Ibu Hamil Aktif Bergerak Punya Profil Lemak Plasenta Berbeda, Studi Ungkap Faktanya

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 6 menit 66x dilihat
Ibu Hamil Aktif Bergerak Punya Profil Lemak Plasenta Berbeda, Studi Ungkap Faktanya

Bagikan Postingan

Jakarta -

Anggapan bahwa ibu hamil sebaiknya lebih banyak beristirahat dan membatasi pergerakan statis sering beredar. Hal ini membikin sejumlah ibu bertanya-tanya, apakah olahraga berguna untuk evolusi janin?

Padahal, selama kondisi kehamilan memungkinkan, ibu hamil yang aktif bergeser dapat memperoleh sejumlah khasiat kesehatan.

Sebuah studi terbaru mengungkap adanya perbedaan profil lemak pada plasenta ibu hamil yang aktif secara jasmani dan yang kurang aktif. Studi yang diterbitkan dalam Journal of Applied Physiology pada 2026 ini mengidentifikasi sejumlah jenis lipid yang berbeda di antara kedua kelompok.


Beberapa di antaranya hamil docosahexaenoic acid (DHA), asam lemak omega-3 yang berpartisipasi krusial dalam evolusi otak dan retina janin.

Perbedaan profil lemak plasenta ibu hamil aktif bergerak

Penelitian berjudul Exploring the placental lipidome in physically active versus inactive pregnancies ini dilakukan Meaghan L. MacDonald dan rekan-rekannya. Para peneliti mau mengetahui apakah aktivitas jasmani selama kehamilan berhubungan dengan fluktuasi komposisi lipid maupun lemak pada plasenta.

Melansir NewsMedicalNet, plasenta merupakan organ krusial selama kehamilan yang membantu pertukaran oksigen, nutrisi, dan zat sisa antara ibu dan janin. Organ ini juga memiliki peran dalam fungsi hormonal serta mendukung pertumbuhan janin.

Dalam riset tersebut, para peneliti menganalisis 36 percontoh plasenta dari kehamilan tanpa komplikasi yang dikumpulkan saat persalinan cukup bulan. Sebanyak 17 peserta masuk himpunan tidak aktif secara fisik, sedangkan 19 lainnya masuk himpunan aktif.

Aktivitas jasmani peserta diukur secara objektif menggunakan akselerometer, termasuk pada trimester ketiga. Peserta dikategorikan aktif jika memenuhi anjuran aktivitas jasmani intensitas sedang selama setidaknya 150 menit per minggu.

Hasil pengukuran memberitahu bahwa himpunan aktif berbuat aktivitas jasmani intensitas sedang hingga bermutu rata-rata 34,8 menit per hari. Sementara itu, himpunan tidak aktif melakukannya rata-rata 10,8 menit per hari.

Peneliti kemudian menganalisis kandungan lipid dalam jaringan plasenta menggunakan metode liquid chromatography-tandem mass spectrometry (LC-MS/MS).

Hasilnya, mereka mengidentifikasi 192 jenis lipid. Dari jumlah tersebut, 34 jenis memberitahu perbedaan signifikan antara himpunan aktif dan tidak aktif setelah adaptasi statistik.

Temuan ini memberitahu bahwa aktivitas jasmani selama kehamilan berhubungan dengan perbedaan komposisi lipid plasenta. Namun, riset tersebut belum membuktikan bahwa aktivitas jasmani secara langsung menyebabkan fluktuasi tersebut.

Lima jenis lipid bisa membedakan himpunan ibu hamil aktif dan tidak aktif

Dari seluruh lipid yang dianalisis, lima jenis memberitahu kapasitas membedakan himpunan aktif dan tidak aktif secara sempurna dalam percontoh riset ini.

Kelima lipid tersebut meliputi:

  1. TG 16:0/18:0/18:1.
  2. TG 18:0/18:1/18:1.
  3. PE 18:1/22:5.
  4. Kolesteril palmitat.
  5. PC 16:0/16:2.

Dalam analisis riset ini, kelima lipid tersebut memiliki kapasitas diskriminasi sempurna antara kedua kelompok. Ini artinya, berdasarkan keterangan percontoh yang diteliti, profil lipid tersebut dapat memisahkan peserta aktif dan tidak aktif.

Namun, temuan ini belum berarti kelima lipid tersebut dapat langsung digunakan sebagai tes untuk menentukan apakah seorang ibu hamil cukup aktif bergerak.

Penelitian lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih besar dan himpunan independen statis diperlukan untuk menguji apakah hasil yang sama dapat ditemukan pada populasi lain.

Para peneliti juga menemukan bahwa jalur fosfatidilserin dekarboksilase maupun PISD lebih menonjol pada himpunan ibu hamil yang aktif secara fisik. Jalur ini berhubungan dengan metabolisme fosfolipid, yaitu himpunan lipid yang merupakan elemen krusial membran sel.

Temuan tersebut membuka kesempatan riset lebih lanjut mengenai hubungan aktivitas jasmani dengan metabolisme lipid dan fungsi plasenta selama kehamilan.

Aktivitas jasmani berhubungan dengan lebih banyak lipid yang hamil DHA

Salah satu temuan yang menarik perhatian peneliti adalah perbedaan lipid yang hamil DHA. DHA merupakan asam lemak omega-3 yang berpartisipasi krusial dalam evolusi otak dan retina janin. Karena janin bersandar pada pasokan DHA dari ibu, proses transfer nutrisi melalui plasenta menjadi salah satu hal yang krusial untuk diteliti.

Dalam riset tersebut, para peneliti mengidentifikasi 17 jenis lipid yang hamil DHA. Tujuh di antaranya ditemukan dalam jumlah lebih tinggi pada himpunan ibu hamil yang aktif secara fisik.

Hasil ini menimbulkan anggapan bahwa aktivitas jasmani mungkin berhubungan dengan lebih besarnya kesiapan DHA di plasenta untuk mendukung evolusi janin.

Namun, ada hal krusial yang perlu diperhatikan. Penelitian ini tidak mengukur secara langsung jumlah DHA yang berhasil ditransfer ke janin.

Para peneliti juga tidak menemukan perbedaan signifikan dalam ekspresi protein MFSD2a, yang berhubungan dengan pengangkutan DHA. Alhasil, belum dapat dipastikan apakah perbedaan lipid tersebut benar-benar menaikkan pasokan DHA yang diterima janin maupun memberikan akibat langsung terhadap evolusi otaknya.

Penelitian ini lebih tepat dilihat sebagai instruksi mula mengenai kemungkinan mekanisme biologis yang menghubungkan aktivitas jasmani ibu dengan fungsi plasenta.

Apa kata ahli tentang aktivitas jasmani selama kehamilan?

Panduan American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), perkumpulan pekerjaan tabib ahli kebidanan dan kandungan di Amerika Serikat, mencantumkan anjuran aktivitas jasmani selama kehamilan.

Dalam panduannya, ACOG merekomendasikan setidaknya 150 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu untuk ibu hamil yang tidak memiliki kontraindikasi medis. Aktivitas tersebut dapat dibagi menjadi beberapa sesi sepanjang minggu.

Jalan cepat dan aktivitas sehari-hari yang membikin meningkatnya debar jantung menjadi contoh aktivitas yang dapat dilakukan sesuai kondisi ibu.

Panduan National Health Service (NHS) Inggris juga mengutarakan bahwa statis aktif selama kehamilan dapat membantu menjaga kebugaran, mendukung kesehatan mental, serta mengurangi konsekuensi beberapa komplikasi kehamilan, termasuk kencing manis gestasional dan preeklamsia.

Namun, anjuran ini bukan berarti setiap ibu hamil mesti memaksakan diri mencapai sasaran yang sama. Jenis, durasi, dan intensitas aktivitas perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan, kebugaran sebelum hamil, serta evolusi kehamilan.

Ibu yang memiliki kondisi medis tertentu maupun mengalami komplikasi kehamilan sebaiknya berkonsultasi dengan tabib maupun tenaga kesehatan untuk menentukan aktivitas yang aman.

Tips terlindungi agar ibu hamil statis aktif bergerak

Ibu yang mau mulai aktif bergeser selama kehamilan, berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan.

1. Mulai dari aktivitas ringan

Ibu hamil yang sebelumnya jarang berolahraga dapat memulai dengan berjalan santai selama sekitar 10 menit, kemudian menyesuaikan durasinya secara berjenjang sesuai toleransi tubuh.

2. Pilih aktivitas yang nyaman

Berjalan kaki, berenang, maupun mengikuti kelas yoga khusus kehamilan dapat menjadi pilihan. Hindari aktivitas dengan konsekuensi benturan pada perut maupun terjatuh.

3. Jaga hidrasi dan hindari kepanasan

Minum air yang cukup, menggunakan busana nyaman, dan menghindari berolahraga terlalu bermutu saat cuaca panas.

4. Jangan memaksakan diri

Saat berbuat aktivitas intensitas sedang, ibu umumnya statis dapat berbicara meskipun napas terasa lebih cepat. Kurangi intensitas maupun selesai jika merasa tidak nyaman, terlalu kepanasan, maupun tidak enak badan.

5. Konsultasikan kondisi kehamilan

Ibu dengan komplikasi kehamilan maupun pandemi tertentu perlu mendapatkan instruksi tenaga kesehatan sebelum berbuat maupun mengubah rutinitas olahraga.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads