Cara Mengenali Anak Cerdas Dari Perilaku Uniknya

Jun 25, 2026 09:30 AM - 1 jam yang lalu 50

Jakarta -

Bagi banyak orang tua, membesarkan anak sering kali datang dengan beragam kekhawatiran. Mulai dari tumbuh kembang anak, kebahagiaan, sampai gimana mereka beradaptasi di lingkungan sekitar.

Tak jarang, orang tua juga mempertanyakan apakah anak sudah cukup berkembang sesuai usianya. Terlebih jika Si Kecil terlihat berbeda dari anak-anak lain dalam beberapa hal.

Namun, ada kalanya perilaku yang tampak "unik" justru bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Bahkan, beberapa mahir menilai perihal tersebut bisa menjadi tanda keahlian anak yang menonjol.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Bunda perlu tahu, anak yang tampak susah masuk dalam satu golongan sosial tertentu bukan berfaedah ada masalah. Bisa jadi mereka hanya mempunyai langkah berpikir dan langkah mengekspresikan diri yang berbeda.

Oleh lantaran itu, kita perlu memandang lebih dekat setiap perilaku anak dengan lebih tenang dan tidak terburu-buru menilai. Simak langkah mengenali anak pandai dari perilaku unik mereka selengkapnya di sini.

Cara mengenali anak pandai dari perilaku uniknya

Dilansir dari laman Your Tango, berikut ini perilaku unik anak-anak yang rupanya bisa menjadi tanda kepintaran yang belum banyak disadari.

1. Hiperfokus pada kegiatan tertentu

Salah satu perilaku anak yang terlihat unik namun bisa menjadi tanda kepintaran adalah keahlian konsentrasi yang sangat dalam namalain hiperfokus. Dalam jurnal Psychology Research, kondisi ini digambarkan sebagai "penyerapan total pada suatu tugas".

Dalam penjelasan tersebut, hiperfokus ditandai dengan perhatian yang intens pada satu kegiatan hingga lingkungan sekitar seolah tidak lagi disadari. Dengan kata lain, anak betul-betul konsentrasi pada apa yang sedang dia lakukan.

Menilik dari Child Mind Institute, dijelaskan bahwa hiperfokus sering ditemukan pada anak dengan kondisi ADHD alias autisme. Pada kondisi ini, anak susah mengalihkan perhatian lantaran fokusnya begitu kuat pada satu hal.

2. Cenderung melamun

Melamun pada anak memang terlihat seperti kebiasaan yang membikin orang tua bingung. Apalagi saat anak tampak tidak merespons ketika diajak berbincang alias diminta melakukan sesuatu.

Namun, menurut psikolog kognitif dari Belanda, Stefan Van der Stigchel, kondisi ini mempunyai penjelasan ilmiah. Ia menyebut bahwa saat seseorang melamun, kegiatan otak berada dalam kondisi yang mirip dengan bagian otak yang aktif saat tubuh sedang beristirahat.

Dalam kondisi ini, otak sebenarnya sedang beristirahat dari beragam rangsangan luar. Justru di saat seperti ini, pikiran mendapat ruang untuk menemukan buahpikiran alias solusi baru secara tidak langsung.

3. Rasa mau tahu yang tinggi pada banyak hal

Salah satu perilaku anak yang terlihat "tidak berakhir bertanya" rupanya bisa menjadi tanda kecerdasan, Bunda. Anak bisa terus mengusulkan pertanyaan tentang hal-hal yang mereka temui dalam keseharian.

Mereka tidak cukup hanya menerima jawaban "Karena memang begitu" tanpa penjelasan lebih lanjut. Justru mereka mau tahu lebih jauh tentang "Mengapa" di kembali setiap kejadian.

Karena itu, orang tua disarankan untuk merespons rasa mau tahu ini dengan positif. Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah membantu anak mencari jawaban melalui kitab alias sumber belajar lainnya.

4. Membongkar sesuatu

Perilaku lainnya yang terlihat unik namun bisa menjadi tanda kepintaran adalah kebiasaan membongkar barang. Anak mau memandang langsung gimana suatu barang bekerja dari dalam.

Mulai dari mainan hingga peralatan elektronik di rumah, mereka terdorong untuk membuka dan mengawasi bagian-bagiannya. Anak yang melakukan perihal ini bukan berfaedah usil ya, tetapi mau tahu hubungan antar bagian agar suatu barang bisa berfungsi.

5. Peka terhadap lingkungan sekitar

Kepekaan yang berlebihan terhadap lingkungan sekitar adalah perilaku anak yang unik, namun sebenarnya merupakan tanda kepintaran seseorang, Bunda.

Psikolog klinis asal Amerika Serikat, Elaine Aron, dalam bukunya The Highly Sensitive Child menyebut bahwa sekitar 15 hingga 20 persen anak lahir dengan sistem saraf yang sangat peka.

Elaine menjelaskan bahwa anak dengan sensitivitas tinggi mudah mengalami overstimulasi. Mereka juga condong mempunyai empati yang tinggi serta lebih peka terhadap rangsangan mini di sekitarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kondisi ini bukan gangguan, melainkan bagian dari temperamen bawaan yang dimiliki sebagian anak. Meski terlihat berbeda, perihal ini kerap berangkaian dengan kepintaran seseorang.

6. Intensitas emosi yang kuat

Sebagian anak terlihat mempunyai reaksi emosi yang sangat kuat dalam beragam situasi, Bunda. Mereka bisa sangat senang, sangat sedih, alias mudah terpengaruh oleh suasana di sekitarnya.

Karena itu, mereka terlihat lebih reaktif ketika berada dalam situasi yang penuh tekanan alias perubahan suasana. Hal ini bukan berfaedah masalah, tetapi bagian dari perkembangan emosi anak ya, Bunda.

7. Memiliki langkah berpikir yang unik

Pemikiran yang unik alias eksentrik adalah perilaku anak yang terlihat berbeda dari anak lainnya, tetapi sebenarnya ini bisa menjadi tanda kepintaran yang belum diakui.

Anak yang berpikir di luar pemisah "normal" menunjukkan keahlian untuk menantang kebiasaan yang sudah ada. Mereka memandang masalah dari perspektif pandang yang berbeda sehingga bisa menghasilkan jawaban yang lebih kreatif.

8. Menolak tidur

Menolak tidur adalah perilaku anak yang terlihat seperti kebiasaan susah diatur. Namun, dalam beberapa kondisi, ini bisa berangkaian dengan langkah kerja pikiran anak yang sangat aktif, lho.

Bukan lantaran mau bermain lebih lama alias takut ketinggalan sesuatu, anak juga bisa menolak tidur lantaran susah menenangkan pikirannya sendiri. Pikiran yang terlalu aktif ini membikin anak kesulitan untuk rileks dan mulai tidur.

9. Anak menciptakan bumi imajinasinya sendiri

Menciptakan bumi khayalan adalah perilaku anak yang terlihat unik. Namun, perihal ini sebenarnya menjadi tanda keahlian berpikir yang lebih berkembang pada anak.

Anak apalagi bisa menciptakan kawan khayalan alias dunianya sendiri dengan patokan yang mereka buat. Meski tampak "aneh" bagi orang dewasa, bagi anak perihal ini adalah bagian dari langkah mereka mengenal dunia.

10. Lebih menyukai kesendirian

Ada anak yang lebih memilih menghabiskan waktunya sendiri dibandingkan bermain dengan teman-temannya. Menurut psikolog dari Amerika Serikat, Dr. Netta Weinstein, kesendirian kerap dipahami hanya sebagai kondisi ketika seseorang sedang sendiri.

Ia menjelaskan bahwa kesenyapan bisa dirasakan baik saat sendiri maupun ketika berbareng orang lain, lantaran pada dasarnya kesenyapan adalah kondisi ketika seseorang merasa terputus dari orang lain.

"Kita biasanya membicarakan kesendirian hanya sebagai keadaan ketika seseorang sedang sendiri," kata Weinstein.

"Kita bisa merasa kesenyapan saat sendirian, tetapi juga bisa merasa kesenyapan meski berbareng orang lain. Jadi, kesenyapan itu sebenarnya menandakan kita sedang merasa terputus, dan perihal itu bisa terjadi baik saat sendiri maupun saat berbareng orang lain," lanjutnya.

Anak yang lebih suka menyendiri bukan berfaedah selalu merasa kesepian. Justru, mereka bisa menggunakan waktu itu untuk berpikir, berimajinasi, dan memahami sekitarnya dengan lebih tenang.

Itulah penjelasan mengenai langkah mengenali anak pandai dari perilaku unik yang sering mereka tunjukkan dalam keseharian. Semoga dapat membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Selengkapnya