Jakarta -
Kemampuan berpikir kritis seseorang sering kali dapat terlihat dari langkah mereka berbincang dan menyampaikan pendapat dalam keseharian. Tanpa disadari, pilihan kata yang digunakan bisa menjadi petunjuk krusial tentang langkah mereka memproses informasi.
Pada sebagian orang, kurangnya pola pikir kritis membikin mereka lebih mudah terbawa emosi saat mengambil keputusan. Mereka condong berpegang pada dugaan alias dugaan tanpa betul-betul mengecek kebenaran suatu perihal terlebih dahulu.
Kebiasaan tersebut tidak hanya berakibat pada kualitas keputusan yang diambil, tetapi juga dapat memengaruhi hubungan dengan orang lain dalam jangka panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara mengenali orang kurang kritis dari kalimat yang diucapkan
Dilansir Your Tango, ketika seseorang mengucapkan kalimat-kalimat ini dalam percakapan santai, biasanya Bunda dapat mengetahui bahwa mereka tidak mempunyai keahlian berpikir kritis:
1. “Itu sukses untukku”
Hanya lantaran perihal itu sukses untuk satu orang, bukan berfaedah orang berikutnya bakal mempunyai keberuntungan yang sama.
Kesuksesan adalah separuh kerja keras dan separuh keberuntungan yang sama. Psikoterapis Sharon Martin pun mengungkap bahwa ada begitu banyak perihal yang berada di luar kendali kita, meskipun kita merasa kondusif ketika mempunyai kendali atas apa yang terjadi.
2. “Itu tidak memengaruhi saya”
Baik itu hubungan alias peristiwa dunia, lebih mudah untuk memandang segala sesuatu dari sisi positif daripada menelusuri kehidupan apa adanya, dengan beragam perspektif pandang.
Dengan mengatakan “Tidak terpengaruh”, kemungkinan mereka mempunyai keahlian berpikir kritis yang rendah. Sebab, krusial untuk mempunyai telinga dan hati yang terbuka. Memang tidak nyaman, tetapi uluran tangan dapat menyelesaikan bentrok jauh lebih sigap daripada menanganinya sendiri.
3. “Kamu terlalu banyak berpikir”
Bukan kewenangan orang lain untuk menentukan apa yang krusial dan tidak. Untuk sampai pada konklusi itu sendiri, mempunyai keahlian berpikir kritis berfaedah memikirkan segala sesuatu secara mendalam dan menyeluruh.
4. “Saya melihatnya di media sosial”
Tidak ada yang salah dengan menonton buletin di media sosial lantaran menggulir layar berfaedah menemukan banyak sekali informasi.
Meskipun perihal ini tidak dapat dihindarkan, Bunda tetap kudu memeriksa sumbernya. Sayangnya, hanya orang-orang dengan keahlian berpikir kritis yang sebenarnya mengetahui perihal ini, dan tidak menerima begitu saja apa pun yang mereka lihat.
Hal ini lantaran info di media sosial tidak selalu benar, dan info yang salah lebih mudah menyebar daripada faktanya.
5. “Mengapa itu penting?”
Merasa frustrasi dan kewalahan, timbul kemauan untuk bertanya kenapa sesuatu itu penting. Karena sudah menganggapnya sebagai buang-buang waktu, ketika seseorang tidak berpikir kritis, mereka tidak memahami nilai dari menggali lebih dalam.
Dalam percakapan, mengatakan perihal ini dapat terkesan tidak sopan, dan ketidaksopanan dapat menyebabkan peningkatan agresi. Penting untuk tidak pernah mengabaikan informasi, dan sebaliknya memilih untuk memandang lebih dekat.
6. “Bukankah sudah jelas?”
Tidak semua orang mempunyai pemikiran yang sama, ada kemungkinan besar tumbuh dengan pengalaman yang berbeda.
Meskipun sulit, bersikap menghargai jauh lebih baik daripada memprovokasi seseorang. Hal itu tidak hanya memperburuk keadaan, tetapi juga dapat dengan mudah menghancurkan hubungan yang paling kuat sekalipun dan menciptakan rasa dendam.
7. “Ini tidak terlalu serius”
Sebuah studi 2021 mengungkap bahwa pikiran manusia mengandung dorongan dasar dan nyaris universal untuk membentuk dan memelihara hubungan dengan orang lain.
Jadi, ketika seseorang mengatakan sesuatu itu tidak terlalu penting, itu terdengar tidak cerdas. Meskipun mereka mungkin tidak melihatnya seperti itu, ungkapan ini adalah langkah yang tepat untuk menolak seseorang.
8. “Aku tidak butuh bukti, saya hanya tahu”
Setiap orang mempunyai intuisi yang mereka dengarkan, tetapi intuisi tersebut tidak selalu betul ketika menyangkut info aktual versus emosi.
Meskipun mereka merasa ada sesuatu yang tidak beres dalam situasi tertentu, intuisi mereka tidak bakal jeli dalam kebenaran.
Selalu percaya bahwa mereka betul dan menolak untuk berpikiran terbuka, ini menunjukkan kurangnya kecerdasan.
9. “Jika itu benar, saya pasti sudah mendengarnya sekarang”
Sebagian orang bertindak seperti orang yang sok tahu, percaya bahwa jenis kejadian mereka benar, meskipun orang lain menunjukkan bukti yang bertentangan.
Mereka meremehkan orang lain dengan menggunakan ungkapan ini, menunjukkan sungguh berpikiran sempit dan tidak sopannya mereka. Mereka tidak bisa berpikir di luar lingkaran pemikiran mereka sendiri.
Nah, itulah kalimat yang dapat Bunda kenali dari orang kurang kritis. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·