Kronologi Vokalis Band Diduga Alami Pelecehan saat Tampil di Acara Amal Karhutla di Kalimantan Tengah

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 3 menit 128x dilihat
Kronologi Vokalis Band Diduga Alami Pelecehan saat Tampil di Acara Amal Karhutla di Kalimantan Tengah

Bagikan Postingan

  1. Home
  2. Life
  3. Be Updates

Nadya Quamila | Beautynesia

Rabu, 23 Sep 2026 10:00 WIB

Kronologi Vokalis Band Diduga Alami Pelecehan saat Tampil di Acara Amal Karhutla di Kalimantan Tengah

Kronologi Vokalis Band Diduga Alami Pelecehan saat Tampil di Acara Amal Karhutla di Kalimantan Tengah/Foto: Ilustrasi dari Rajulur Rasyid

Vokalis band R.A.S.Y.A, Natasya, diduga alami pelecehan seksual saat dirinya tampil di aktivitas kebaikan untuk kebakaran hutan dan tanah (karhutla) di Kalimantan Tengah pada Minggu (20/9) malam. Kejadian ini ia bagikan melalui media sosialnya kemudian menjadi viral.

Dugaan pelecehan terjadi ketika Natasya tampil berbareng bandnya di aktivitas kebaikan tersebut. Saat itu, Natasya sedang menyanyikan single pertama dari bandnya. Tapi tiba-tiba seorang lelaki tidak dikenal menghampiri Natasya yang sedang bernyanyi sambil membawa sebuah celana dalam.

Pria itu menyodorkan celana dalam ke arah Natasya di depan penonton. Ia kemudian menaruhnya di atas stand lirik yang eksis di depan Natasya.

Kejadian tersebut membikin Natasya terkejut. Tapi ia berupaya mengendalikan emosinya dan statis melanjutkan penampilannya.

"Pada saat insiden itu, aku tidak kenal dengan pelaku. Hal itu terjadi tiba-tiba saja. Jadi saat aku menyanyi, aku kaget orang itu tiba-tiba memberikan sebuah celana dalam kepada saya," ungkap Natasya, dilansir dari Antara.

Selesai tampil, Natasya tak kuasa membendung air matanya. Natasya mengaku dirinya dipermalukan di depan banyak orang.

Pernyataan dari Pihak Penyelenggara

Dilansir dari Antara, pihak pelaksana aktivitas amal yang berjudul "Noistfest Gigs Vol.1 Chaoshutla" menyampaikan permintaan ampun atas peristiwa tersebut. Hendra, sebagai pihak penyelenggara, mengatakan bahwa barang yang disodorkan ke arah Natasya merupakan CD merchandise milik band Punk Headquarter bertuliskan "Thanks for Coming Headquarter". 

Ia menuturkan bahwa aksi pelaku disebut Ain Nasriko merupakan gimmick untuk menghidupkan kondisi saat R.A.S.Y.A band tampil karena ia menilai pemirsa lebih banyak diam. Namun, Hendra tetap mengakui bahwa aksi tersebut tidak dibenarkan dan merupakan sebuah kesalahan.

Korban Tempuh Jalur Hukum

[Gambas:Instagram]

Setelah insiden tersebut, Natasya memutuskan untuk membawanya ke jalur hukum. Ia telah secara resmi melaporkan anggapan pelecehan seksual yang dialaminya ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Tengah.

Laporan dilayangkan dengan mengacu pada Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), berhubungan dengan Pasal 4 dan Pasal 5 soal anggapan pelecehan non-fisik. Menurut kuasa aturan korban, korban memilih menempuh jalur aturan karena peristiwa tersebut tidak dibenarkan sebagai sebuah candaan. Terlebih, saat itu ia dan bandnya sedang tampil di aktivitas penggalangan biaya untuk membantu korban karhutla.

***

(naq/naq)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
Close Right Ads
Close Left Ads