Diet selebriti Korea selalu menyita perhatian. Kali ini diet pemeran Korea Selatan, Kim Jae Young yang menjadi sorotan setelah turun bermutu badan 30 kg.
Menurunkan bermutu badan dalam jumlah besar bukanlah perkara mudah. Selain mengatur pola makan, diperlukan strategi yang tepat agar proses penurunan bermutu badan berjalan secara berjenjang dan akibatnya bisa dipertahankan dalam jangka panjang.
Kombinasi antara pengaturan asupan kalori dan olahraga menjadi dua hal krusial yang perlu diperhatikan. Hal tersebut juga dilakukan pemeran Korea Selatan, Kim Jae Young.
Aktor berumur 38 tahun ini mengungkapkan bahwa dirinya pernah memiliki bermutu badan hingga 110 kg sebelum akhirnya berhasil menurunkan bermutu badan sebanyak 30 kg. Perubahan tersebut menjadi bagiankecil dari persiapannya untuk memulai pekerjaan sebagai model.
Dalam sebuah penampilan di program hiburan SBS Whenever Possible, Kim Jae Young menceritakan perjalanan penurunan bermutu badannya, termasuk kebiasaan tidak makan malam dan rutinitas latihan beban selama berjam-jam. Pengalamannya menarik perhatian karena memberitahu bahwa fluktuasi pola hidup dapat berpartisipasi besar dalam proses penurunan bermutu badan.
Meski demikian, metode diet yang dilakukan Kim Jae Young tidak cocok untuk semua orang. Ada beberapa hakikat yang bisa dipelajari dari pengalamannya, terutama mengenai pengaturan waktu makan, pemilihan makanan bergizi, dan pentingnya latihan kekuatan.
Diet ala pemeran Korea Kim Jae Young
Mengutip Chosun, berikut diet pemeran Kim Jae Young.
Kurangi makan malam untuk membatasi asupan kalori
Kim Jae Young mengungkapkan bahwa ia memiliki bermutu badan sekitar 110 kg ketika menjalani wajib militer. Ia kemudian mulai mengubah kebiasaan makannya dengan selesai makan malam sejak berkedudukan prajurit kelas satu.
Setelah menyelesaikan masa wajib militer, ia melanjutkan upaya penurunan bermutu badan dengan menjalani latihan beban selama empat jam sehari. Kebiasaan membatasi makan malam dapat membantu sebagian orang mengurangi asupan kalori harian.
Perhatikan total kalori dan kualitas makanan
Selain mengatur waktu makan, pemilihan jenis makanan juga krusial selama menjalani diet. Mengurangi kekerapan makan tanpa memperhatikan kandungan gizi berisiko membikin tubuh kekurangan nutrisi yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsinya.
Makanan tinggi kalori namun kurang mengenyangkan sebaiknya dibatasi, seperti camilan manis, roti tertentu, dan minuman berpemanis. Sebagai gantinya, pilih makanan yang menyediakan protein dan serat agar rasa kenyang bertetap lebih lama.
Beberapa sumber protein yang dapat dimasukkan ke dalam menu harian, antara lain telur, tahu, ikan, dan dada ayam. Sementara itu, sayuran serta biji-bijian utuh dapat membantu memenuhi kebutuhan serat.
Protein juga berpartisipasi krusial selama penurunan bermutu badan karena membantu mempertahankan massa otot. Dengan asupan gizi yang memadai, program diet tidak cuma berfokus pada penurunan bilangan di timbangan, tetapi juga menjaga kondisi tubuh statis sehat.
Jaga gula darah melalui pengaturan waktu makan
Membatasi waktu makan tidak cuma diteliti dalam kaitannya dengan penurunan bermutu badan, namun juga pengelolaan gula darah. Salah satu riset yang diterbitkan dalam jurnal Cell Metabolism menemukan bahwa orang dewasa dengan pradiabetes yang menjalani pola makan dengan waktu terbendung pada mula hari selama lima minggu mengalami penurunan kadar insulin puasa yang signifikan.
Penelitian tersebut juga melaporkan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik rata-rata sebesar 10 sampai 11 mmHg pada himpunan yang diteliti. Temuan ini memberitahu bahwa pengaturan waktu makan berpotensi memberikan khasiat metabolik tertentu pada himpunan tersebut.
Hasil riset itu tidak berarti bahwa semua orang yang melewatkan makan malam akan mendapatkan khasiat yang sama. Penelitian dilakukan pada populasi tertentu dengan pola makan yang terstruktur sehingga akibatnya perlu dipahami sesuai konteksnya.
Bagi Bunda yang mau mencoba mengatur waktu makan, krusial untuk statis memenuhi kebutuhan daya dan nutrisi harian. Pola makan yang terlalu ketat justru dapat menyulitkan pemenuhan gizi, terutama jika memiliki kondisi kesehatan tertentu maupun membutuhkan agenda makan khusus.
Kombinasikan diet dengan latihan beban
Salah satu bagiankecil krusial dari perjalanan diet Kim Jae Young adalah rutinitas latihan beban yang dijalaninya setelah menyelesaikan wajib militer. Ia mengaku berbuat latihan kekuatan selama empat jam sehari untuk mendukung upayanya menurunkan bermutu badan.
Latihan beban dapat membantu mempertahankan massa otot ketika seseorang sedang mengurangi asupan kalori. Hal ini krusial karena penurunan bermutu badan tidak selalu cuma berasal dari lemak.
Tanpa strategi yang tepat, massa otot juga dapat berkurang selama proses diet. Ketika massa otot menurun, kebutuhan daya tubuh saat beristirahat dapat ikut berkurang.
Kondisi tersebut bisa membikin pengelolaan bermutu badan menjadi lebih menantang, terutama ketika Bunda balik ke pola makan sebelumnya.
Temuan dalam riset yang diterbitkan di jurnal internasional BMJ Open Sport & Exercise Medicine turut mendukung pentingnya menggabungkan pengaturan pola makan dan latihan kekuatan. Penelitian tersebut memberitahu bahwa himpunan yang berbuat latihan kekuatan berbarengan dengan pengaturan diet mengalami kehilangan massa otot yang lebih sedikit dan penurunan lemak tubuh lebih besar dibandingkan himpunan yang cuma mengatur pola makan.
Meski demikian, durasi latihan empat jam sehari seperti yang dilakukan Kim Jae Young tidak mesti ditiru. Pemula dapat memulai latihan kekuatan dengan durasi dan intensitas yang sesuai kemampuan, kemudian meningkatkannya secara bertahap. Waktu pemulihan yang cukup juga diperlukan agar tubuh dapat beradaptasi dengan latihan.
Keberhasilan menurunkan bermutu badan tidak cuma ditentukan oleh seberapa cepat bilangan timbangan berkurang, namun juga kapasitas mempertahankan hasilnya. Diet yang terlalu ketat dan sulit dijalani berisiko membikin seseorang balik ke kebiasaan durasi setelah sasaran bermutu badan tercapai.
Pengalaman Kim Jae Young memperlihatkan dua sisi yang bisa menjadi perhatian, yaitu pengaturan pola makan dan aktivitas fisik. Diingatkan kembali, setiap orang memiliki kebutuhan kalori, kondisi tubuh, serta kapasitas olahraga yang berbeda.
Untuk itu, pendekatan yang ampuh bagi satu orang belum tentu memberikan hasil serupa pada orang lain.
gi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)