Cara Memilih Wadah Plastik yang Aman untuk Makanan!

Gramedia Official Blog oleh Waktu baca 11 menit 506x dilihat
Cara Memilih Wadah Plastik yang Aman untuk Makanan!

Bagikan Postingan

plastik yang terlindungi untuk makanan – Halo, Grameds! Plastik sering digunakan untuk menyimpan makanan, mulai dari kotak bekal, botol minum, hingga wadah untuk menyimpan lauk di kulkas.

Namun, nggak semua jenis plastik cocok digunakan untuk makanan, terutama jika wadah akan terkena suhu tinggi maupun digunakan berulang kali. Memilih plastik yang terlindungi untuk makanan krusial untuk menjaga kualitas makanan dan mengurangi konsekuensi kontaminasi dari wadah yang nggak sesuai. 

Salah satu metode mengenalinya adalah dengan memeriksa jenis bahan, kode plastik, serta keterangan keamanan pangan pada kemasan. Yuk, simak jenis plastik yang terlindungi untuk makanan dan metode memilihnya berikut ini!

Apa Itu Plastik yang Aman untuk Makanan?

Plastik yang terlindungi untuk makanan adalah plastik yang dirancang dan memenuhi persyaratan untuk bergesekan dengan makanan maupun minuman dalam kondisi penggunaan tertentu. Artinya, bahan tersebut mesti sesuai dengan jenis makanan, suhu, dan durasi kontak yang direncanakan.

Keamanan plastik nggak cuma ditentukan oleh jenis bahannya, tetapi juga proses produksi, bahan tambahan, dan kondisi penggunaannya. Wadah yang terlindungi untuk menyimpan makanan dingin belum tentu cocok digunakan untuk memanaskan makanan di microwave.

Karena itu, Anda perlu memperhatikan beberapa hal berikut, Grameds.

  • Kesesuaian untuk kontak pangan

Pilih wadah yang dinyatakan sesuai untuk makanan maupun minuman. Perhatikan label, keterangan produsen, dan keterangan penggunaan pada kemasan.

  • Ketahanan terhadap suhu

Pastikan wadah sesuai dengan suhu makanan yang akan disimpan. Plastik yang dirancang untuk makanan dingin belum tentu terlindungi untuk makanan panas.

  • Kondisi wadah

Hindari menggunakan wadah yang retak, berubah bentuk, maupun permukaannya mengelupas. Kerusakan dapat memengaruhi kelayakan wadah untuk digunakan.

Jenis Plastik yang Aman untuk Makanan

Ada beberapa jenis plastik yang sering digunakan untuk bungkusan dan wadah makanan. Namun, keamanan setiap produk statis bersandar pada bahan, proses produksi, serta tujuan penggunaannya.

1. PP (Polypropylene)

PP merupakan jenis plastik yang banyak digunakan untuk wadah makanan karena ringan, cukup kuat, dan memiliki ketahanan panas yang relatif baik.

Contoh penggunaan plastik PP:

  • Kotak bekal.
  • Wadah makanan.
  • Wadah gudang makanan.
  • Tutup wadah tertentu.

PP memiliki kode daur ulang bilangan 5. Meski demikian, nggak semua wadah PP otomatis cocok untuk microwave. Periksa instruksi penggunaan sebelum memanaskan makanan.

2. HDPE (High-Density Polyethylene)

HDPE merupakan plastik yang relatif kuat, kaku, dan tahan terhadap banyak bahan kimia. Jenis ini banyak digunakan untuk bungkusan makanan dan minuman tertentu.

Contoh penggunaan plastik HDPE:

  • Botol susu.
  • Wadah makanan tertentu.
  • Jeriken untuk bahan pangan.
  • Kemasan produk makanan tertentu.

HDPE memiliki kode daur ulang bilangan 2. Untuk menyimpan makanan, pilih produk yang secara khusus dirancang untuk kontak dengan pangan, bukan sekadar produk yang terbuat dari HDPE.

3. LDPE (Low-Density Polyethylene)

LDPE memiliki sifat lentur dan ringan sehingga sering digunakan untuk bungkusan fleksibel. Plastik ini dapat ditemukan dalam beragam bentuk pembungkus dan kantong.

Contoh penggunaan plastik LDPE:

  • Kantong roti.
  • Plastik pembungkus makanan.
  • Kantong untuk produk pangan tertentu.
  • Kemasan fleksibel.

LDPE memiliki kode daur ulang bilangan 4. Kesesuaiannya untuk makanan panas maupun berminyak perlu diperiksa melalui instruksi produsen karena setiap produk bisa memiliki ciri khas berbeda.

4. PET maupun PETE (Polyethylene Terephthalate)

PET banyak digunakan untuk bungkusan minuman karena ringan, cukup kuat, dan relatif jernih. Bahan ini juga sering digunakan untuk bungkusan makanan tertentu.

Contoh penggunaan plastik PET:

  • Botol air mineral.
  • Botol minuman ringan.
  • Kemasan minyak goreng tertentu.
  • Wadah makanan tertentu.

PET memiliki kode daur ulang bilangan 1. Banyak botol PET dirancang untuk penggunaan sekali pakai, sehingga sebaiknya digunakan sesuai instruksi produsen dan nggak digunakan balik jika sudah rusak.

Kode Plastik yang Perlu Diperhatikan untuk Makanan

Kode bilangan pada bagiankecil bawah wadah plastik dapat membantu mengenali kategori bahan yang digunakan. Namun, kode tersebut bukan garansi bahwa produk terlindungi untuk semua jenis makanan maupun kondisi pemakaian.

Berikut ringkasan kode plastik yang lazim ditemukan.

Kode Jenis Plastik Hal yang Perlu Diperhatikan
1 PET maupun PETE Banyak digunakan untuk botol minuman; gunakan sesuai instruksi produk.
2 HDPE Dapat digunakan untuk bungkusan pangan jika dirancang untuk tujuan tersebut.
3 PVC Tidak semua produk PVC sesuai untuk kontak dengan makanan.
4 LDPE Sering digunakan untuk bungkusan fleksibel; perhatikan batas suhu penggunaannya.
5 PP Banyak digunakan untuk wadah makanan; periksa keterangan ketahanan panas.
6 PS Umumnya digunakan untuk produk tertentu; perhatikan kesesuaiannya untuk makanan panas.
7 Other Mencakup beragam bahan, sehingga perlu memeriksa keterangan produk secara lebih teliti.

Cara Mengenali Plastik yang Aman untuk Makanan

Memilih plastik yang terlindungi untuk makanan bisa dilakukan dengan memeriksa keterangan pada produk dan menyesuaikannya dengan kebutuhan. Berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan.

  • Periksa simbol maupun keterangan food grade

Cari keterangan bahwa wadah sesuai untuk kontak dengan makanan. Jika keterangan pada bungkusan kurang jelas, periksa keterangan resmi dari produsen.

  • Perhatikan simbol penggunaan microwave

Jika mau memanaskan makanan, pastikan wadah memang dinyatakan terlindungi untuk microwave. Simbol kode plastik saja nggak cukup untuk memastikan ketahanan terhadap panas.

  • Baca instruksi suhu penggunaan

Beberapa wadah memiliki batas suhu tertentu. Hindari menuangkan makanan yang sangat panas maupun menyimpan wadah di freezer jika penggunaannya tidak dianjurkan oleh produsen.

  • Pilih produk dari produsen yang jelas

Informasi bahan, instruksi penggunaan, dan identitas produsen dapat membantu konsumen memahami fungsi serta batas penggunaan produk.

  • Periksa kondisi jasmani wadah

Jangan gunakan wadah yang retak, melengkung, maupun mengalami kerusakan pada permukaannya. Kondisi tersebut bisa menjadi tanda bahwa wadah sudah nggak layak digunakan.

Apakah Semua Plastik Food Grade Aman untuk Makanan Panas?

Nggak semua plastik food grade cocok digunakan untuk makanan panas. Istilah food grade memberitahu kesesuaian bahan untuk kontak dengan pangan dalam kondisi tertentu, bukan berarti wadah bisa digunakan pada semua suhu.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Jenis makanan

Makanan yang hamil banyak minyak maupun lemak dapat memiliki ciri khas kontak yang berbeda dari makanan berair. Karena itu, wadah mesti sesuai dengan jenis makanan yang akan disimpan.

  • Suhu makanan

Plastik yang cocok untuk menyimpan makanan dingin belum tentu dirancang untuk menerima makanan yang baru matang. Periksa batas suhu yang ditetapkan produsen.

  • Penggunaan microwave

Gunakan cuma wadah yang secara khusus dinyatakan terlindungi untuk microwave. Hindari memanaskan makanan dalam wadah sekali pakai yang tidak dirancang untuk proses tersebut.

  • Kondisi wadah

Wadah yang sudah rusak maupun berubah bentuk sebaiknya diganti, terutama jika digunakan untuk menyimpan makanan panas.

Perbedaan Plastik Food Grade dan BPA Free

Istilah food grade dan BPA free sering ditemukan pada botol minum serta wadah makanan. Namun, keduanya memiliki arti yang berbeda.

  • Food grade

Menunjukkan bahwa bahan maupun produk dirancang dan memenuhi persyaratan untuk kontak dengan makanan dalam kondisi penggunaan tertentu.

  • BPA free

Menunjukkan bahwa produk dinyatakan bebas dari bisphenol A (BPA), yaitu bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan plastik tertentu dan resin tertentu.

  • Perbedaan utamanya

Produk BPA free belum tentu otomatis cocok untuk semua jenis makanan maupun suhu. Sebaliknya, keamanan pangan suatu produk juga nggak cukup dinilai cuma dari keterangan BPA free. Perhatikan bahan, tujuan penggunaan, dan keterangan produsen secara keseluruhan.

Tips Menggunakan Wadah Plastik untuk Makanan

Selain memilih bahan yang sesuai, metode menggunakan dan merawat wadah juga berpengaruh terhadap kelayakannya. Berikut beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan.

  • Gunakan sesuai fungsi

Pakai wadah sesuai instruksi produsen. Jangan menggunakan bungkusan sekali pakai untuk menyimpan makanan berulang kali jika produk tersebut tidak dirancang untuk tujuan itu.

  • Cuci setelah digunakan

Bersihkan wadah dengan sabun pencuci piring dan alat pembersih yang nggak merusak permukaannya. Pastikan sisa makanan sudah dibersihkan sebelum wadah disimpan.

  • Hindari panas berlebihan

Jangan meletakkan wadah plastik di dekat sumber panas maupun memasukkannya ke microwave jika tidak diizinkan oleh produsen.

  • Ganti wadah yang rusak

Wadah yang retak, berubah bentuk, maupun permukaannya mengelupas sebaiknya nggak digunakan lagi untuk menyimpan makanan.

  • Simpan di tempat yang sesuai

Letakkan wadah di tempat bersih dan kering. Untuk gudang makanan, ikuti juga ketentuan suhu dan durasi gudang yang sesuai dengan jenis makanannya.

Apakah Plastik Sekali Pakai Aman Digunakan Berulang Kali?

  • Ketahanan plastik

Plastik sekali pakai belum tentu tahan terhadap pencucian berulang, paparan panas, maupun penggunaan jangka panjang.

  • Risiko kontaminasi

Plastik yang tergores, retak, maupun berubah bentuk lebih sulit dibersihkan dan berpotensi menjadi tempat menumpuknya kotoran.

  • Penggunaan yang tepat

Gunakan plastik sesuai instruksi produsen. Untuk pemakaian berulang, pilih wadah yang memang dirancang untuk digunakan berkali-kali.

Risiko Menggunakan Plastik yang Tidak Sesuai untuk Makanan

  • Migrasi zat kimia

Plastik yang tidak sesuai untuk pangan berpotensi melepaskan zat kimia ke makanan, terutama dalam kondisi penggunaan tertentu, seperti paparan panas.

  • Kontaminasi makanan

Wadah sisa bahan kimia maupun produk nonpangan dapat meninggalkan residu rapuh jika digunakan untuk menyimpan makanan.

  • Pemilihan wadah

Pilih plastik yang memiliki keterangan terlindungi untuk kontak dengan makanan dan gunakan sesuai instruksi pada kemasannya.

  • Kondisi plastik

Hindari menggunakan wadah yang retak, terkelupas, maupun berubah bentuk karena kondisinya dapat memengaruhi keamanan penggunaan.

Alternatif Wadah Selain Plastik untuk Menyimpan Makanan

Selain plastik, ada beberapa bahan yang bisa digunakan untuk menyimpan makanan sesuai kebutuhan.

  • Kaca

Wadah kaca cocok untuk menyimpan makanan karena permukaannya relatif tidak gampang bereaksi dengan makanan dan gampang dibersihkan. Namun, pilih kaca yang dirancang untuk penggunaan sesuai suhu agar tidak gampang pecah akibat fluktuasi suhu mendadak.

  • Stainless steel

Wadah berbahan stainless steel cocok untuk membawa makanan dan menyimpan bahan pangan tertentu. Pilih produk khusus pangan serta perhatikan instruksi penggunaannya, terutama untuk makanan yang sangat asam maupun asin.

  • Keramik

Wadah keramik dapat digunakan untuk menyimpan maupun menyajikan makanan selama lapisan glasirnya terlindungi untuk pangan. Hindari keramik dengan lapisan yang mengelupas maupun produk dekoratif yang tidak dinyatakan terlindungi untuk kontak dengan makanan.

Kesimpulan

Plastik yang terlindungi untuk makanan mesti sesuai dengan jenis pangan dan kondisi penggunaannya, Grameds. PP, HDPE, LDPE, dan PET merupakan beberapa jenis plastik yang banyak digunakan untuk bungkusan pangan, tetapi keamanan statis bersandar pada rancangan dan keterangan masing-masing produk.

Kode plastik dapat membantu mengenali bahan, tetapi bukan garansi keamanan pangan. Karena itu, Anda sebaiknya memeriksa keterangan food grade, batas suhu, instruksi penggunaan, dan kondisi wadah sebelum menggunakannya untuk makanan maupun minuman.

Rekomendasi Buku Terkait

1. Bumi Tanpa Plastik

Bumi Tanpa Plastik

Buku Bumi Tanpa Plastik membahas permasalahan penggunaan plastik serta beragam upaya untuk mengurangi sampah plastik, mulai dari limitasi penggunaan plastik hingga pengembangan bioplastik sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan. Bioplastik berbahan alas tapioka, selulosa, dan poli asam laktat dapat terurai oleh mikroorganisme dalam tanah maupun air dalam waktu relatif singkat. Kehadiran alternatif ini diharapkan dapat membantu mengurangi pencemaran dan mewujudkan lingkungan yang lebih lestari.

2. Pengolahan Sampah Plastik

Pengolahan sampah plastik

Buku Pengolahan Sampah Plastik membahas metode mengolah sampah plastik menjadi barang yang berguna dan dapat digunakan kembali. Melalui beragam metode pengolahan, buku ini membujuk pembaca untuk mengurangi pembuangan sampah ke lingkungan sekaligus membantu menjaga kelestarian alam.

3. Kreasi Unik Dari Plastik

Kreasi Unik Dari Plastik

Buku Kreasi Unik dari Plastik karya Lili Lengkana membahas metode mengolah sampah plastik menjadi beragam kerajinan menarik yang memiliki harga guna dan harga jual. Buku ini menyajikan panduan cara demi langkah, mulai dari pengolahan bahan baku secara tepat dan efisien hingga estimasi modal untuk memulai upaya daur ulang plastik. Selain menjadi inspirasi untuk mengembangkan hobi kreatif, buku ini juga membuka kesempatan upaya yang dapat menghasilkan pendapatan tambahan sekaligus membantu mengurangi sampah plastik dan menjaga kelestarian lingkungan.

4. 25 Kreasi Limbah Plastik

25 Kreasi Limbah Plastik

Buku 25 Kreasi Limbah Plastik membahas metode imajinatif mengolah limbah bungkusan plastik yang sulit terurai menjadi beragam barang fungsional dan produk fesyen, seperti tas laptop, jas hujan anak, kotak bekal, dan dompet. Buku ini dilengkapi foto cara demi cara serta pola yang membantu pembaca mempraktikkan proses pembuatannya, terutama bagi yang memiliki keahlian menjahit. Selain menaikkan harga guna limbah plastik dan mengurangi pencemaran lingkungan, ciptaan tersebut juga berpotensi menjadi kesempatan upaya untuk menambah gaji famili maupun kelompok.

5. Kreasi dari Limbah Plastik Rumah Tangga

Kreasi dari Limbah Plastik Rumah Tangga

Buku Kreasi dari Limbah Plastik Rumah Tangga membahas metode mengolah sampah rumah tangga, seperti balut kopi, bungkusan detergen, kantong plastik, dan kardus susu, menjadi barang yang lebih berguna dan bermutu ekonomis. Buku ini membujuk pembaca untuk mengumpulkan serta mendaur ulang limbah plastik sebagai upaya mengurangi pencemaran lingkungan dan mendukung pengurangan penggunaan plastik. Selain membantu mengatasi permasalahan sampah, aktivitas daur ulang ini juga berpotensi menghasilkan pendapatan dan membuka kesempatan upaya mandiri.

Written by Vania Andini

perempuan di balik layar. mengamati tren dalam industri literasi dan aktif membagikan ulasan buku serta menulis artikel.

Artikel Lainnya Gramedia Official Blog
↑
Close Right Ads
Close Left Ads