Cara Jepang cetak bintang sepak bola menjadi salah satu topik yang menarik perhatian dunia. Di tengah kekuasaan negara-negara Eropa dan Amerika Selatan dalam sejarah sepak bola internasional, Jepang sukses membangun pemain yang unik dan hebat.
Mengutip FIFA, keberhasilan sepak bola Jepang tidak hanya ditopang oleh akademi dan kejuaraan profesional, tetapi juga oleh kuatnya keterkaitan antara pendidikan dan olahraga sejak usia dini.
Cara Jepang cetak bintang sepak bola apalagi melibatkan sekolah menengah hingga universitas sebagai bagian krusial dari jalur pengembangan pemain. Berkat sistem tersebut, banyak pesepak bola Jepang bisa berkembang secara teknis, akademis, dan mental sebelum terjun ke level profesional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu, seperti apa sistem yang membikin Jepang sukses mencetak bintang sepak bola bumi sejak usia anak-anak? Simak penjelasannya dalam tulisan berikut ini, Bunda.
Cara Jepang cetak bintang sepak bola bumi sejak usia anak-anak
Jepang sekarang dikenal sebagai salah satu negara dengan sistem pembinaan sepak bola terbaik di Asia. Kesuksesan Tim Nasional Jepang alias Samurai Blue di beragam arena internasional bukanlah hasil instan. Di kembali pencapaian tersebut terdapat sistem pengembangan pemain yang terstruktur sejak usia anak-anak hingga dewasa.
FIFA menilai bahwa salah satu kekuatan terbesar sepak bola Jepang terletak pada perpaduan unik antara pendidikan dan olahraga. Tidak hanya konsentrasi mencetak atlet berbakat, Jepang juga membentuk karakter, kedisiplinan, serta keahlian berpikir para pemain melalui lingkungan sekolah dan universitas.
Awal kebangkitan sepak bola Jepang
Salah satu titik krusial dalam perkembangan sepak bola Jepang terjadi pada tahun 1993 ketika J-League resmi dibentuk. Kehadiran liga ahli ini menjadi langkah besar untuk meningkatkan kualitas sepak bola nasional yang sebelumnya tertinggal dibandingkan negara-negara kuat dunia.
Meski sepak bola ahli berkembang pesat, Jepang tetap mempertahankan budaya olahraga sekolah yang sangat kuat. Kompetisi antar pelajar dan klub sekolah menjadi bagian krusial dalam menemukan serta mengembangkan bakat-bakat muda.
Berbeda dengan banyak negara lain yang mengandalkan akademi klub profesional, Jepang memberikan ruang besar bagi sekolah menengah untuk menjadi pusat pembinaan pemain.
Turnamen sepak bola tingkat SMA di Jepang mempunyai ketenaran yang luar biasa. Pertandingan-pertandingan tersebut disaksikan oleh banyak fans dan sering menjadi arena pencarian talenta bagi klub-klub profesional.
Salah satu contoh sukses adalah Keisuke Honda. Legenda Jepang tersebut tidak berkembang melalui akademi elit, melainkan melalui tim sepak bola SMA Seiryo High School setelah kandas masuk tim U-18 Gamba Osaka. Dari sana, bakatnya berkembang hingga akhirnya menjadi salah satu pemain terbaik Jepang sepanjang masa.
Keunikan lain dari sistem Jepang adalah kuatnya kejuaraan sepak bola universitas. Di banyak negara, pemain berbakat biasanya langsung menjadi ahli setelah lulus sekolah menengah. Namun di Jepang, banyak pemain memilih melanjutkan pendidikan tinggi sembari terus mengembangkan keahlian sepak bolanya.
Kompetisi universitas di Jepang mempunyai kualitas yang sangat tinggi, apalagi sering dianggap setara dengan klub-klub ahli di bagian bawah J-League. Para pemain mendapatkan lebih banyak menit bermain dan pengalaman bertanding dibandingkan pemain muda yang langsung masuk tim profesional.
Beberapa nama besar yang lahir dari jalur universitas antara lain Kaoru Mitoma dan Kyogo Furuhashi. Keduanya sekarang bermain di level tertinggi sepak bola internasional dan menjadi jagoan Timnas Jepang.
Pada Piala Dunia Qatar 2022, sembilan pemain skuad Jepang diketahui berasal dari jalur pendidikan universitas. Hal ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga wadah efektif untuk mengembangkan talenta sepak bola.
Fokus pada pembentukan karakter
Salah satu aspek yang membikin sistem Jepang berbeda adalah konsentrasi besar terhadap pembentukan karakter pemain. Di lingkungan sekolah maupun universitas, para atlet diajarkan pentingnya tanggung jawab, kerja keras, rasa hormat, serta keahlian mengelola diri.
Nilai-nilai tersebut dianggap sama pentingnya dengan keahlian teknis di lapangan. Pemain tidak hanya dituntut menjadi atlet hebat, tetapi juga perseorangan yang bisa menghadapi tekanan, mengambil keputusan, dan terus belajar sepanjang pekerjaan mereka.
Pendekatan inilah yang membikin banyak pemain Jepang dikenal mempunyai etos kerja tinggi, disiplin, serta mentalitas kuat saat bermain di kejuaraan Eropa maupun arena internasional.
Mengapa sistem pendidikan bola di Jepang efektif?
Ada beberapa argumen kenapa sistem Jepang sukses mencetak pemain berbobot dunia:
- Pembinaan dimulai sejak usia awal melalui sekolah dan organisasi lokal.
- Kompetisi sekolah menengah berjalan kompetitif dan berjenjang.
- Universitas menyediakan jalur pengembangan tambahan sebelum masuk level profesional.
- Pendidikan melangkah seiring dengan pengembangan olahraga.
- Pembentukan karakter menjadi prioritas utama.
- Pemain mendapatkan banyak kesempatan bertanding dan berkembang sesuai usia.
Melalui sistem tersebut, Jepang sukses membangun sepak bola yang berkelanjutan. Sistem inilah yang membikin negara tersebut terus melahirkan pemain berbobot bumi dan menjadi salah satu kekuatan sepak bola paling konsisten di Asia hingga saat ini.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·