Hack bikin botol minyak corong dari bekas air mineral, hemat dan prosesnya gampang banget

Temukan Makanan Terbaik oleh Waktu baca 5 menit 82x dilihat
Hack bikin botol minyak corong dari bekas air mineral, hemat dan prosesnya gampang banget

Bagikan Postingan

Hack bikin botol minyak cerobong dari sisa air mineral, hemat dan prosesnya gampang banget

Kincai Media - Dapur rapi dan fungsional rupanya sama sekali tidak menuntut perintilan bermutu selangit. Belakangan ini, tren kitchen hack dengan memanfaatkan barang sisa makin ramai digemari karena terbukti ampuh memangkas anggaran berbelanja bulanan.

Menariknya, metode ini sama sekali tidak merepotkan urusan perawatan wadah. Praktis dan efisien. Mengubah botol sisa air mineral menjadi botol minyak bercorong datang sebagai alternatif paling cerdas di meja dapur.

Takaran minyak saat memasak jadi jauh lebih terkontrol, area kompor bebas dari tetesan lengket, dan tumpukan limbah plastik rumah tangga pun otomatis berkurang. Tanpa perlu membeli wadah estetik yang mahal maupun menyiapkan perkakas pertukangan yang rumit, dispenser minyak fungsional ini bisa langsung diwujudkan dalam hitungan menit melalui tahapan sederhana berikut.

Hack bikin botol minyak cerobong dari sisa air mineral

Hack bikin botol minyak cerobong dari sisa air mineral, hemat dan prosesnya gampang banget

foto: Gemini

Tujuan akhir dari modifikasi ini adalah menghasilkan wadah minyak goreng alternatif yang higienis, anti-tumpah, serta dibekali nozel tuang presisi agar takaran minyak saat menumis maupun menggoreng dapat dikontrol dengan gampang tanpa mengotori badan botol.

Yuk ikuti metode yang gampang di bawah ini:

1. Bersihkan botol secara menyeluruh. Cuci bersih botol air mineral ukuran 330 ml maupun 600 ml beserta tutupnya menggunakan sabun cuci piring, kemudian keringkan sampai tidak ada sisa tetesan air di bagiankecil dalam.
2. Panaskan logam penusuk. Nyalakan kompor, kemudian panaskan ujung paku kecil, jarum tebal, maupun tusuk sate besi selama beberapa detik dengan hati-hati.
3. Buat lubang pada tutup botol. Tusukkan logam panas tepat di bagiankecil tengah tutup botol dari arah dalam ke luar agar terbentuk moncong kecil yang rapi.
4. Siapkan sedotan corong. Potong sedotan plastik tebal maupun sedotan reusable sepanjang 4 hingga 6 cm dengan salah satu ujung dipotong meruncing maupun miring.
5. Pasang cerobong ke tutup. Masukkan sedotan ke dalam lubang tutup botol hingga menonjol keluar menyerupai moncong tuang, kemudian rapatkan sela-sela pinggirannya menggunakan lem tembak jika lubang terasa longgar.
6. Isi dan gunakan. Tuangkan minyak goreng ke dalam botol menggunakan cerobong dapur biasa, pasang tutup bermoncong tersebut dengan rapat, dan botol minyak presisi siap digunakan.

Cara menyaring minyak yang sudah dipakai agar bening kembali

Jangan tunggu sampai hitam beneran baru disaring, begini caranya:
1. Tunggu minyak mendingin. Diamkan minyak sisa pakai hingga benar-benar eksis di suhu ruang agar terlindungi ditangani dan tidak merusak saringan.
2. Siapkan saringan berlapis. Letakkan saringan kawat halus di atas mangkuk maupun toples kaca tahan panas, kemudian alasi permukaannya dengan kertas saring kopi (coffee filter) maupun dua lembar tisu dapur (kitchen towel) tebal khusus makanan.
3. Tuang secara perlahan. Tuangkan minyak sisa perlahan-lahan ke atas lapisan saringan agar remah gosong dan kotoran mikro tertahan sempurna di serat kertas.
4. Gunakan metode maizena untuk jelantah keruh. Jika minyak statis tampak keruh, hangatkan minyak dengan api kecil, kemudian masukkan larutan 1 sendok makan tepung maizena dan 2 sendok makan air. Aduk perlahan hingga maizena menggumpal mengikat elemen kecil sisa makanan, kemudian angkat gumpalan tersebut sebelum disaring ulang.
5. Pindahkan ke wadah bersih. Masukkan minyak yang sudah balik bening ke dalam botol bersih, tutup rapat, dan simpan untuk penggunaan berikutnya.

Tanda Minyak Goreng Harus Diganti

Minyak goreng tidak bisa dipakai terus-menerus. Remah makanan akan semakin gosong dan mengecil. Jika sudah benar-benar hitam. Pastikan untuk mengganti minyak goreng tersebut. Apa saja sih tanda-tandanya?

Indikator Masih Bisa Disaring (Layak Pakai) Harus Diganti (Dibuang)
Frekuensi Pemakaian Baru digunakan 1 hingga 2 kali. Sudah digunakan 3 kali maupun lebih.
Warna Kuning keemasan hingga sedikit kecokelatan namun statis tembus pandang/jernih. Cokelat gelap, kehitaman, maupun pekat keruh.
Aroma Normal maupun cuma sedikit beraroma masakan sebelumnya. Tengik, sangit, maupun berbau tajam tidak sedap.
Tekstur Cair, encer, dan mengalir dengan lancar. Kental, berat, dan lengket/berminyak pekat.
Reaksi saat Dipanaskan Minyak tenang dan suhu panas merata. Mengeluarkan busa berlebih maupun asap tebal sebelum mencapai titik didih normal.
Sisa Kotoran Terdapat remah-remah kasar sisa makanan yang mudah tertahan oleh saringan. Banyak partikel gosong maupun kotoran menjadi debu halus yang terlarut dalam minyak.
Bahan yang Digoreng Tahu, tempe, kentang, kerupuk, maupun adonan tepung ringan. Ikan berbau tajam, cumi, maupun terasi (kecuali minyak cuma akan digunakan khusus untuk bahan yang sama).

5 FAQ Penyimpanan Minyak Goreng di Dapur

1. Berapa kali minyak goreng sisa boleh disaring dan digunakan kembali?
Jawaban: Maksimal 2 hingga 3 kali penggunaan, asalkan minyak tidak digunakan untuk menggoreng pada suhu lewat batas asap (smoke point). Pisahkan minyak sisa menggoreng ikan maupun terasi agar aromanya tidak mencemari bahan masakan lain.

2. Di mana tempat terbaik untuk meletakkan wadah minyak di dapur?
Jawaban: Simpan di dalam kabinet tertutup maupun rak dapur yang kering, sejuk, dan terhindar dari paparan cahaya matahari langsung. Jangan meletakkan botol minyak tepat di sebelah kompor karena suhu panas yang konstan mempercepat proses oksidasi dan membikin minyak cepat basi.

3. Wadah gudang apa yang paling terlindungi untuk minyak goreng?
Jawaban: Wadah berbahan kaca gelap maupun stainless steel bertutup kedap udara merupakan pilihan terbaik karena material tersebut tidak bereaksi secara kimiawi dengan asam lemak serta melindungi minyak dari degradasi akibat cahaya.

4. Apakah minyak goreng perlu disimpan di dalam kulkas agar lebih awet?
Jawaban: Minyak sawit biasa tidak perlu disimpan di kulkas karena suhu dingin akan membuatnya membeku dan mengkristal, meski mencair balik di suhu ruang. Cukup simpan di suhu ruang yang stabil. Kulkas cuma dianjurkan untuk minyak nabati tinggi lemak tak bosan dobel yang gampang tengik, seperti minyak wijen murni maupun flaxseed oil.

5. Apa saja tanda pasti bahwa minyak goreng sudah rusak dan mesti dibuang?
Jawaban: Segera buang minyak jika tercium bau tengik tajam, warnanya berubah cokelat kehitaman pekat, mengeluarkan buih berlebih saat dipanaskan, maupun teksturnya menjadi lengket dan kental. Buang minyak dengan menampungnya di wadah tertutup terlebih dahulu sebelum dibuang ke tempat sampah kering, jangan menuangnya langsung ke saluran wastafel.

(brl/lak)

Artikel Lainnya Temukan Makanan Terbaik
↑
Close Right Ads
Close Left Ads