Jakarta -
Kecerdasan emosional alias Emotional Quotient (EQ) berkedudukan krusial dalam menjalin hubungan dengan orang lain. Kemampuan ini dapat membantu seseorang memahami perasaan, mengendalikan emosi, serta merespons beragam situasi dengan lebih bijak.
Sayangnya, tidak semua orang mempunyai keahlian EQ dalam tingkat yang sama, Bunda. Misalnya, seseorang dengan EQ rendah sering kali menunjukkan tanda-tanda yang terlihat dari kebiasaan sehari-hari.
Orang dengan EQ rendah biasanya kesulitan dalam mengelola emosi diri sendiri dan orang lain. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi hubungan maupun hubungan yang dijalani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cara mengenali orang dengan EQ rendah
Dikutip dari laman Parade, berikut langkah mengenali seseorang yang mempunyai EQ rendah dilihat dari kebiasaannya:
1. Mudah stres
Orang dengan EQ rendah biasanya kesulitan untuk mengendalikan stres. Mereka susah mengelola dan mengendalikan emosi sehingga mudah mengalami ledakan emosi ketika sesuatu melangkah tidak sesuai harapan.
"Mudah stres sering kali menunjukkan defisit dalam pengaturan emosi, sebuah kegunaan pelaksana inti. Individu dengan kepintaran emosional rendah mungkin kesulitan dalam memprediksi emosi dengan buruk, artinya mereka melebih-lebihkan lama dan intensitas keadaan emosi negatif, menyebabkan mereka menganggap stresor lebih luar biasa daripada yang sebenarnya," ujar psikolog Dr. Jenny Shields.
"Misalnya, mereka mungkin menganggap kemunduran mini di tempat kerja sebagai peristiwa yang dapat mengakhiri pekerjaan lantaran mereka kurang bisa meredam kepanikan dan kecemasan," sambungnya.
2. Menghindari percakapan yang emosional
Psikolog Dr. Jaime Zuckerman mengatakan bahwa orang dengan kepintaran emosional rendah sering menghindari percakapan yang emosional. Hal ini lantaran mereka tidak mempunyai hubungan dengan hubungan emosional yang dalam dan bermakna, Bunda.
"Mereka tidak berbagi emosi dan mereka kesulitan mengaturnya. Hal itu menyebabkan mereka menghindari emosi sama sekali," ungkap Zuckerman.
Seseorang dengan EQ rendah biasanya kesulitan mendefinisikan emosi mereka sendiri, sehingga mereka tidak berbagi hal-hal yang rentan alias emosional dengan orang lain. Misalnya, mereka mungkin menghindari membahas bentrok dengan pasangan lantaran kekurangan kosakata emosional untuk menggambarkan keadaan jiwa mereka sendiri alias menafsirkan keadaan pasangan.
3. Suka membikin lelucon yang merugikan orang lain
Lelucon bisa menyenangkan, terutama jika berkarakter ringan dan orang lain memahaminya. Namun, jika lelucon tersebut merugikan orang lain, itu bisa menjadi tanda bahwa seseorang mempunyai kepintaran emosional yang rendah.
"Membuat lelucon yang merugikan orang lain menunjukkan kekurangan dalam empati kognitif, ialah keahlian untuk memahami perspektif orang lain dan merupakan tanda kepintaran emosional yang rendah," ujar Shield.
"Seseorang yang melakukan perihal itu mungkin kandas untuk memahami pengalaman internal orang lain dan secara jeli memprediksi bahwa lelucon tersebut bakal diterima sebagai penghinaan sosial daripada humor. Misalnya, mereka mungkin menggoda seseorang tentang kesalahan kecil, tanpa memperhitungkan bahwa mereka kemungkinan bakal mengalami penghinaan di depan umum."
4. Tidak peka terhadap emosi orang lain
Orang dengan EQ rendah biasanya juga kurang mempunyai keahlian untuk menilai banyak perihal yang berangkaian dengan emosi. Mereka susah untuk memahami emosi orang lain, Bunda.
"Ini adalah tanda langsung dari defisit dalam memahami emosi, khususnya dalam menguraikan isyarat non-verbal," kata Shields.
"Tipe orang ini kesulitan membaca informasi afektif yang terdapat dalam ekspresi wajah dan nada suara. Mereka mungkin terus berbincang dengan antusias tentang diri mereka sendiri kepada seorang orang lain tanpa memperhatikan raut wajah dan nada datar orang lain, yang dapat menandakan kekecewaan," lanjutnya.
5. Suka menyalahkan orang lain atas masalah mereka
Orang-orang dengan EQ rendah tidak selaras dengan emosi dan pikiran mereka. Kondisi tersebut membikin mereka susah untuk bertanggung jawab jika mereka bersalah atas sesuatu.
"Mereka yang mempunyai kepintaran emosional rendah condong mempunyai wawasan dan kesadaran yang lebih jelek tentang keadaan emosional dan kognitif dirinya sendiri," kata Zuckerman.
"Mereka condong kurang menghargai emosi orang lain dan mempunyai keahlian penyelesaian bentrok interpersonal yang buruk. Mereka yang mempunyai kepintaran emosional rendah berupaya untuk 'benar' dalam sebagian besar perihal dan mempunyai kapabilitas terbatas untuk mengenali pendapat alias perspektif orang lain," lanjutnya.
6. Suka mengalami ledakan emosi
Salah satu tanda orang mempunyai EQ rendah adalah kecenderungan untuk mengalami ledakan emosi tak terduga. Misalnya, stres dapat membikin seseorang dengan EQ rendah panik, sehingga mereka sering mengalami ledakan emosi yang bisa menjadi tanda bahaya.
"Ledakan emosi dapat berasal dari granularitas emosi yang rendah, ialah keahlian untuk membedakan emosi dengan tepat," kata Shield.
7. Memendam dendam
Menurut Shields, tanda lain dari kepintaran emosional yang rendah adalah jika seseorang menyimpan dendam terhadap orang lain. Mereka mungkin menyimpan kemarahan lantaran penghinaan di masa lampau dan terjebak secara kognitif, sehingga terus-menerus memutar ulang emosi tersebut tanpa memperbarui persepsi dengan konteks baru.
"Ini menunjukkan kegagalan dalam pembingkaian ulang kognitif alias strategi pengaturan emosi," ungkap Shields.
"Individu tersebut terpaku pada interpretasi negatif di awal dan tidak bisa menilai kembali situasi tersebut dari perspektif yang berbeda," tuturnya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·