Jakarta -
Bunda tak cuma membutuhkan kesiapan jasmani saat menjalani program bayi tabung maupun in vitro fertilization (IVF), tapi juga mental. Serangkaian prosedur medis dalam bayi tabung dapat memicu stres, kecemasan, terlebihlagi rasa nyeri.
Untuk itu sejumlah pasien mempertimbangkan terapi akupunktur sebagai salah satu metode untuk membantu mengurangi stres, nyeri dan cemas.
Terapi yang menggunakan jarum tipis pada titik-titik tertentu di tubuh ini diteliti sebagai salah satu metode yang dapat membantu mengurangi keluhan selama menjalani program kehamilan.
Melansir NCCIH.NIH.Gov, akupunktur telah dipraktikkan setidaknya selama 2.500 tahun. Teknik ini berasal dari pengobatan tradisional Tiongkok, namun telah dikenal luas di seluruh bumi sejak tahun 1970-an.
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), akupunktur digunakan di 103 dari 129 negara.
Di Amerika Serikat, keterangan dari National Health Interview Survey memberitahu bahwa penggunaan akupunktur oleh orang dewasa di AS meningkat lebih dari dua kali lipat antara tahun 2002 dan 2022.
Pada tahun 2002, 1,0 persen orang dewasa di AS menggunakan akupunktur. Pada 2022, bilangan tersebut mencapai 2,2 persen.
Studi: Akupunktur dan terapi integratif bantu kurangi stres selama IVF
Melansir University Hospitals, riset yang diterbitkan pada Juni 2025 oleh peneliti dari University Hospitals Connor Whole Health dan Case Western Reserve University School of Medicine, Amerika Serikat, mengkaji implementasi Whole Systems Traditional Chinese Medicine (WS-TCM). Pendekatan pengobatan tradisional Tiongkok ini dapat mencakup akupunktur, panduan corak hidup, saran pola makan, serta pengobatan herbal.
Studi retrospektif tersebut menganalisis 1.896 sesi perawatan yang diberikan selama 202 prosedur transfer embrio kepada 146 pasien IVF dalam masa 2019–2022. Penelitian dilakukan di UH Connor Whole Health dan UH Fertility Center.
Hasilnya memberitahu bahwa setelah satu sesi perawatan, pasien mengalami penurunan skor gejala yang dilaporkan sendiri. Pada skala penilaian 0–10, rata-rata skor kecemasan turun 2,2 poin, stres turun 2,1 poin, dan nyeri turun 1,4 poin.
Peneliti juga mencatat bahwa lebih dari 25 persen pasien dalam himpunan riset memiliki pengecekan kesehatan mental. Kecemasan menjadi salah satu kondisi yang paling lazim ditemukan.
Temuan ini memberitahu bahwa pendekatan terapi integratif berpotensi membantu pasien mengelola keluhan emosional dan jasmani selama menjalani IVF. Namun, karena riset ini berkarakter retrospektif dan mengevaluasi WS-TCM sebagai suatu pendekatan terpadu, akibatnya tidak dapat dianggap sebagai bukti bahwa akupunktur saja merupakan penyebab seluruh perbaikan.
Bagaimana akupunktur membantu pasien program bayi tabung?
Akupunktur merupakan salah satu terapi komplementer dengan menggunakan jarum tipis pada titik tertentu di tubuh. Sebagian pasien memilih terapi ini untuk membantu menghadapi ketidaknyamanan selama menjalani perawatan kesuburan.
Dalam konteks riset tersebut, terapi integratif diberikan pada beragam tahapan IVF. Sebanyak 88,6 persen siklus IVF dalam studi mencakup perawatan WS-TCM pada hari transfer embrio, sementara 64,9 persen mencakup perawatan pada minggu-minggu menjelang transfer embrio.
Meski demikian, waktu pemberian terapi tersebut menggambarkan praktik yang dilakukan di pusat fertilitas tempat riset berlangsung. Data itu bukan bukti bahwa akupunktur wajib diberikan pada hari transfer embrio maupun bahwa waktu tersebut merupakan agenda paling ampuh untuk semua pasien.
Christine Kaiser, DACM, LAc, peneliti utama studi sekaligus Direktur Reproductive Well-being di UH Connor Whole Health, mengatakan bahwa akupunktur dan pendekatan pengobatan tradisional Tiongkok secara menyeluruh dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu pasien mengurangi stres, kecemasan, dan nyeri selama menjalani IVF.
"Yang pada akhirnya berkontribusi pada hasil yang lebih baik serta pengalaman pasien yang lebih positif dan holistik,” ujar Kaiser.
Sementara itu, Rebecca Flyckt, MD, salah satu penulis riset sekaligus Direktur Divisi Endokrinologi Reproduksi dan Infertilitas di University Hospitals, menilai riset ini menjadi cara krusial untuk menyediakan bukti yang membantu pasien dan tabib memungut keputusan mengenai penggunaan terapi komplementer selama perawatan kesuburan.
Apakah akupunktur menaikkan keberhasilan bayi tabung?
Potensi khasiat akupunktur untuk membantu mengurangi stres maupun nyeri perlu dibedakan dari manfaatnya terhadap keberhasilan kehamilan. Penurunan keluhan setelah terapi tidak otomatis menandakan kesempatan embrio menempel, kehamilan klinis, maupun kelahiran hidup menjadi lebih tinggi.
Penelitian yang diterbitkan pada 2025 tersebut terutama mengevaluasi keluhan yang dilaporkan pasien selama menjalani IVF. Karena itu, akibatnya belum cukup untuk menyimpulkan bahwa akupunktur menaikkan tingkat keberhasilan program bayi tabung.
Pasien yang tertarik mencoba akupunktur sebaiknya mendiskusikannya terlebih dahulu dengan tabib ahli fertilitas. Pilih praktisi yang memiliki kualifikasi sesuai dan menerapkan prosedur kebersihan serta penggunaan jarum steril.
Jika terapi melibatkan herbal maupun suplemen, sampaikan seluruh produk yang digunakan kepada dokter. Bahan tertentu dapat berhubungan dengan obat maupun memengaruhi penanganan medis selama program kesuburan.
Akupunktur dapat dipertimbangkan sebagai terapi pendamping untuk membantu mengelola keluhan, tetapi bukan alternatif prosedur medis yang direkomendasikan dokter.
Keputusan penggunaannya sebaiknya mempertimbangkan kondisi pasien, bukti ilmiah yang tersedia, keamanan, dan kebutuhan setiap individu.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)