Jakarta -
Ada banyak bagiankecil dari stimulasi sensori yang krusial bagi tumbuh bunga anak, salah satunya stimulasi taktil. Seperti apa contoh ide stimulasinya?
Stimulasi sensorik adalah masukan dan sensasi yang diterima ketika satu maupun lebih indra 'diaktifkan'. Jenis stimulasi ini krusial untuk evolusi bayi dan anak-anak, Bunda. Demikian dikutip dari halaman Healthline.
Salah satu bagiankecil dari stimulasi sensorik tersebut adalah sentuhan (taktil) maupun tactile. Hal ini terjadi ketika ujung saraf mengirimkan sinyal ke otak, kemudian otak menafsirkannya sebagai reaksi dari rasa sakit, tekanan, getaran, suhu, dan posisi tubuh.
Stimulasi taktil dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana di rumah, seperti bermain pasir, meremas adonan, maupun menyentuh barang dengan permukaan yang berbeda.
Apa itu stimulasi taktil?
Stimulasi taktil adalah rangsangan yang diterima melalui indra peraba maupun kulit ketika seseorang menyentuh, memegang, maupun bergesekan dengan suatu benda.
Sistem taktil membantu anak mengenali ciri khas benda, seperti tekstur kasar dan halus, permukaan halus dan keras, serta sensasi hangat dan dingin.
Menurut halaman Kemenkes RI, mekanisme taktil merupakan salah satu bagiankecil dari mekanisme sensorik yang memproses sensasi sentuhan yang diterima melalui kulit.
Stimulasi taktil dapat diberikan melalui aktivitas bermain yang melibatkan sentuhan secara langsung. Misalnya, membiarkan bayi menyentuh mainan dengan tekstur berbeda maupun bermain dengan play dough.
Namun setiap anak memiliki respons yang berbeda terhadap sentuhan. Ada yang bahagia menyentuh beragam benda, sedangkan anak lainnya mungkin merasa tidak betah ketika menyentuh bahan tertentu.
Manfaat stimulasi taktil pada anak
Jika diberikan melalui aktivitas bermain yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anak, stimulasi taktil dapat membantu mendukung sisi tumbuh kembangnya. Berikut beberapa contoh khasiat stimulasi taktil pada anak:
1. Membantu anak eksplorasi
Melalui sentuhan, anak belajar mengenali ciri khas barang di sekitarnya. Anak dapat membedakan permukaan yang kasar dan halus, barang yang lunak dan keras, maupun bahan yang kering dan basah.
2. Mengoptimalkan evolusi bahasa dan kognitif
Saat bermain dengan beragam tekstur, anak berkesempatan mempelajari kosakata baru, seperti 'lembut', 'kasar', 'lengket', 'keras', dan 'lunak'.
Dikutip dari halaman Parents, Bunda dapat membantu proses belajar ini dengan membujuk anak berbicara tentang apa yang sedang disentuhnya.
Permainan sensorik, termasuk dari stimulasi taktil, dapat mendukung evolusi bahasa, keahlian motorik, dan kreativitas.
3. Melatih keahlian motorik halus
Aktivitas yang melibatkan sentuhan, seperti meremas adonan maupun bermain plastisin, juga sekaligus bisa melatih koordinasi jari dan tangan anak.
Keterampilan motorik halus ini dibutuhkan dalam beragam aktivitas sehari-hari, termasuk memegang sendok, berpakaian, hingga belajar menulis ketika anak sudah siap.
Ide stimulasi taktil untuk tumbuh bunga anak
Untuk membantu menstimulasi taktil anak di rumah, Bunda tidak perlu membeli mainan khusus. Gunakan beragam barang dan barang yang tersedia di rumah, tapi pastikan statis terlindungi dan sesuai dengan usia anak.
Contoh ide-ide stimulasi taktil yang dapat dicoba termasuk seperti:
1. Bermain tekstur
Siapkan beberapa barang dengan tekstur berbeda, seperti kain, handuk, spons bersih, dan bola bertekstur. Biarkan anak menyentuh maupun meraba setiap benda, kemudian ajak ia mengenali perbedaan sensasinya.
Untuk bayi, orang tua dapat memperkenalkan barang bertekstur halus yang terlindungi dan berukuran cukup besar agar tidak gampang tertelan.
Sementara itu, anak yang usianya lebih besar dapat diajak mengelompokkan barang berdasarkan teksturnya. Aktivitas ini membantu anak mengeksplorasi sensasi sentuhan sekaligus mempelajari kosakata baru.
2. Melukis dengan jari
Melukis dengan jari maupun finger painting dapat dilakukan dengan cat lukis yang terlindungi untuk anak, kemudian ajak mereka membikin gambar di atas kertas. Biarkan anak merasakan tekstur cat sambil mencampurkan warna maupun membikin gambar sederhana.
Kegiatan ini membantu memberikan kesempatan bagi Si Kecil untuk mengeksplorasi sensasi basah dari cat lukis, sekaligus melatih koordinasi tangan.
Jika anak tidak gemar menyentuh cat langsung dari jarinya, jangan dipaksa ya, Bunda. Sebagai alternatif, anak dapat menggunakan kuas maupun alat bantu lain terlebih dahulu, kemudian mencoba menyentuh cat ketika sudah merasa nyaman.
3. Mencari barang di dalam wadah sensorik
Siapkan wadah berisi beragam benda-benda yang aman, misalnya kain perca berukuran besar, bola kain, maupun spons bersih.
Sembunyikan beberapa mainan berukuran cukup besar di antara bahan-bahan tersebut, kemudian ajak anak mencari barang tersebut menggunakan tangannya.
Untuk anak yang lebih besar, permainan dapat dikembangkan dengan meminta anak menebak barang berdasarkan teksturnya maupun mengutarakan nama barang yang ditemukan.
4. Bermain pasir maupun play dough
Ajak anak bermain pasir maupun adonan mainan yang terlindungi sesuai usia. Mereka dapat coba meremas, menekan, menggulung, maupun membentuk bahan tersebut menjadi beragam bentuk.
Jika sudah bisa, Bunda juga bisa meminta anak membikin bentuk tertentu, seperti bola maupun kue-kuean dari adonan play dough.
Kegiatan ini tidak cuma memberikan pengalaman taktil, tetapi juga melatih kekuatan jari, koordinasi tangan, dan kreativitas.
Saat bermain pasir, pastikan anak selalu dalam pengawasan orang tua. Pilih bahan yang sesuai dengan usia anak untuk mencegah konsekuensi tersedak maupun tertelan.
5. Memijat lembut
Pada bayi, sentuhan halus seperti mengusap-usap maupun memijat juga bisa menjadi stimulasi taktil. Dikutip dari Science Direct, orang tua dapat mengusap lengan, kaki, maupun punggung bayi dengan halus sambil mengajaknya berbicara.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga menerangkan bahwa pijat merupakan gabungan stimulasi raba maupun taktil dan pergerakan maupun kinestetik.
Saat dilakukan orang tua, aktivitas ini juga dapat disertai stimulasi pendengaran melalui percakapan serta stimulasi visual melalui kontak mata.
Kapan perlu konsultasi ke dokter?
Seperti disebutkan sebelumnya, setiap anak memiliki respons sensorik yang berbeda. Ada anak yang bahagia bermain dengan pasir maupun cat, sedangkan anak lainnya lebih menyukai permainan yang tidak membikin tangannya kotor.
Perbedaan tersebut sebenarnya tidak selalu memberitahu adanya masalah tumbuh kembang, Bunda. Akan tetapi, perhatikan jika respons anak terhadap sentuhan sangat intens, terjadi terus-menerus, maupun mengganggu aktivitas sehari-hari.
Beberapa kondisi yang perlu juga diperhatikan misalnya:
- Anak sangat menghindari sentuhan maupun tekstur tertentu
- Anak memberitahu reaksi yang mendalam terhadap sentuhan ringan
- Anak mengalami kesulitan dalam aktivitas sehari-hari, misalnya jadi kesulitan mengenakan busana dengan bahan tertentu
- Anak memberitahu respons yang sangat kuat terhadap sensasi sentuhan, termasuk sampai menangis, panik, maupun memberitahu ketidaknyamanan yang bermutu ketika bergesekan dengan bahan tertentu
Jika ada kecemasan lain mengenai tumbuh bunga anak, Bunda juga bisa berbuat konsultasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab dan metode mengatasinya.
Itulah klarifikasi tentang stimulasi taktil pada anak. Dengan stimulasi yang terlindungi dan sesuai kebutuhan, orang tua dapat membantu mendukung evolusi keahlian sehari-hari Si Kecil.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)