Gen Z Mulai Ikut Rest Club untuk Melawan Burnout, Apa Itu?

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 5 menit 97x dilihat
Gen Z Mulai Ikut Rest Club untuk Melawan Burnout, Apa Itu?

Bagikan Postingan

Gen Z Mulai Ikut Rest Club untuk Melawan Burnout/Foto: Pexels.com/Athena Sandrini

Bagi sebagian orang, istirahat di tengah kesibukan terasa sulit dilakukan. Fenomena ini kelihatan dari munculnya rest club, kelompok yang membujuk orang selesai sebentar dari rutinitas dan memberikan waktu khusus untuk beristirahat. Salah satunya adalah Club Rest Stop di New York City yang dibuat Maaliyah Symoné, seorang praktisi Reiki.

Komunitas ini mengadakan pertemuan untuk orang-orang yang merasa capek dan membutuhkan ruang untuk benar-benar selesai dari aktivitas. Peserta Club Rest Stop juga berasal dari beragam kalangan, termasuk Gen Z.

Dalam salah satu pertemuannya, peserta diajak rebah di taman, berbuat meditasi, latihan pernapasan, sound bath, hingga menikmati waktu tanpa berbuat apa-apa. Kalau Anda merasa bersalah ketika sedang tidak produktif, konsep rest club ini mungkin bisa memberi perspektif pandang baru tentang arti istirahat. Yuk, kenali apa itu rest club dan seperti apa aktivitas yang dilakukan di dalamnya!

Apa Itu Rest Club?

Rest club adalah kelompok yang menyediakan ruang bagi orang-orang untuk beristirahat bersama, memperlambat aktivitas, dan berbuat beragam bentuk relaksasi untuk membantu menghadapi rasa capek akibat rutinitas sehari-hari.
Pengertian rest club/Foto: Pexels.com/ArtHouse Studio

Konsep rest club sebenarnya cukup sederhana. Alih-alih berjumpa untuk berolahraga, bekerja, networking, maupun berbuat aktivitas tertentu, personel kelompok justru berkumpul untuk beristirahat. Club Rest Stop, misalnya, dibuat sebagai ruang cuma-cuma bagi penduduk New York yang merasa kelelahan untuk melepaskan diri sebentar dari kesibukan dan menenangkan pikiran.

Salah satu karena konsep ini muncul adalah karena sebagian orang merasa kesulitan untuk beristirahat sendirian. Symoné mengatakan bahwa banyak orang terbiasa diajarkan untuk produktif, berbuat lebih banyak hal, dan mengejar pencapaian, tetapi tidak banyak diajarkan sepertiapa metode beristirahat. Karena itu, rest club diciptakan sebagai ruang untuk melepaskan diri sebentar dari kesibukan.

Kegiatan di Rest Club

Aktivitas rest club untuk relaksasi dan melawan burnout/Foto: Pexels.com/Rishikesh Yogkulam

Setiap pertemuan Club Rest Stop memiliki aktivitas yang berbeda. Salah satu aktivitas yang diberitakan New York Post terjadi selama sekitar dua jam dan diisi dengan meditasi, sound bath, latihan pernapasan, serta waktu ketika peserta rebah dalam membisu di Central Park. Suasananya cukup berbeda dari hayat kota New York yang identik dengan aktivitas cepat dan padat.

Sementara itu, aktivitas rest club bisa juga dilakukan di taman dan diawali dengan klarifikasi singkat mengenai jenis istirahat yang akan dipraktikkan. Setelahnya, peserta memiliki waktu untuk beristirahat secara mandiri.

Rest Club Mengenalkan 7 Jenis Istirahat

Dalam rest club, istirahat tidak cuma dikaitkan dengan tidur. Salah satu aktivitas Club Rest Stop menggunakan konsep tujuh jenis istirahat, yaitu fisik, mental, sensorik, kreatif, emosional, sosial, dan spiritual.
Jenis-jenis istirahat dalam rest club/Foto: Pexels.com/Oksana Pavlova

Konsep ini diperkenalkan dalam aktivitas Club Rest Stop melalui kerangka 7 Types of Rest dari tabib sekaligus peneliti work-life integration, Saundra Dalton-Smith. Kerangka ini menerangkan bahwa rasa capek tidak selalu berasal dari kurang tidur. Kamu juga bisa merasa terkuras secara mental, emosional, sosial, kreatif, maupun spiritual.

Karena itu, metode beristirahat bisa disesuaikan dengan bentuk kelelahan yang sedang dirasakan. Ketika pikiran terlalu penuh, mungkin Anda membutuhkan waktu tenang tanpa distraksi. Pada kesempatan lain, Anda mungkin membutuhkan ruang sosial yang membikin Anda merasa terlindungi dan nyaman.

Rest Club Bisa Membuat Istirahat Terasa Lebih Mudah

Rest club bantu Gen Z beristirahat tanpa rasa bersalah/Foto: Pexels.com/Tahir Xəlfəquliyev

Menurut HJ Cho, seorang licensed clinical social worker yang dikutip Real Simple, kondisi kelompok bisa membantu menormalkan kebiasaan memperlambat diri. Ia membandingkannya dengan waktu tidur siang ketika statis kecil, saat kebutuhan untuk beristirahat dianggap sebagai sesuatu yang wajar.Ketika dewasa, sebagian orang justru merasa mesti kelelahan dahulu sebelum menganggap dirinya layak beristirahat.

Beristirahat berbareng orang lain juga bisa mengurangi rasa bersalah karena tidak produktif. Cho menerangkan bahwa ketika seseorang beristirahat sendirian, ia bisa saja terus mendengarkan kritik dari dalam dirinya mengenai apakah waktu istirahat tersebut memang pantas. Dalam aktivitas rest club, semua orang berbuat hal yang sama sehingga peserta tidak merasa menjadi satu-satunya orang yang sedang selesai dari kesibukan.

Istirahat Tidak Harus Menunggu Liburan

Konsep rest club mengingatkan bahwa istirahat tidak mesti dilakukan melalui liburan, spa, maupun retreat mahal karena selang singkat juga bisa menjadi bagiankecil dari rutinitas sehari-hari.
Rest club mengajarkan metode istirahat singkat di tengah kesibukan/Foto: Magnific.com/benzoix

Symoné melihat adanya anggapan bahwa istirahat cuma berarti tidur maupun mesti dilakukan melalui aktivitas seperti retreat dan spa. Padahal, ia menganjurkan waktu istirahat yang lebih sederhana, termasuk menjadwalkan lima menit untuk selesai sebentar sebelum berbuat pekerjaan yang melelahkan.

Dalam aktivitas Club Rest Stop, peserta juga diperkenalkan dengan teknik sederhana seperti menarik napas dalam, berbuat peregangan, maupun menutup mata di tempat yang tenang. Club Rest Stop sendiri mendapatkan perhatian besar setelah aktivitas pertamanya dipromosikan secara online. New York Post melaporkan bahwa lebih dari 700 orang telah mendaftar untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kelompok ini setelah sekitar lima minggu promosi.

Rest club sendiri bisa menjadi salah satu bentuk aktivitas sosial yang memberi kesempatan bagi orang untuk mempraktikkan istirahat bersama. Kalau ada kelompok rest club di daerah tempat Anda tinggal, apa Anda tertarik untuk mengikutinya, Beauties?

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
Close Right Ads
Close Left Ads