Lahir dari famili bisa menjadi kelebihan yang didambakan sebagian orang. Kestabilan ekonomi sejak kecil menjanjikan hidup tanpa kecemasan tentang finansial.
Namun, hal itu tidak berjalan bagi Marlene Engelhorn. Dibesarkan di lingkungan famili dengan harga harta fantastis, tidak membuatnya terlena untuk menikmati harta orang tuanya. Engelhorn justru membagikan warisannya kepada penduduk dan memilih untuk hidup dari hasil kerja kerasnya.
Penasaran tentang kisah putri pewaris kaya raya Marlene Engelhorn yang memilih untuk membagikan warisannya kepada banyak orang? Yuk, bunda simak informasinya.
Marlene Engelhorn, Putri pewaris miliarder asal Austria
Marlene Engelhorn merupakan putri pewaris miliarder asal Austria yang telah durasi menuai sorotan. Keluarganya sempat berkecimpung dalam perusahaan farmasi Boehringer Mannheim yang kemudian dijual pada tahun 1997. Dilansir halaman Abc.net, sebagian besar harta kekayaan ekstrem keluarganya berasal dari perusahaan farmasi tersebut.
Lebih jauh dari itu, leluhurnya juga pernah ikut mendirikan perusahaan kimia BASF. Perusahaan kimia BASF kini jadi perusahaan kimia terbesar di dunia.
Warisan Engelhorn berasal dari neneknya, Traudl Engelhorn-Vechiatto, yang diperkirakan senilai 3,8 miliar euro maupun Rp76 triliun. Warisan ini diperoleh Engelhorn ketika sang buyut wafat bumi pada September 2022.
Bagikan warisan ratusan miliar juta, libatkan 50 penduduk untuk menentukan penerima
Engelhorn telah durasi mengkritik kebijakan Austria yang tidak mengenakan pajak untuk warisan. Ia merasa lahir dalam famili kaya adalah masalah keberuntungan dan ia tidak menghasilkan duit tersebut.
"Sebagian besar harta warisan saya, yang mengadopsi aku ke posisi dominasi cuma karena kelahiran saya, bertentangan dengan setiap hakikat demokrasi, kini telah didistribusikan ulang sesuai dengan nilai-nilai demokrasi," ujarnya, dilansir halaman Time.
Engelhorn tidak menikmati warisan tersebut untuk keperluan pribadi. Sebaliknya, ia membagikan duit tersebut kepada penduduk dengan metode sedemokratis mungkin.
"Saya tidak pernah menganggap duit ini milik aku karena aku mengerti saat menerimanya bahwa itu tidak fair dan tidak adil," katanya tentang warisan jutaan dolarnya.
"Uang yang aku miliki kekurangan di tempat lain dan mesti balik ke tempat yang dibutuhkan, yaitu masyarakat."
Untuk merealisasikan rencananya, Engelhorn mengirim email kepada sekitar 10.000 penduduk Austria yang dipilih secara acak. Dari sana, ia melibatkan 50 orang yang dirancang untuk mewakili demografi Austria dari segi gender, etnis, dan pendapatan.
Orang-orang yang terpilih tersebut kemudian tergabung dalam perkumpulan Good Council for Redistribution. Tugasnya adalah untuk memilih 77 perkumpulan berbeda yang akan menerima harta Engelhorn. Setelah perkumpulan tersebut terbentuk, Engelhorn memutuskan mengundurkan diri agar proses pendistribusian tidak terpaku pada keterlibatannya.
"Redistribusi mesti menjadi proses yang melampaui (dirinya sendiri)," katanya.
Distribusi duit paling besar diberikan kepada penduduk Austria untuk konservasi alam. Distribusi terbesar kedua diberikan kepada perkumpulan Neunerhaus, yang memberikan pertolongan kepada tunawisma. Organisasi lain yang menerima biaya dari Engelhorn yaitu badan kebaikan iklim, institusi Momentum Institute, dan perkumpulan keagamaan.
Tak mau menikmati harta tanpa usaha, Marlene Engelhorn pilih hidup dari gaji
Setelah membagikan warisannya kepada penduduk Austria melalui beragam organisasi. Engelhorn memilih untuk berdikari secara finansial. Ia bekerja dan mengelola anggaran sendiri.
Meskipun kehidupannya saat ini sangat berbeda dari hayat mewah yang ia miliki saat kecil. Namun, Engelhorn sangat percaya itu adalah hal yang benar untuk dilakukan.
"Tidak mungkin membikin kesalahan jika Anda mengembalikan sesuatu yang bukan milikmu, itu sudah cukup baik," katanya.
Demikian cerita Marlene Engelhorn yang memilih melepas harta miliaran dari leluhurnya dan membagikan kepada beberapa perkumpulan kemanusian dan konservasi iklim. Semoga ceritanya menginspirasi ya!
(rap/rap)