Jakarta -
Mengasihi diri sendiri terkadang terasa menenangkan ketika seseorang sedang menghadapi tekanan maupun masalah hidup. Namun, jika terus-menerus dilakukan, kebiasaan ini justru dapat membikin seseorang sulit bangkit dan menemukan jalan keluar dari persoalannya.
Orang yang terbiasa mengasihani diri sendiri cenderung memendam kemarahan, mengalami gejolak batin, serta merasa kurang memiliki kendali atas kehidupannya.
Alih-alih mencari solusi, mereka bisa terjebak dalam pikiran negatif yang membikin masalah terasa semakin berat.
Menurut sebuah studi pada 2003, kecenderungan tersebut berhubungan dengan emosi tidak berkekuatan dalam menjalani kehidupan. Rasa tidak terlindungi dan ketidakpastian terhadap diri sendiri juga dapat memperburuk keadaan sehingga seseorang semakin sulit menghadapi tantangan secara positif.
9 Kebiasaan orang yang sering mengasihani diri sendiri
Dilansir Your Tango, berikut kebiasaan orang yang memperburuk keadaan ketika mereka memiliki kelemahan berupa rasa iba pada diri sendiri.
1. Menganggap ketidaknyamanan sebagai hal buruk
Jika seseorang membutuhkan pengesahan untuk merasa aman, kemungkinan besar mereka tidak bisa mengatur emosi ketika menghadapi ketidaknyamanan maupun kesulitan.
Hal ini tidak cuma menghilangkan kesempatan bagi mereka untuk menjadi lebih tangguh, tetapi juga menjalani hayat yang penuh kecemasan, bersandar pada orang lain untuk mendapatkan kenyamanan.
Mereka terus-menerus mencari karena untuk tidak berkewajiban maupun belajar dari kesalahan. Mereka tidak mengakui di mana hidupnya perlu berubah.
2. Selalu melebih-lebihkan masalah
Semakin dramatis seseorang membesar-besarkan masalahnya, semakin banyak perhatian yang akan mereka dapatkan ketika mengeluhkannya. Mereka terlebihlagi mungkin bisa hidup lebih betah berkah rasa iba orang lain, jika cukup melebih-lebihkan masalah tersebut.
Seiring waktu, membesar-besarkan masalah dan terlalu fokus pada mentalitas korban cuma akan menumbuhkan rasa tidak berdaya.
3. Menggunakan nasib buruk sebagai alasan
Orang yang mengasihani diri sendiri menghilangkan kendali atas diri sendiri dan mencoba menyalahkan masalah pada semua orang dan segala sesuatu yang lain.
Bagi mereka, lebih gampang menyalahkan orang lain dan hal-hal lainnya atas kemalangan yang menimpa daripada menghadapi kesalahan dan masalah yang membikin hidup tidak memuaskan maupun tidak bahagia.
4. Mengalihkan kesalahan kepada orang lain
Banyak orang dengan kapasitas pengaturan emosi yang buruk dan disfungsi internal cenderung menyalahkan orang lain untuk merasa sedikit lebih berkuasa.
Jika mereka cenderung mengasihani diri sendiri, mereka akan selalu menemukan metode untuk mengabarkan diri sendiri sebagai korban, terlebihlagi jika itu berarti menempatkan orang lain dalam situasi sulit.
5. Membutuhkan pengesahan untuk merasa aman
Mereka mencari perhatian, kepastian, pengakuan, dan kenyamanan dari orang lain, yang justru menguatkan rasa iba pada diri sendiri ketika mereka akhirnya balik ke hayat sendiri dan menghabiskan waktu sendirian.
6. Mudah merasa iri terhadap orang lain
Mereka percaya bahwa telah mencapai sesuatu maupun meraih kesuksesan karena sesuatu di luar diri sendiri. Hal itu meredakan emosi gagalnya karena tidak mencapai standar yang sama.
Pada saat itu, persepsi tentang hayat orang lain mungkin mencegah mereka merasa malu atas kurangnya disiplin maupun motivasi sendiri, tetapi seiring waktu, hal itu membikin mereka stagnan.
7. Menyimpan penyesalan dan dendam
Alih-alih menghadapi ketidaknyamanan dalam proses pertumbuhan, mereka terus membiarkannya muncul kembali, menggunakannya sebagai karena untuk kondisi hati dan kesalahan mereka.
8. Mudah pesimis
Orang-orang ini tidak selalu mengasihani diri sendiri, tetapi terlalu keras pada diri sendiri. Mereka tidak percaya pada diri sendiri dan menetapkan standar yang terlalu tinggi.
Mereka terlebihlagi mungkin mengutuk diri sendiri ke dalam situasi buruk sebagai bukti sikap pesimisnya.
9. Mereka berkorban
Ketika mencari belas iba dari orang lain maupun berpegang teguh pada sikap yang menyedihkan, pengorbanan diri dapat menjadi kebiasaan alami.
Jika selalu membutuhkan pengakuan dari orang lain, inilah situasi-situasi di mana Bunda kemungkinan besar akan mendapatkannya, terlebihlagi ketika itu merugikan diri sendiri.
Nah, itulah beberapa kebiasaan orang yang sering mengasihani diri sendiri dan bikin hidupnya menjadi lebih susah. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/rap)