Ciri Kepribadian Tsundoku, Orang yang Suka Membeli Buku tapi Jarang Membacanya

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 37x dilihat
Ciri Kepribadian Tsundoku, Orang yang Suka Membeli Buku tapi Jarang Membacanya

Bagikan Postingan

  1. Home
  2. Life
  3. Cultured

Anggita Kusmadewi | Beautynesia

Selasa, 22 Sep 2026 19:30 WIB

Ciri Kepribadian Tsundoku, Orang yang Suka Membeli Buku tapi Jarang Membacanya

Ilustrasi perempuan di antara tumpukan buku, memegang salah satu buku yang belum sempat ia baca/Foto: Pexels/George Milton

Beauties, siapa yang statis gemar membeli buku baru meski buku di rumah belum semuanya selesai dibaca? Dalam adat Jepang, kebiasaan seperti ini dikenal dengan istilah tsundoku.

Sederhananya, tsundoku menggambarkan kebiasaan membeli buku kemudian membiarkannya menumpuk sebelum sempat dibaca. Istilah ini terlebihlagi sudah ditemukan dalam artikel Jepang sejak 1879, menurut klarifikasi yang dikutip dari BBC News.

Menariknya, tumpukan buku tersebut tidak cuma soal kebiasaan membaca, tetapi juga bisa berhubungan dengan metode seseorang melihat masa depan, keinginan untuk terus berkembang, hingga ketertarikannya pada ilmu pengetahuan. Lantas, seperti apa ciri khas kepribadian orang yang punya kebiasaan tsundoku? Simak selengkapnya!

1. Optimis

Ilustrasi perempuan sedang melihat beberapa buku yang belum dibaca di rak/Foto: Magnific/magnific

Salah satu ciri khas kepribadian yang bisa dikaitkan dengan tsundoku adalah sikap optimis. Ada kepercayaan bahwa buku yang dibeli statis akan dibaca, meski belum tahu kapan waktunya.

Karena itu, tumpukan buku di rumah tidak selalu dianggap sebagai masalah. Keberadaannya justru menjadi pengingat bahwa statis ada banyak bahanbacaan yang menunggu giliran untuk dibuka.

Cara pandang ini memberitahu bahwa koleksi tersebut tidak sia-sia, karena semua buku tersebut statis punya khasiat nyata bagi pemiliknya.

2. Ambisius dan Punya Keinginan untuk Terus Berkembang

Ilustrasi perempuan sedang memilih buku di sebuah toko buku/Foto: Pexels/Ivan Vi

Orang dengan rasa mau tahu yang besar biasanya tidak bisa tahan untuk tidak membeli buku baru. Dorongan inilah yang mendasari kebiasaan tsundoku. Mereka selalu tertarik mempelajari hal-hal baru, meskipun statis banyak buku bahanbacaan di rumah yang statis belum diselesaikan.

Dari perspektif pandang psikologi, fenomena tsundoku ini sebenarnya menjadi tanda bahwa seseorang selalu mau terus berkembang. Psychology Today menyebut para pencinta buku ini sebagai the ambitious overachiever, yaitu jenis orang yang tidak cuma punya ambisi besar dalam hidup, tapi juga selalu membuktikannya dengan pencapaian yang luar biasa.

Tidak heran jika rak bukunya berisi beragam topik, mulai dari soal karier, pengembangan diri, sampai topik yang belum pernah mereka pelajari. Buku-buku tersebut tidak mesti langsung selesai dibaca, karena yang terpenting adalah keinginan untuk selalu punya sesuatu yang bisa dipelajari.

3. Menikmati Kebiasaan Mengoleksi Buku

Ilustrasi perempuan berdiri di depan rak yang dipenuhi dengan beragam jenis buku/Foto: Pexels/cottonbro studio

Siapa yang hobi berbelanja buku tiap bulan tapi ujung-ujungnya berakhir jadi pajangan estetik di rak? Kalau Anda salah satunya, kebiasaan ini rupanya tidak seburuk yang orang lain pikirkan.

Melansir Psychology Today, studi dari Australian National University dan University of Nevada tahun 2018 menemukan hal menarik tentang kebiasaan ini. Remaja yang tumbuh di rumah dengan banyak koleksi buku bisa membantu menaikkan kapasitas literasi, kognitif, numerasi, dan teknologi

Tapi tunggu dulu, apakah Anda mengoleksi buku karena memang gemar membaca maupun cuma sekadar mau punya saja? Para ahli mengingatkan jika hobi ini sah-sah saja selama tidak berubah jadi hoarding maupun penimbunan kompulsif yang bisa mengganggu kesehatan mental.

4. Fokus Mengejar Prestasi

Ilustrasi perempuan sedang membaca buku/Foto: Pexels/George Milton

Bagi orang yang selalu mengejar prestasi, buku bisa jadi salah satu metode untuk terus menambah pengetahuan. Karena itu, membeli buku baru terasa seperti bagiankecil dari upaya untuk terus berkembang.

Setiap buku yang dibeli pun bisa punya tujuan yang berbeda. Ada yang memang mau segera dibaca, ada pula yang disimpan dahulu untuk dipelajari di hari lain.

Meski begitu, mengoleksi bahanbacaan baru statis bisa menjadi hal yang menyenangkan bagi mereka. Selain itu, buku-buku tersebut justru bisa menjadi motivasi sekaligus memberikan kepuasan tersendiri. 

Nah, itulah perspektif pandang ilmu jiwa yang menarik tentang tsundoku yang mungkin baru Anda tahu. Selagi hobi mengoleksi buku ini tidak mengganggu kesehatan mentalmu, jadikan setiap buku baru yang Beauties beli sebagai investasi terbaik untuk terus bertumbuh.

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
Close Right Ads
Close Left Ads