Fashion Nation 20th Edition Dibuka dengan Koleksi Mel Ahyar Archipelago dan TOTON

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 71x dilihat
Fashion Nation 20th Edition Dibuka dengan Koleksi Mel Ahyar Archipelago dan TOTON

Bagikan Postingan

  1. Home
  2. Fashion

Dimitrie Hardjo | Beautynesia

Senin, 21 Sep 2026 14:00 WIB

Fashion Nation 20th Edition Dibuka Meriah dengan Koleksi Mel Ahyar Archipelago dan TOTON

Fashion Nation 20th Edition Dibuka Meriah dengan Koleksi Mel Ahyar Archipelago dan TOTON/ Foto: Dok. Senayan City

Senayan City balik merayakan fashion Indonesia melalui pelaksanaan Fashion Nation 20th Edition. Acara tersebut sekaligus menandai dua dasawarsa perjalanan Senayan City, Beauties.

Fashion Nation 20th Edition terjadi 18-26 September 2026 dengan tema 'The Icon Edit'. Perhelatan ini pun menjadi ruang bagi desainer, institusi fashion di Indonesia, media, kelompok kreatif, dan fashion enthusiasts untuk bertemu, berkolaborasi, dan merayakan evolusi fashion Indonesia.

Pembukaan terjadi meriah pada hari Jumat (18/9/2026), di mana rangkaian aktivitas dimulai dari perilisan buku 'Essence & Presence', pembukaan pameran Gaya Archive, hingga aktivitas malam pembukaan yang menghadirkan penampilan dari Anggun C. Sasmi, kemudian ditutup dengan peragaan busana oleh Mel Ahyar Archipelago dan TOTON.

Perilisan Buku ‘Essence & Presence’

Perilisan Buku ‘Essence & Presence’

Perilisan buku ‘Essence & Presence’/ Foto: Dok. Beautynesia

Selebrasi 20 tahun Senayan City dirayakan tidak cuma dengan aktivitas fashion yang ditunggu-tunggu, tapi juga peluncuran coffee table book berjudul ‘Essence & Presence’. Bagi Harlina, selaku Leasing & Marketing Communications Director Senayan City, buku ini menjadi metode untuk mengabadikan sekaligus cara apresiasi kepada mereka yang telah menjadi bagiankecil krusial bagi Senayan City. “Perayaan ini bukan cuma tentang melihat balik apa yang telah dilalui, tetapi juga tentang merayakan semangat yang akan membawa Senayan City ke babak berikutnya,” ucapnya.

'Essence & Presence' merangkum perjalanan Senayan City selama 20 tahun melalui beragam cerita, tonggak pencapaian, dan kontribusi dari mereka yang telah menjadi bagiankecil di dalamnya. Mulai dari tenants, desainer, creative partners, media, hingga kolaborator. Pada momen peluncuran, 20 eksemplar buku dibagikan kepada beberapa VIP tenants dan partners. Selain itu, buku ini juga akan didistribusikan secara terbendung serta ditempatkan di executive dan luxury lounges terpilih.

Koleksi TOTON ‘TEMPAAN KALA’

Koleksi TOTON ‘TEMPAAN KALA’

Koleksi TOTON ‘TEMPAAN KALA’/ Foto: Dok. Beautynesia

The Era Runways menjadi segmen pertama Fashion Nation 20th Edition, dibuka dengan peragaan busana oleh TOTON yang bekerja-sama berbareng JEUMPA. Koleksi berjudul ‘TEMPAAN KALA’ merupakan kesinambungan dari koleksi besar tahun ini yang terinspirasi dari waktu, yaitu ‘KALA’. Kata ‘tempaan’ itu sendiri dijelaskan Toton Januar saat press conference sebagai sebuah proses terus-menerus yang akhirnya menghasilkan bentuk. Konsep waktu yang bisa membentuk sesuatu maupun seseorang menjadi lebih baik disebutnya sesuai dengan Senayan City yang merayakan 20 tahunnya.

Sebanyak 20 tampilan koleksi yang disajikan merepresentasikan esensi waktu, yaitu proses pembuatan busana melalui pengerjaan tangan yang membutuhkan waktu tak sebentar. Batik Tuban dan batik Pekalongan dalam gradasi biru dan putih dikreasikan sesuai pakemnya, yaitu tanpa dipotong, dan tanpa menjahit dengan mesin, tapi statis harmonis dalam keseluruhan tampilan.

Koleksi TOTON ‘TEMPAAN KALA’Koleksi TOTON ‘TEMPAAN KALA’/ Foto: Dok. Senayan City

Namun, batik bukan satu-satunya primadona dalam peragaan TOTON yang terasa seperti memasuki taman bunga. Motif tumbuhan diterjemahkan dalam beragam medium, seperti motif bunga batik, bordiran pada kebaya, bahan renda, sampai aksesori bunga mulai dari flower crown hingga selendang rangkaian bunga. Potongan celana skinny dengan bentuk rumit dilapisi rok rumbai yang turut jadi sentuhan tradisional dengan pembangunan sculptural yang modern. Koleksi TEMPAAN KALA pun tak sekadar menyajikan harta tekstur, tapi sepertiapa warisan adat Indonesia dapat melawan arus waktu.

Koleksi Mel Ahyar Archipelago ‘TANÖ NIHA’

Koleksi Mel Ahyar Archipelago ‘TANÖ NIHA’

Koleksi Mel Ahyar Archipelago ‘TANÖ NIHA’/ Foto: Dok. Beautynesia

Mel Ahyar bertolak ke Pulau Nias dan mengeksplorasi harta adat wilayahnya. Melalui perannya di Dekranas (Dewan Kerajinan Nasional), ia berkesempatan untuk berjumpa dan mendengar kisah penduduk di sana dan menemukan potensi besar dari budayanya.

Kampung kebiasaan dan keseharian yang tradisional, serta relief pada batu dan kayu sebagai metode penduduk berkomunikasi sebelum ada aksara membuatnya sang perancang terkesan. Cerita harta tradisi inilah yang diangkatnya sebagai koleksi.

Mel Ahyar Archipelago ‘TANÖ NIHA’Mel Ahyar Archipelago ‘TANÖ NIHA’/ Foto: Dok. Senayan City

Anyaman khas Nias yang biasa dibuat penduduk setempat menggunakan pandan, dikreasikan menggunakan sutra organdi untuk koleksi, tersemat pada sejumlah tampilan bak obi. Relief pada batu diterjemahkan menjadi motif-motif timbul pada busana abu-abu, mulai dari siluet korset hingga ketua cropped berhimpun bahan sheer dengan struktur lengan bervolume. Atasan semi transparan dibordir, kemudian dipadukan dengan barrel pants dengan exposed stitch sehingga tampak lebih kasual. Dengan begitu, Mel Ahyar Archipelago membuktikan keelokan seni adat yang berbeda dapat ditranslasi dengan cita rasa couture yang modern.

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
Close Right Ads
Close Left Ads