhkan oleh banyak calon Bunda. Lantas, apakah kondisi ini tergolong serius untuk mendapatkan penanganan medis?

Perlu diketahui, cairan yang keluar dari organ intim selama mengandung umumnya merupakan kondisi normal. Bunda sebaiknya tidak usah panik selama tidak ada keluhan lainnya.

Dilansir laman Today's Parent, cairan yang keluar dari memek saat mengandung umumnya adalah urine. Cairan dapat keluar saat Bunda refleks melakukan aktivitas kecil, seperti bersin, batuk, alias tertawa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Rahim yang membesar dapat memberi tekanan langsung pada kandung kemih, mengurangi kapabilitas fungsionalnya, memengaruhi hormon kehamilan, serta melunakkan ligamen, dan jaringan ikat yang menopang otot dasar panggul," kata master ahli obstetri dan ginekologi, dr. Brooke Vandermolen.

"Kondisi tersebut bisa membikin sfingter uretra kewalahan dan menjadi lebih sensitif terhadap sesuatu yang sederhana seperti batuk, bersin, alias tertawa."

Sebagian besar kebocoran urine selama kehamilan termasuk dalam kategori normal. Cairan biasanya mudah keluar di trimester kedua dan ketiga ketika bayi menekan kandung kemih.

Selain lantaran urine, cairan yang keluar dari organ intim selama mengandung juga bisa disebabkan lantaran keputihan normal. Ya, keputihan dapat meningkat selama kehamilan dan bisa membikin busana dalam basah.

Keputihan dianggap normal jika warnanya cerah alias putih dan tidak berbau. Tubuh biasanya memproduksi lebih banyak cairan ini selama kehamilan untuk membantu melindungi organ intim dari infeksi.

Dalam kasus yang jarang terjadi, cairan bisa jadi adalah air ketuban. Pada kondisi tersebut, Bunda perlu waspada.

Ciri air ketuban rembes

Cairan ketuban yang rembes bisa jadi susah ditebak. Banyak Bunda sering kali salah mengartikannya sebagai urine alias keputihan. Lantas, apa pembedanya?

"Cairan ketuban biasanya bening dan relatif tidak berbau, dan karakter yang membedakannya dari cairan lain adalah cairan tersebut terus keluar saat kita duduk, berdiri, alias bergerak. Hal itu berbeda dengan urine, yang keluar terutama dalam posisi tertentu," ungkap Vandermolen.

Berikut penjelasan lebih rinci tentang karakter air ketuban yang perlu Bunda ketahui:

1. Cairan terus keluar

Tidak seperti urine yang bocor lampau berhenti, cairan ketuban condong terus mengalir. Jika Bunda memperhatikan adanya kelembapan yang terus menerus dan tidak berakhir saat mengubah posisi alias menggunakan bilik mandi, maka itu perlu diwaspadai.

2. Cairan encer dan bening alias berwarna kuning pucat

Cairan ketuban biasanya tipis dan encer, alias tidak kental seperti keputihan. Warnanya bisa betul-betul bening alias sedikit kekuningan. Jika cairan tampak kehijauan, kecoklatan, alias mempunyai warna apa pun, segera hubungi master ya.

3. Tidak berbau seperti urine

Cairan ketuban umumnya tidak berbau alias mempunyai aroma yang sangat samar. Bila tercium aroma yang tajam seperti amonia, kemungkinan ini adalah urine.

Kapan kudu ke dokter?

Keluarnya cairan dari organ intim selama mengandung tetap perlu diwaspadai. Berikut beberapa tanda ancaman di mana Bunda perlu segera ke master jika cairan keluar dari vagina:

  • Semburan cairan tiba-tiba yang membasahi busana dalam
  • Aliran cairan encer yang terus menerus dan tidak berhenti
  • Adanya perdarahan alias cairan berwarna merah muda
  • Cairan berbau busuk dan berwarna cokelat alias hijau
  • Gerakan janin berkurang alias bayi terasa lebih tenang dari biasanya
  • Disertai demam alias menggigil
  • Detak jantung cepat
  • Penurunan berat badan
  • Bunda merasa tidak lezat badan tanpa tahu penyebabnya.

Demikian ragam penyebab cairan keluar dari organ intim saat mengandung dan tanda-tanda yang perlu diwaspadai. Semoga info ini berfaedah ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Selengkapnya