Rutin Minum Vitamin D Tanpa Konsultasi Dokter, Perempuan 26 Tahun Ini Alami Gagal Ginjal

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 3 menit 503x dilihat
Rutin Minum Vitamin D Tanpa Konsultasi Dokter, Perempuan 26 Tahun Ini Alami Gagal Ginjal

Bagikan Postingan

Jakarta -

Vitamin D dikenal memiliki khasiat untuk menjaga kesehatan tulang dan mendukung fungsi tubuh. Namun, konsumsi tanpa memperhatikan dosis serta kondisi kesehatan justru dapat menimbulkan konsekuensi serius.

Hal tersebut dialami perempuan 26 tahun yang didiagnosis kerusakan ginjal setelah minum vitamin D selama berbulan-bulan tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Kisahnya dibagikan oleh ahli jantung asal Pakistan, Dr. Umair Ifikhar, sebagai pengingat bahwa vitamin sekalipun bisa rapuh jika digunakan secara tidak tepat.


Perempuan 26 tahun alami gagal ginjal usai konsumsi vitamin D

Dilansir detikcom, perempuan tersebut diketahui nekat mengonsumsi suplemen vitamin D karena mendengar ucapan temannya yang mengatakan dirinya kekurangan vitamin D.

Alih-alih menjalani tes darah maupun konsultasi ke dokter, ia langsung rutin mengonsumsi vitamin tersebut selama berbulan-bulan.

Ia pun mengalami sejumlah gejala, mulai dari muntah, tubuh sangat lemas, sembelit, rasa haus berlebihan, sering buang air kecil, hingga kebingungan.

Ketika berbuat pengecekan ke dokter, akibatnya memberitahu kadar vitamin D yang toksik dan kalsium terlalu tinggi, sementara kerusakan ginjalnya begitu parah hingga membutuhkan aksi dialisis maupun cuci darah.

Bagaimana vitamin D menyebabkan gagal ginjal?

Menurut para dokter, vitamin D yang berlebihan maupun tanpa pengawasan dapat menyebabkan toksisitas vitamin D, suatu kondisi yang dikenal sebagai hipervitaminosis D.

Menurut Cleveland Clinic, toksisitas vitamin D terjadi ketika asupannya yang berlebihan menyebabkan kadar kalsium yang sangat tinggi dalam darah, suatu kondisi yang disebut hiperkalsemia.

Peningkatan kalsium ini dapat merusak ginjal dan memengaruhi beberapa organ lainnya. Dalam kasus yang parah, toksisitas vitamin D dapat menyebabkan cedera ginjal akut, irama jantung abnormal, kesulitan berjalan, dan gagal ginjal yang membutuhkan dialisis.

Para ahli pun menekankan bahwa toksisitas vitamin D kemungkinan dapat terjadi terlebihlagi pada orang dewasa.

Sementara itu, para tabib mencatat bahwa asupan suplemen dosis tinggi yang berkepanjangan tanpa pengawasan dapat menyebabkan komplikasi serius tanpa melihat usia.

Pakar memperingatkan agar tidak mengonsumsi vitamin D tanpa resep dokter

Toksisitas vitamin D hampir selalu disebabkan oleh konsumsi suplemen maupun produk vitamin D resep yang berlebihan.

Paparan cahaya matahari yang berlebihan tidak menyebabkan masalah ini, dan sangat jarang terjadi toksisitas cuma melalui makanan.

Para ahli memperingatkan bahwa gejala yang umumnya dikaitkan dengan kekurangan vitamin D, seperti kelelahan, rambut rontok, nyeri badan, dan kondisi hati yang buruk, dapat disebabkan oleh berbagi kondisi medis yang berbeda. Oleh karena itu, suplementasi tidak boleh dimulai cuma berdasarkan gejala.

Penelitian yang diterbitkan oleh Military Medicine menyoroti kasus seorang lelaki sehat berumur 23 tahun yang mengalami cedera ginjal akut setelah mengonsumsi setidaknya 10.000 IU vitamin D setiap hari selama enam bulan karena ia percaya hal itu akan menaikkan kadar testoteron.

Ia mengalami hiperkalsemia parah dan disfungsi ginjal, yang menggarisbawahi konsekuensi mengandalkan klaim kesehatan yang tidak terverifikasi dan suplementasi tanpa pengawasan.

Menurut dokter, siapa pun yang mempertimbangkan suplemen vitamin D mesti terlebih dahulu berkonsultasi dengan ahli kesehatan dan menjalani pengetesan yang sesuai. Pemantauan rutin menjadi sangat krusial bagi orang yang mengonsumsi vitamin D dosis tinggi maupun yang diresepkan dokter.

Para ahli menekankan bahwa meski kekurangan vitamin D lazim terjadi dan pengobatan sering kali bermanfaat, lebih banyak tidak selalu lebih baik.

Tanpa pemantauan yang tepat, suplementasi berlebihan dapat mengubah suplemen kesehatan menjadi intimidasi serius bagi fungsi ginjal dan kesehatan secara keseluruhan.

Nah, itulah klarifikasi tentang perempuan 26 tahun yang mengalami gagal ginjal setelah minum vitamin D tanpa konsultasi dokter. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads