Cara Menghitung Pembagian Thr Untuk Mertua Dan Orang Tua

Mar 08, 2026 01:50 PM - 1 bulan yang lalu 39967

Bingung mau memberi THR berapa untuk mertua dan orang tua kandung? Mari telaah di sini, Bunda.

Tradisi berbagi Tunjangan Hari Raya (THR) selalu menjadi bagian yang tak terpisahkan dari seremoni Idul Fitri di Indonesia. Selain diberikan kepada anak-anak alias kerabat, pasangan yang telah menikah juga biasanya menyiapkan sebagian THR untuk diberikan kepada orang tua maupun mertua sebagai corak penghormatan dan rasa syukur.

Meski sudah menjadi kebiasaan setiap tahun, tidak sedikit orang yang tetap bingung menentukan nominal THR yang tepat untuk orang tua dan mertua. Pertanyaan mengenai berapa jumlah yang layak diberikan sering muncul, terutama ketika kudu menyesuaikannya dengan kebutuhan family sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Apa Bunda juga sering merasa kebingungan ketika membagi THR kepada orang tua? Jika iya, pahami norma dan langkah membagi THR kepada orang tua agar adil.

Hukum memberi uang THR dalam Islam

Memberikan THR kepada family saat Lebaran pada dasarnya diperbolehkan dalam Islam. Hal ini dijelaskan oleh Ustazah Lailatis Syarifah dari Aisyiyah dalam wawancara berbareng HaiBunda.

Ia menjelaskan bahwa pemberian THR termasuk dalam kegiatan muamalah dengan norma boleh selama tidak ada dalil yang melarangnya.

“Memberikan duit THR pada Hari Raya hukumnya boleh. Berdasarkan norma fikih yang menyatakan, ‘al-ashlu fi al-mu'amalah al-ibahah illa ma dalla ad-dalil 'ala tahrimih’. Artinya pada asalnya semua perihal yang berasosiasi dengan muamalah hukumnya boleh, selain ada dalil yang mengharamkannya,” ujar Lailatis.

Selain diperbolehkan, tradisi ini juga dinilai membawa kebahagiaan bagi keluarga. Anak-anak biasanya sangat menantikan momen menerima sampulsurat Lebaran yang secara tidak langsung juga menumbuhkan rasa cinta mereka terhadap seremoni Idul Fitri sebagai hari besar umat Islam.

Cara menghitung pembagian THR untuk orang tua dan mertua

Bagi pasangan yang sudah menikah, mengatur pembagian THR perlu dilakukan dengan bijak agar tetap seimbang antara kebutuhan family inti dan pemberian kepada kerabat.

Financial advisor Christina Indah Desheila pernah menjelaskan bahwa duit THR sebaiknya tidak langsung dihabiskan untuk orang lain. Prioritas pertama tetap pada kebutuhan family inti terlebih dahulu.

“THR ini tetap yang pertama untuk self reward. Jangan memikirkan orang lain dahulu, tapi pikirkan family inti,” jelasnya.

Untuk lebih mudah mengatur pengeluaran THR, berikut langkah pembagian THR yang mungkin Bunda bisa tiru.

1. Sisihkan 10% untuk self reward family inti

Sebagian mini THR dapat digunakan untuk menyenangkan family inti. Misalnya saja dengan berpiknik singkat, makan bersama, alias membeli mainan untuk anak.

2. Alokasikan sekitar 20% untuk hampers alias parcel Lebaran

Dana ini dapat dipakai untuk membeli hampers alias bingkisan yang bakal diberikan kepada kerabat, tetangga, alias rekan kerja.

3. Sisihkan 20% sampai 25% untuk angpao Lebaran

Bagian ini biasanya diberikan kepada anak-anak dan keluarga, termasuk orang tua serta mertua. Pemberiannya bisa berupa duit tunai alias bingkisan yang bermanfaat.

4. Simpan sisa duit untuk kebutuhan dan biaya darurat

Sisa THR sebaiknya tidak langsung dihabiskan. Simpan sebagai tabungan alias biaya darurat untuk memenuhi kebutuhan beberapa bulan ke depan.

Dengan pembagian tersebut, Bunda bisa lebih mudah menentukan berapa nominal yang bakal diberikan kepada orang tua alias mertua tanpa mengganggu stabilitas finansial keluarga.

Asal usul tradisi THR di Indonesia

Tradisi THR rupanya sudah ada sejak lama di Indonesia. Mengutip detikcom, kebijakan ini pertama kali muncul pada tahun 1951 pada masa pemerintahan Perdana Menteri Soekiman Wirjosandjojo.

Pada saat itu, kabinet Soekiman memperkenalkan tunjangan unik menjelang Hari Raya sebagai bagian dari program peningkatan kesejahteraan aparatur negara. Tunjangan tersebut diberikan kepada para Pamong Pradja yang sekarang dikenal sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Seiring berjalannya waktu, konsep THR berkembang lebih luas di tengah masyarakat. Kini,istilah THR tidak hanya merujuk pada tunjangan dari perusahaan alias pemerintah, tapi juga identik dengan tradisi berbagi sampulsurat Lebaran kepada keluarga, termasuk orang tua, anak, hingga kerabat dekat.

Jadi, berapa Bunda biasanya memberikan THR kepada orang tua?

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Selengkapnya