5 Cara Orang Tua Eropa Membesarkan Anak, Ada Kebiasaan Tidur hingga Disiplin yang Unik

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 5 menit 37x dilihat
5 Cara Orang Tua Eropa Membesarkan Anak, Ada Kebiasaan Tidur hingga Disiplin yang Unik

Bagikan Postingan

Jakarta -

Setiap orang tua memiliki metode tersendiri dalam membesarkan anak, mulai dari menerapkan ketentuan hingga membentuk rutinitas sehari-hari untuk Si Kecil. Pola asuh yang diterapkan pun dapat berbeda-beda dan bisa dipengaruhi oleh adat serta nilai-nilai yang dianut dalam keluarga.

Di sejumlah negara Eropa, pola asuh orang tua memiliki pendekatan yang unik. Banyak di antaranya menerapkan ketentuan tak biasa agar anak bisa tumbuh menjadi pribadi berdikari dan bertanggung jawab.

Beberapa kebiasaan orang tua di Eropa dalam membesarkan anak pun kerap menarik perhatian. Lantas, apa saja metode yang dipakai orang orang tua Eropa dalam membesarkan anak-anaknya? Simak penjelasannya berikut ini ya!


Cara orang tua Eropa membesarkan anak

Melansir dari beberapa sumber, berikut beberapa metode orang tua di Eropa dalam membesarkan anaknya:

1. Italia

Dalam pola pengasuhan, Italia banyak menerapkan pendekatan keluarga. Keluarga di Italia selalu mencoba makan malam berbareng anak-anaknya dan memiliki waktu tidur lebih awal. Tak cuma itu, setiap orang tua biasanya gemar melibatkan kakek-nenek dalam pola pengasuhan.

"Italia memiliki model famili yang sangat kuat dalam hal solidaritas antar generasi," ujar Profesor sosiologi famili di University of Turin, Manuela Naldini, dikutip dari The Guardian.

"Kakek-nenek memainkan peran krusial dalam membantu mewujudkan pengaturan pengasuhan anak. Itu adalah sesuatu yang berasal dari tradisi, dari ide solidaritas yang kuat, bukan antara ibu dan ayah, tetapi antar generasi," sambungnya.

2. Prancis

Dilansir halaman Net Mums, orang tua di Prancis mendorong permainan mandiri. Mereka memiliki waktu makan yang terstruktur dan mengharapkan anak-anak menyapa orang dewasa dengan sapaan 'Bonjour'.

Meski begitu, orang tua di Prancis tidak terlalu ikut gabung jika anaknya sedang bermain dengan kawan sebaya di taman. Sebaliknya, mereka semua duduk di pinggir lapangan sambil mengobrol satu sama lain maupun bermain ponsel, sementara anak-anak mereka bermain.

Orang tua Prancis juga cukup serius dalam hal waktu makan anak-anaknya, Bunda. Di Prancis, ada sarapan, makan siang, dan makan malam, dengan sesuatu yang disebut le goûter di sore hari. Anak-anak bisa mengonsumsi camilan di sore hari jika sudah makan di waktu yang ditentukan.

Selain soal makanan, para orang tua Prancis cukup ketat soal perilaku anak-anaknya. Anak-anak di Prancis tampaknya diberi limitasi sejak awal dan ada harapan bahwa mereka akan mendengarkan, duduk di meja, menyapa orang dengan sopan, dan berperilaku baik saat eksis di luar rumah.

Ya, tata krama itu krusial di negara ini. Anak-anak belajar mengucapkan bonjour, merci, dan au revoir kepada setiap orang dewasa, dan berjabat tangan maupun memberikan ciuman di pipi jika pantas.

3. Jerman

Salah satu hakikat utama dalam panduan pengasuhan anak ala Jerman adalah tidak memberi selamat kepada anak-anak. Sebaliknya, orang tua seharusnya mendorong dan mengomentari kemajuan anak tanpa merendahkannya, Bunda.

Orang Jerman berupaya menghindari ucapan selamat karena hal itu dapat menguatkan ide bahwa orang tua selalu menilai perilaku anak-anak mereka. Mengatakan 'bagus sekali' sepanjang waktu dapat membikin kalimat ini tidak bermakna.

Orang tua di Jerman juga memiliki pola asuh khas karena banyak yang statis tidur berbareng anak-anak mereka. Banyak di antaranya memiliki 'tempat tidur keluarga' yang besar di mana anak bisa tidur berbareng orang tua sampai berumur sekitar enam maupun tujuh tahun.

Selain kebiasaan tidur, orang tua di Jerman juga dikenal 'bebas'. Mereka tak segan untuk membujuk anak-anaknya jalan-jalan di taman untuk bermain di pasir, lumpur maupun genangan air. Banyak anak di Jerman terlebihlagi sudah bisa memanjat pohon di usia yang sangat muda.

4. Islandia

Pola asuh di Islandia umumnya tidak melibatkan hukuman, Bunda. Sejak kecil, anak-anak sudah dilatih untuk mengatasi situasi dengan metode yang baik dan tenang.

"Hukuman tidak pernah digunakan di sekolah kami, karena kami adalah orang dewasa. Kami berkewajiban untuk memilih lingkungan yang sesuai untuk evolusi anak-anak dan agar mereka dapat berkembang di dalamnya. Jika reaksi mereka dipertanyakan, kami tidak mempermalukan mereka karenanya. Kita perlu melihat keputusan kita sendiri dan memilih lingkungan yang lebih baik dan lebih sesuai untuk anak, sehingga mereka dapat berhasil melewatinya, secara sosial, kognitif, dan emosional" kata konsultan model pengasuhan Kristín Cardew.

"Tapi, beberapa anak membutuhkan lebih banyak pertolongan untuk melatih perilaku yang berbeda. Jadi, pendidik selalu menjaga anak statis dekat dengannya, agar dapat berbuat intervensi sebelum perilaku yang tidak diinginkan terjadi, maupun memilih lingkungan yang lebih sesuai bagi anak untuk bermain sehingga anak dapat berlatih sepertiapa mengatasi situasi dengan metode yang lebih kondusif."

Peran seorang bapak juga ditonjolkan dalam pola asuh di negara Islandia. Pada tahun 2021, pemerintah mengesahkan undang-undang yang memberikan cuti orang tua berbayar selama enam bulan kepada ibu dan bapak baru. Cardew mengatakan akibatnya sangat menakjubkan dan memengaruhi peran bapak dalam pengasuhan.

"Hal itu telah membuka mata mereka terhadap keelokan akan keterlibatan yang lebih besar dalam membesarkan anak," ujar Cardew.

5. Polandia

Kunci keberhasilan pengasuhan anak di Polandia adalah membicarakan emosi, dan bukan cuma emosi anak. Menurut terapis orang tua, Aga Rogala, orang tua Polandia cenderung berpikir jika seorang anak bahagia, itu berarti mereka adalah orang tua yang baik.

"Dan jika mereka tidak bahagia, ada yang salah dengan pengasuhan mereka," ungkap Rogala.

Orang tua di Polandia sudah mengajari anak-anaknya menabung sejak dini. Mereka biasanya menerapkan ketentuan yang cukup ketat, di mana anak tidak diperbolehkan menghabiskan sepeser pun duit yang diberikan orang tuanya.

Ya, secara umum, pola asuh di Polandia memadukan nilai-nilai famili tradisional serta disiplin yang terstruktur dengan mekanisme pendukung modern yang berpusat pada anak. Orang tua di nagara ini biasanya memiliki rutinitas yang sudah ditetapkan, misalnya agenda makan dan tidur.

Demikian lima metode orang tua Eropa membesarkan anak-anaknya. Semoga keterangan ini berguna ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads