Orang dengan kepintaran tinggi sering kali tidak hanya unggul dalam keahlian berpikir, tetapi juga mempunyai langkah unik dalam mengelola diri dan menghadapi tantangan hidup. Mereka condong bisa mengendalikan emosi, membikin keputusan lebih bijak, serta mempunyai ketahanan mental yang membantu mereka tetap konsentrasi pada tujuan jangka panjang.
Menariknya, ada beberapa kebiasaan psikologis sederhana yang sering diterapkan oleh orang pemilik IQ tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan ini bukan sekadar rutinitas biasa, melainkan strategi mental yang membantu mereka terus berkembang dan beradaptasi dalam beragam situasi.
Lalu, seperti apa ciri-cirinya? Yuk, Bunda simak penjelasannya di bawah ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara mengenali orang pemilik IQ tinggi dari trik psikologis yang digunakan sehari-hari
Mengutip laman Your Tango, seorang master yang meletakkan perhatian pada langkah kerja otak menjelaskan bahwa orang dengan kepintaran tinggi umumnya mempunyai pola pikir yang membantu mereka membangun ketangguhan mental.
Mereka menerapkan beberapa "trik psikologis" yang membuatnya lebih bisa menghadapi tekanan dan mencapai tujuan.
1. Selalu berupaya melampaui sasaran yang dibuat
Salah satu kebiasaan yang sering ditemukan pada orang pemilik IQ tinggi adalah tidak berakhir tepat, di pemisah sasaran yang telah ditentukan. Mereka sengaja melakukan sedikit lebih banyak dari yang direncanakan.
Sebagai contoh, seseorang mungkin menetapkan sasaran membaca 20 laman kitab setiap hari, menulis 1.000 kata, alias berlari enam putaran di taman. Namun, pada hari tertentu mereka bakal menambah usaha, misalnya membaca 25 halaman, menulis 1.500 kata, alias berlari delapan putaran.
Kebiasaan ini membantu melatih disiplin dan mengurangi kecenderungan menunda pekerjaan. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Psychology menunjukkan bahwa kebiasaan menunda-nunda dapat membikin seseorang susah memulai perilaku alias kebiasaan baru yang sebenarnya berfaedah bagi perkembangan diri.
Dengan membiasakan diri melampaui target, seseorang belajar untuk tidak selalu mengikuti dorongan otak yang mau mencari jalan termudah. Kebiasaan tersebut juga dapat meningkatkan rasa percaya diri lantaran mereka sukses membuktikan bahwa dirinya bisa melakukan lebih dari yang diperkirakan.
2. Berani keluar dari area nyaman
Orang dengan kepintaran tinggi biasanya tidak takut mencoba pengalaman yang berbeda dari kebiasaan sehari-hari. Mereka sengaja menempatkan diri dalam situasi yang menantang untuk melatih keahlian beradaptasi.
Pengalaman yang betul-betul baru dapat menjadi langkah efektif untuk memperkuat mental. Tujuannya bukan membikin hidup menjadi sulit, melainkan melatih otak agar lebih siap menghadapi perubahan.
Beberapa contoh yang bisa dilakukan antara lain:
- Bangun pukul 04.00 pagi selama 10 hari berturut-turut
- Menjalani detoks digital alias tidak menggunakan gawai selama satu minggu
- Berpuasa alias mengatur pola makan secara disiplin dalam waktu tertentu
- Mencoba lari jarak jauh meski sebelumnya bukan pelari.
Kebiasaan semacam ini membikin seseorang terbiasa menghadapi ketidaknyamanan. Saat kehidupan memberikan tantangan yang tidak terduga, mereka pun lebih mudah beradaptasi.
Penelitian yang diterbitkan dalam Psychiatry Research pada 2017, menemukan bahwa delapan minggu latihan mindfulness alias meditasi dapat membantu menurunkan indikasi kekhawatiran dan meningkatkan pola pikir positif pada perseorangan yang mengalami gangguan kecemasan.
Ciri lain yang sering terlihat pada orang pemilik IQ tinggi adalah keahlian menunda kepuasan alias delayed gratification. Mereka tidak selalu menuruti kemauan yang muncul saat itu juga, terutama jika dapat mengganggu tujuan jangka panjang.
Misalnya ketika mendapat rayuan berkumpul saat tetap mempunyai pekerjaan penting, menerima notifikasi media sosial saat sedang konsentrasi bekerja, alias tergoda mengonsumsi makanan favorit di tengah program hidup sehat.
Bukan berfaedah mereka tidak menikmati hal-hal tersebut. Namun, mereka memilih menjadwalkannya pada waktu yang lebih tepat. Dengan langkah ini, mereka tetap bisa menikmati kesenangan tanpa mengorbankan prioritas utama.
Sebuah penelitian tahun 2020 menunjukkan bahwa keahlian menahan bujukan demi memperoleh faedah yang lebih besar di masa depan berangkaian dengan beragam hasil positif, termasuk prestasi akademik yang lebih baik dan keahlian sosial yang lebih kuat.
Salah satu pola pikir yang sering digunakan adalah:
"Saya bisa melakukannya, tetapi bukan hari ini. Saya bakal melakukannya pada waktu yang sudah saya tentukan."
Strategi sederhana tersebut membantu seseorang tetap konsentrasi sekaligus menghindari keputusan impulsif.
Mengapa kebiasaan ini penting?
Ketiga trik psikologis tersebut mempunyai tujuan yang sama, ialah memperkuat ketahanan mental. Orang pemilik IQ tinggi memahami bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga keahlian mengendalikan diri, beradaptasi dengan perubahan, dan tetap konsisten mengejar tujuan.
Secara sederhana, kebiasaan yang sering mereka lakukan seperti:
- Melampaui sasaran harian untuk melatih disiplin
- Keluar dari area nyaman melalui pengalaman baru yang menantang
- Menunda kesenangan sesaat demi hasil yang lebih besar di masa depan.
Semakin sering seseorang melatih ketiga keahlian tersebut, semakin kuat pula mentalnya dalam menghadapi beragam tantangan kehidupan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·