Kesehatan Ayah Ternyata Pengaruhi Kondisi Kehamilan Dan Bayi Di Kandungan Istri

May 01, 2026 06:50 PM - 1 jam yang lalu 54

Jakarta -

Selama ini, mungkin kita lebih banyak mendengar tentang sungguh pentingnya kesehatan ibu selama kehamilan. Namun, tak jarang kita melupakan bahwa kondisi kesehatan bayi juga sangat dipengaruhi oleh kesehatan ayah sebelum pembuahan.

Sejumlah penelitian sekarang mulai menelaah gimana aspek kesehatan dari ayah dapat memberikan pengaruh besar terhadap kehamilan. Salah satunya seperti yang dilakukan para peneliti dari Universitas Southampton.

Selain Bunda yang menjalani proses kehamilan secara langsung, Ayah juga memegang peranan krusial dalam mendukung kesehatan Bunda dan perkembangan Si Kecil. Karenanya, peran dan tanggung jawab selama kehamilan perlu dibagi secara merata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Nah, agar Bunda dan Ayah semakin mengerti sungguh pentingnya keseimbangan support kesehatan selama kehamilan, yuk simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Peran kesehatan Ayah terhadap kehamilan dan kesehatan bayi

Dalam studi yang ditulis oleh para peneliti Universitas Southampton, aspek seperti berat badan, usia, hingga kebiasaan sehari-hari ayah dapat memengaruhi proses kehamilan hingga persalinan. Bahkan dalam beberapa kasus, pengaruh ayah dapat lebih kuat dibandingkan ibu.

Selain itu, pengalaman hidup ayah semasa kecil, seperti tingkat stres, pendidikan, hingga kondisi riwayat kesehatan, sangat berkedudukan dalam kesuksesan reproduksi dan masa kehamilan. Sehingga dapat disimpulkan jika tumbuh kembang dan kesehatan bayi sangat dipengaruhi oleh kesehatan ayah, Bunda.

“Faktor-faktor ini pada akhirnya dapat memengaruhi kesehatan dan perilaku kesehatan pasangan, seperti perawatan prenatal sebelum dan selama kehamilan, serta memberikan akibat biologis langsung pada perkembangan bayi,” kata salah satu penulis studi, Dr. Danielle Schoenaker dikutip dari laman Universitas Southampton.

Besarnya pengaruh kesehatan ayah

Penelitian lain dari Universitas Stanford juga menunjukkan bahwa kesehatan ayah mempunyai akibat yang krusial terhadap kehamilan. Mereka menganalisis nyaris satu juta kehamilan di Amerika Serikat pada tahun 2009-2016 dan menemukan bahwa kondisi kesehatan ayah berangkaian dengan akibat keguguran.

Ayah dengan sindrom metabolik, seperti obesitas, tekanan darah tinggi, dan gangguan gula darah berisiko tinggi menyebabkan keguguran, kehamilan ektopik, alias lahir mati. Risiko ini meningkat hingga 19 persen pada ayah dengan sindrom metabolik yang begitu parah.

Salah satu peneliti berjulukan Michael Eisenberg, juga mengungkapkan bahwa akibat kehilangan kehamilan meningkat dari yang awalnya 17 persen, sekarang sudah menyentuh 27 persen. Kondisi ini tentunya disebabkan oleh bertambahnya jumlah masalah kesehatan pada ayah.

Meski penelitian ini belum membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung, temuan ini menunjukkan keterkaitan yang kuat. Oleh lantaran itu, para mahir menekankan bahwa konseling sebelum kehamilan sebaiknya juga memperhatikan dan melibatkan ayah agar kondisi kesehatannya terjaga.

Yang Hamil Aku..
Kenapa yang Ngidam Kamu, Suami?Yang Hamil Aku..Kenapa yang Ngidam Kamu, Suami?/ Foto: HaiBunda/Syarifah Khadijah

Kondisi ayah yang berisiko terhadap kehamilan dan kesehatan bayi

Selain sindrom metabolik, dari 958.804 kehamilan yang diteliti, rupanya ditemukan kondisi medis lain pada ayah. Kondisi tersebut meliputi penyakit paru obstruktif kronis (PPOK), depresi, dan penyakit jantung.

Selain itu, para mahir juga menganalisis ayah dengan riwayat kondisi seperti kandas jantung, serangan jantung, penyakit pembuluh darah, gangguan ginjal dan hati, kanker, stroke, hingga demensia. Agar hasilnya akurat, kajian ini juga membandingkan dengan aspek kesehatan ibu dan merokok pada kedua orang tua.

Dari informasi tersebut, diketahui bahwa sekitar 4,6 persen laki-laki berumur di atas 45 tahun setidaknya mempunyai satu jenis sindrom metabolik sebelum masa pembuahan. Hal ini juga dikaitkan dengan pertambahan usia Ayah yang membuatnya mempunyai banyak kondisi medis.

Menurut Eisenberg, kondisi kesehatan dan style hidup juga dapat memengaruhi kualitas genetik serta sperma yang nantinya bakal berakibat pada kegunaan plasenta. Jika keahlian plasenta kurang optimal, maka akibat keguguran pun dapat meningkat, Bunda.

Kualitas sperma sendiri dipengaruhi oleh kebiasaan mengonsumsi unsur adiktif, seperti rokok dan alkohol, serta pola makan yang kurang sehat. Oleh lantaran itu, Ayah perlu menjaga kesehatan sejak awal agar proses kehamilan dan kesehatan bayi yang dikandung Bunda menjadi prima. 

Apa yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan bayi

Seperti yang disampaikan sebelumnya, bahwa menjaga kesehatan sebelum mengandung merupakan tanggung jawab Ayah, Bunda, serta beragam pihak yang terlibat. Bahkan, kreator kebijakan, lembaga kesehatan, hingga tenaga medis mempunyai peran untuk menciptakan kehamilan yang sehat.

Menurut peneliti senior National Institute for Health and Care Research (NIHR), Professor Keith Godfrey, meningkatkan kesadaran bakal pentingnya kesehatan seorang ayah bukan berfaedah menghilangkan peran ibu. Justru, upaya tersebut menjadi langkah agar kedua orang tua siap menjalani kehamilan.

Dengan kondisi bentuk dan mental yang baik, Bunda dan Ayah dapat saling mendukung dalam merawat dan membesarkan Si Kecil. Alangkah lebih baik jika persiapan ini dilakukan sejak sebelum merencanakan program hamil, ketika hamil, hingga bayi lahir.

Demikian penjelasan gimana kondisi kesehatan Ayah sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan bayi di kandungan Bunda. Semoga info ini bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya