Jakarta -
Kehamilan bisa memicu beragam fluktuasi dalam tubuh perempuan, salah satunya berhubungan dengan mekanisme kekebalan tubuh. Sistem imun berpartisipasi krusial dalam menjaga kesehatan ibu selama hamil sekaligus membantu tubuh menyesuaikan diri dengan beragam fluktuasi yang terjadi.
Menariknya, mekanisme kekebalan tubuh selama hamil tidak cuma bekerja untuk melawan virus dan bakteri, tetapi juga mengalami adaptasi agar dapat mendukung proses tumbuh bunga janin, Bunda. Tim peneliti dari MedUni Vienna memberitahu bahwa lingkungan plasenta dapat memprogram ulang sel-sel imun tertentu (neutrofil), sehingga dapat mendukung proses evolusi alih-alih memicu respons inflamasi yang berbahaya.
Perlu diketahui, neutrofil merupakan bagiankecil dari lini pertahanan pertama mekanisme kekebalan tubuh dan paling dikenal karena kemampuannya melawan patogen. Namun, pada mula kehamilan, beberapa sel ini tampaknya memungut peran yang berbeda.
Dilansir terlindungi EurekAlert, pada mula kehamilan, sel-sel plasenta khusus bergeser ke lapisan rahim. Di sana, sel-sel tersebut menambatkan plasenta pada jaringan ibu dan membantu membentuk balik pembuluh darah. Proses-proses tersebut dapat memastikan pasokan darah yang cukup ke embrio dan sangat krusial untuk keberhasilan kehamilan.
Nah, dalam studi yang dipublikasikan dalam jurnal Science Immunology, para peneliti menemukan jumlah neutrofil yang sangat banyak. Sel-sel ini sangat berbeda dari neutrofil yang beredar di dalam darah. Dalam percobaan laboratorium, neutrofil jaringan menaikkan motilitas sel plasenta, mendukung migrasi sel-sel tersebut ke jaringan ibu.
Sel imun yang diprogram ulang mendukung plasenta
Para peneliti memberitahu bahwa sinyal dari lingkungan plasenta dapat mengubah perilaku mula neutrofil dari darah yang berkarakter merusak. Setelah diprogram ulang, neutrofil tidak lagi menyebabkan kerusakan dan malah mendukung pergerakan sel plasenta.
Secara khusus, neutrofil jaringan melepaskan MMP-9 kemudian membantu memprogram ulang neutrofil yang berasal dari darah. Secara bersamaan, temuan ini memberitahu sepertiapa sel plasenta dan neutrofil ibu bisa saling memengaruhi.
Pertukaran dua arah ini juga menggambarkan benar-benar mudahnya neutrofil beradaptasi. Neutrofil dapat melawan patogen dan memicu respons inflamasi maupun mendukung proses evolusi normal.
Namun meski temuan studi ini cukup menjanjikan, riset lebih lanjut statis dibutuhkan untuk mengetahui pengaruhnya pada komplikasi kehamilan.
Perubahan mekanisme kekebalan tubuh saat hamil terjadi pada waktu yang tepat
Studi mengenai mekanisme kekebalan tubuh ibu hamil sudah banyak dilakukan oleh ilmuwan. Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Science Immunology pada tahun 2017, para ilmuwan dari Stanford University School of Medicine mengungkap fluktuasi mekanisme kekebalan tubuh yang terjadi pada perempuan selama kehamilan.
Temuan studi ini mengungkapkan bahwa ada jam imun dalam kehamilan. Jam tersebut dapat membantu tabib memprediksi kelahiran prematur.
"Kehamilan adalah kondisi imunologis yang unik. Kami menemukan bahwa waktu fluktuasi mekanisme kekebalan tubuh mengikuti pola yang tepat dan dapat diprediksi pada kehamilan normal," kata penulis senior studi, Brice Gaudilliere, MD, PhD, melansir dari laman Stanford Bio-X.
Meskipun para tabib telah durasi mengetahui bahwa mekanisme kekebalan tubuh ibu hamil menyesuaikan diri untuk mencegah tubuhnya menolak janin, belum ada yang menyelidiki cakupan penuh dari fluktuasi ini, maupun bertanya apakah waktunya dikontrol dengan ketat.
"Sungguh menggembirakan bahwa ada jam imunologis kehamilan. Sekarang kita memiliki rujukan untuk evolusi normal mekanisme kekebalan tubuh selama kehamilan, kita dapat menggunakannya sebagai alas untuk studi di masa mendatang guna memahami kapan mekanisme kekebalan tubuh seseorang tidak beradaptasi dengan kehamilan seperti yang kita harapkan," ujar penulis utama studi tersebut, Nima Aghaeepour, PhD.
Studi ini menggunakan percontoh darah yang dikumpulkan dari 18 ibu hamil cukup bulan. Setiap ibu hamil memberikan empat percontoh darah dari tiga trimester kehamilan dan enam minggu setelah melahirkan. Sampel dari himpunan tambahan yang terdiri dari 10 perempuan dengan kehamilan cukup bulan digunakan untuk memvalidasi temuan tersebut.
Demikian studi yang mengungkap peran sel imun saat hamil. Semoga keterangan ini berguna ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/pri)