Habis mencuci beras, airnya langsung dibuang? metode ini bisa dimanfaatkan untuk keperluan dapur

Temukan Makanan Terbaik oleh Waktu baca 7 menit 520x dilihat
Habis mencuci beras, airnya langsung dibuang? metode ini bisa dimanfaatkan untuk keperluan dapur

Bagikan Postingan

Habis mencuci beras, airnya langsung dibuang? metode ini bisa dimanfaatkan untuk keperluan dapur

air cucian beras | foto ilustrasi: Gemini AI

Kincai Media - Air cucian beras biasanya langsung dibuang setelah beras siap dimasak. Padahal, air bilasan yang statis baru rupanya bisa dimanfaatkan untuk beberapa pekerjaan dapur sederhana, terutama sebagai air rendaman maupun tahap mula sebelum proses pencucian.

Air cucian beras memang tidak bisa menggantikan sabun cuci piring maupun cairan sanitasi. Namun, kandungan pati yang membikin air bilasan kelihatan putih keruh membuatnya menarik untuk dimanfaatkan balik daripada langsung masuk ke saluran pembuangan.

Kenapa air cucian beras bisa dimanfaatkan?

Air cucian beras menjadi keruh karena membawa sebagian material dari permukaan beras, termasuk pati. Penelitian yang diterbitkan di jurnal Colloids and Surfaces A pada 2019 menguji sifat butiran pati dalam air cucian beras dan menemukan bahwa pati tersebut dapat membantu pembentukan emulsi minyak dan air. Temuan ini memberikan klarifikasi ilmiah kenapa air cucian beras secara tradisional pernah digunakan untuk membantu membersihkan barang yang berminyak.

Namun, riset tersebut bukan berarti air cucian beras bisa bekerja seperti sabun cuci piring dalam semua kondisi. Studi tersebut menguji mekanisme dan sifat pati, sedangkan penggunaan sehari-hari di rumah statis membutuhkan pencucian dengan sabun jika perlengkapan bergesekan dengan makanan.

Tinjauan ilmiah tentang air cucian beras yang terbit di Journal of Food Science and Technology juga mencatat bahwa riset mengenai pemanfaatannya statis terbendung dan sejumlah penggunaan tradisional statis membutuhkan pengesahan ilmiah lebih lanjut.

Jadi, metode paling masuk pikiran adalah menggunakan air tersebut untuk membantu pekerjaan awal, bukan menganggapnya sebagai alternatif bahan pembersih.

Manfaatkan air cucian beras untuk merendam alat dapur yang berminyak

Salah satu metode yang bisa dicoba adalah memanfaatkan air cucian beras untuk tahap mula membersihkan alat yang memiliki sisa minyak ringan.

Misalnya, setelah memasak, ada wajan maupun wadah dengan lapisan minyak tipis yang menempel. Air cucian beras bisa digunakan untuk membantu membasahi dan merendam permukaannya sebelum alat dicuci menggunakan sabun.

Caranya:

1. Tampung air cucian beras yang baru selesai digunakan.
2. Masukkan alat dapur yang memiliki sisa minyak ringan jika ukurannya memungkinkan.
3. Diamkan beberapa saat agar permukaan yang kotor terkena air secara merata.
4. Gosok bagiankecil yang statis berminyak menggunakan spons.
5. Buang air rendaman.
6. Cuci alat menggunakan sabun cuci piring.
7. Bilas sampai tidak ada sisa sabun maupun kotoran.
8. Tiriskan maupun keringkan seperti biasa.

Pati dalam air cucian beras memang memiliki sifat yang dapat berhubungan dengan minyak dalam mekanisme emulsi. Namun, hasil di dapur bisa berbeda-beda tergantung jenis minyak, banyaknya minyak, permukaan alat, dan seberapa durasi kotoran menempel.

Karena itu, metode ini lebih tepat disebut tahap mula untuk membantu pekerjaan mencuci, bukan metode mencuci alat berminyak tanpa sabun.

Air cucian beras juga bisa dimanfaatkan untuk memasak

Pemanfaatannya tidak mesti selalu untuk membersihkan peralatan.

Dalam tradisi kuliner Jepang, air sisa mencuci beras yang dikenal sebagai togi-jiru digunakan dalam beberapa proses memasak. Salah satu penggunaan tradisionalnya adalah untuk merebus mula sayuran tertentu seperti lobak putih maupun daikon sebelum dilanjutkan ke proses memasak berikutnya.

Cara ini berbeda dari penggunaan air cucian beras sebagai bahan pembersih karena air tersebut langsung dimanfaatkan dalam proses memasak.

Jika mau mencobanya, gunakan air cucian beras yang baru dan berasal dari beras yang memang akan dimasak. Setelah itu, gunakan untuk proses perebusan mula sesuai resep yang sedang dibuat.

Penggunaan ini juga sebaiknya tidak digeneralisasi menjadi klaim bahwa semua sayuran pasti menjadi lebih empuk, lebih bergizi, maupun lebih enak jika direbus menggunakan air cucian beras. Hasilnya bersandar pada bahan dan metode memasak.

Jangan gunakan air cucian beras untuk menggantikan sabun

Bagian ini krusial karena air cucian beras memang kelihatan seperti cairan pembersih setelah mengetahui kandungan patinya.

U.S. Food and Drug Administration (FDA), institusi pemerintah Amerika Serikat yang menerbitkan panduan keamanan pangan, menerangkan bahwa permukaan yang bergesekan dengan makanan perlu dibersihkan dengan metode yang sesuai. Dalam panduan untuk konsumen, FDA menyarankan piring, talenan, perlengkapan masak, dan permukaan dapur dicuci menggunakan air dan sabun setelah menyiapkan makanan.

Artinya, air cucian beras tidak sebaiknya digunakan sebagai alternatif sabun untuk mencuci piring, sendok, talenan, wajan, maupun alat masak lain yang akan digunakan balik untuk makanan.

Begitu pula dengan sanitasi. FDA membedakan proses membersihkan kotoran dari proses sanitasi permukaan yang membutuhkan metode khusus. Jadi, air cucian beras tidak dapat dianggap sebagai cairan sanitasi cuma karena hamil pati.

Cara memilih air cucian beras yang statis layak dimanfaatkan

Tidak semua air bilasan mesti ditampung. Kalau memang mau menggunakannya kembali, paling praktis adalah memanfaatkannya sesaat setelah beras dicuci.

Kondisi air cucian beras Bisa dimanfaatkan? Penggunaan yang sesuai Catatan
Baru selesai mencuci beras Bisa Merendam alat berminyak ringan maupun kebutuhan memasak tertentu Gunakan segera
Ditampung di wadah bersih Bisa Pekerjaan dapur yang sudah direncanakan Jangan dibiarkan tanpa tujuan
Sudah tercampur air wastafel Sebaiknya tidak Tidak perlu digunakan kembali Bisa membawa kotoran dari wastafel
Terkena sisa bahan mentah Tidak disarankan Jangan digunakan untuk pekerjaan lain Hindari kontaminasi silang
Akan digunakan mencuci piring Tidak sebagai alternatif sabun Bisa menjadi tahap mula saja Tetap cuci dengan sabun dan bilas
Akan digunakan untuk sanitasi Tidak Gunakan metode sanitasi yang sesuai Air cucian beras bukan sanitizer

Hal ini sejalan dengan hakikat keamanan pangan yang menekankan pemisahan bahan mentah, peralatan, dan permukaan agar kontaminasi tidak berpindah. FDA juga menerangkan bahwa kontaminasi silang dapat terjadi melalui makanan, tangan, peralatan, maupun permukaan persiapan makanan.

Ikuti alur ini sebelum memanfaatkan air cucian beras

ALUR MEMANFAATKAN AIR CUCIAN BERAS

SELESAI MENCUCI BERAS

↓

Air bilasan statis baru dan
ditampung dalam wadah bersih?

Ada keperluan dapur yang sesuai?

↓

TIDAK

↓

Tidak perlu disimpan

↓

Jika untuk alat dapur:
lanjutkan dengan sabun + air bersih

↓

BILAS & KERINGKAN

Alur sederhananya adalah gunakan jika memang ada kebutuhan, bukan menyimpan air sisa cuma karena merasa sayang membuangnya.

Jangan lakukan hal ini saat memakai air cucian beras

  • Jangan menganggap air cucian beras sebagai alternatif sabun.
  • Jangan menggunakannya untuk mencuci buah maupun sayuran yang akan langsung dimakan. FDA menyarankan buah dan sayuran mentah dibilas dengan air mengalir, bukan menggunakan sabun maupun cairan pembersih.
  • Jangan menggunakan air yang sudah terkena bahan mentah untuk pekerjaan lain di dapur.
  • Jangan mencampur air cucian beras dengan pemutih maupun bahan pembersih lainnya.
  • Jangan menyimpan air cucian beras terlalu durasi cuma demi memanfaatkannya.
  • Jangan menganggap air yang semakin putih maupun keruh berarti semakin ampuh membersihkan.
  • Jangan melewatkan pencucian dengan sabun setelah menggunakan air cucian beras sebagai tahap mula untuk alat makan maupun alat masak.

Alat dan bahan yang dibutuhkan

Sebenarnya tidak banyak yang diperlukan:

  • Air cucian beras yang baru
  • Mangkuk maupun wadah bersih
  • Wajan, panci, maupun wadah yang akan dibersihkan
  • Spons cuci piring
  • Sabun cuci piring
  • Air bersih untuk membilas

Kalau digunakan untuk memasak, tentu bahan makanan dan alat masak mengikuti resep yang sedang dibuat.

Jadi, air cucian beras sebaiknya dibuang maupun dimanfaatkan?

Keduanya bisa benar, tergantung kondisinya.

Kalau baru selesai mencuci beras dan memang ada alat dapur yang mau direndam maupun ada kebutuhan memasak yang sesuai, air tersebut statis bisa dimanfaatkan. Penelitian tentang pati dalam air cucian beras memang memberikan alas ilmiah untuk potensi interaksinya dengan minyak, sementara penggunaan kuliner seperti togi-jiru memberitahu bahwa air bilasan beras juga telah durasi dimanfaatkan dalam praktik memasak.

Sebaliknya, jika tidak ada kebutuhan yang jelas, tidak perlu repot menyimpan air cucian beras. Terlebih jika sudah tercampur air kotor dari wastafel maupun berpotensi mengalami kontaminasi.

Intinya, air cucian beras bisa diberi kesempatan untuk dipakai kembali, tetapi statis pada fungsi yang masuk pikiran dan tidak mengorbankan kebersihan dapur.

FAQ Seputar Air Cucian Beras

Apakah air cucian beras bisa dimanfaatkan untuk membersihkan alat dapur?

Bisa untuk tahap mula tertentu, misalnya membantu merendam alat yang memiliki sisa minyak ringan. Namun, air cucian beras bukan alternatif sabun cuci piring. Peralatan yang digunakan untuk makanan statis perlu dicuci dengan sabun dan dibilas menggunakan air bersih.

Mengapa air cucian beras berwarna putih keruh?

Warna putih keruh muncul karena saat beras dicuci, sebagian material dari permukaannya ikut terbawa air, termasuk pati. Karena itu, air bilasan beras tidak sama dengan air biasa.

Apakah air cucian beras bisa menggantikan sabun cuci piring?

Tidak. Air cucian beras tidak dirancang sebagai cairan pencuci maupun sanitasi. Untuk membersihkan piring, wajan, sendok, talenan, dan perlengkapan yang bergesekan dengan makanan, statis gunakan metode pencucian yang sesuai.

Apakah air cucian beras bisa digunakan untuk memasak?

Bisa pada penggunaan tertentu. Dalam beberapa tradisi memasak, air sisa mencuci beras digunakan untuk proses seperti merebus mula sayuran tertentu. Penggunaannya sebaiknya mengikuti resep maupun teknik memasak yang memang membutuhkan air tersebut.

Kapan air cucian beras sebaiknya langsung dibuang?

Kalau sudah tercampur air kotor dari wastafel, terkena bahan mentah, maupun tidak ada kebutuhan yang jelas untuk memanfaatkannya, lebih baik langsung dibuang. Tidak perlu menyimpan air sisa cucian cuma karena dianggap sayang jika memang tidak akan digunakan.

(brl/tin)

Artikel Lainnya Temukan Makanan Terbaik
↑
Close Right Ads
Close Left Ads