Data Menarik The Odyssey (2026): Angka Produksi, Skala Epik, dan Fakta Terbaru

Review Movie Terbaru Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 4 menit 14638x dilihat
Data Menarik The Odyssey (2026): Angka Produksi, Skala Epik, dan Fakta Terbaru

Christopher Nolan bukan nama asing saat membahas produksi film berskala besar. Setelah The Dark Knight trilogy, Dunkirk, Tenet, hingga Oppenheimer, sutradara pemenang Academy Award itu kembali menaikkan patokan perfilman lewat The Odyssey (2026), adaptasi modern dari epos Yunani kuno karya Homer yang telah menginspirasi peradaban hampir tiga ribu tahun.

Alih-alih hanya memindahkan narasi klasik ke layar, Nolan membangun sebuah produksi sebanding dengan skala legenda yang ia adaptasi. Dari lokasi syuting lintas negara, ribuan kostum, hingga penggunaan stok film IMAX dalam jumlah belum pernah ada sebelumnya, The Odyssey masuk sebagai salah satu proyek paling ambisius dalam sejarah perfilman kontemporer.

Berikut deretan angka yang menggambarkan besarnya produksi film ini.

Durasi 172 Menit

Dengan durasi 172 menit, The Odyssey sedikit lebih singkat dibanding Oppenheimer yang berdurasi 180 menit.

Nolan menjelaskan salah satu pertimbangan panjang durasi adalah keterbatasan format IMAX 70mm. Format analog beresolusi tinggi itu memiliki batasan teknis saat memutar film lebih dari tiga jam, sehingga keputusan durasi juga mempertimbangkan pengalaman penonton di layar IMAX.

91 Hari Principal Photography

Jadwal principal photography semula direncanakan berlangsung sekitar 100 hari, namun berhasil diselesaikan hanya dalam 91 hari, sembilan hari lebih cepat dari rencana.

Pencapaian ini terbilang luar biasa mengingat skala besar produksi, banyaknya lokasi syuting, penggunaan efek praktis, serta kompleksitas pengambilan gambar dengan kamera IMAX 70mm.

Syuting di 6 Negara

Untuk menghadirkan dunia The Odyssey, produksi bergerak ke enam negara yang lanskapnya mendekati Mediterania kuno, yaitu:

  • Yunani
  • Italia
  • Maroko
  • Skotlandia
  • Islandia
  • Amerika Serikat

Pemilihan lokasi asli menjadi bagian dari pendekatan Nolan yang konsisten memanfaatkan lingkungan nyata ketimbang sepenuhnya mengandalkan set studio.

The Odyssey by the Numbers

Anggaran Produksi US$250 Juta

Dengan perkiraan anggaran sekitar US$250 juta, The Odyssey menjadi salah satu film termahal yang pernah disutradarai Christopher Nolan.

Biaya besar tersebut mencerminkan kebutuhan produksi yang sangat kompleks: pembangunan set berskala luas, penggunaan kamera IMAX generasi terbaru, syuting lintas negara, serta pembuatan ribuan kostum dan properti.

Sekitar 2.000 Figuran untuk Adegan Troya

Salah satu segmen terbesar film ini adalah kilas balik pengepungan Troya.

Untuk merealisasikannya, produksi melibatkan sekitar 2.000 figuran yang tampil dalam adegan perang berskala besar. Kehadiran ribuan figuran memberi skala visual yang autentik sekaligus menjaga nuansa epik khas film-film Nolan.

Lebih dari 5.300 Kostum

Departemen kostum yang dipimpin perancang pemenang Oscar Ellen Mirojnick menciptakan lebih dari 5.300 kostum.

Produksi melibatkan sekitar 175 artisan di Los Angeles serta lebih dari 500 perajin dan kru kostum di berbagai negara untuk mewujudkan busana yang terinspirasi budaya Yunani Zaman Perunggu.

Lebih dari 2,1 Juta Kaki Stok Film IMAX 70mm

Salah satu data paling mengejutkan adalah penggunaan lebih dari 2,1 juta kaki stok film IMAX 70mm selama proses produksi.

Jumlah tersebut menempatkan The Odyssey sebagai salah satu produksi dengan pemakaian film analog terbesar di era modern.

Setiap magazine film IMAX hanya mampu merekam sekitar 2,5 hingga 3 menit sebelum harus diganti, sehingga pengambilan gambar memerlukan koordinasi yang sangat presisi.

Kapal Odysseus Sepanjang 115 Kaki

Untuk merepresentasikan kapal Odysseus, tim produksi menggunakan Draken Harald Hårfagre, reproduksi kapal Viking modern sepanjang 115 kaki yang dikenal sebagai salah satu replika kapal Viking terbesar di dunia.

Meski berasal dari tradisi maritim Nordik, kapal tersebut dipilih karena mampu memberikan skala visual sesuai kebutuhan sinematik film.

Kuda Troya Setinggi 35 Kaki

Adegan pengepungan Troya juga menampilkan Kuda Troya setinggi sekitar 35 kaki (10,7 meter) yang dibangun khusus untuk produksi.

Alih-alih bergantung penuh pada efek digital, pembuatan properti monumental ini memperkuat kesan realistis yang menjadi ciri khas film-film Nolan.

Set Gua Cyclops Setinggi 95 Kaki

Salah satu set terbesar yang dibangun adalah gua Cyclops dengan tinggi sekitar 95 kaki (29 meter).

Skala set itu memungkinkan para pemeran benar-benar berinteraksi dengan lingkungan fisik sehingga menghadirkan kesan ruang dan ukuran yang sulit dicapai hanya lewat efek visual.

35 Gong Perunggu untuk Musik

Komposer Ludwig Göransson memakai pendekatan unik dalam menyusun skor musik film.

Selain instrumen tradisional seperti aulos dan lyre, ia juga menggunakan 35 gong perunggu untuk menciptakan lanskap suara yang megah dan agak asing, selaras dengan atmosfer mitologis yang dihadirkan film.

Berangkat dari Puisi 12.109 Baris

Film ini berakar pada puisi epik Homer yang terdiri sekitar 12.109 baris dalam bahasa Yunani kuno.

Dalam penulisan naskah, Christopher Nolan mempelajari berbagai terjemahan dan kajian akademis tentang The Odyssey untuk menemukan cara menghadirkan kisah klasik itu kepada penonton masa kini tanpa kehilangan unsur mitologisnya.

The Odyssey by the Numbers

Produksi yang Mencerminkan Ambisi Nolan

Selama lebih dari dua dekade, Christopher Nolan dikenal sebagai sineas yang terus mendorong batas teknis dan artistik perfilman. The Odyssey tampak menjadi puncak ambisi tersebut. Dengan penggunaan jutaan kaki stok film IMAX, ribuan kostum, lokasi syuting lintas benua, dan pembangunan set berukuran monumental, film ini menunjukkan bahwa Nolan tak sekadar mengadaptasi karya sastra besar, melainkan berusaha menghadirkan pengalaman sinematik sepadan dengan skala mitologi yang diangkat.

Tak mengherankan Nolan menyebut The Odyssey sebagai “the ultimate adventure story.” Jika semua komponen produksi berpadu dengan kekuatan narasi Homer, The Odyssey berpotensi menjadi salah satu pencapaian paling monumental dalam karya Christopher Nolan sekaligus tonggak baru bagi film epik modern.

Artikel Lainnya Review Movie Terbaru

Bagikan Postingan