Ada beragam sisi yang dapat menjadi ciri khas mengenali kecerdasan seseorang. Interaksi seseorang dengan orang-orang di sekitarnya bisa jadi salah satu metode mengenali orang yang memiliki IQ rendah.
Cara seseorang bersikap saat berhubungan sering memberi deskripsi tentang pola pikirnya, mulai dari sepertiapa ia menilai kemampuannya sendiri, menanggapi kritik, sampai mengekspresikan perasaan. Beberapa riset ilmu jiwa membahas kebiasaan-kebiasaan ini sebagai ciri khas kepribadian orang IQ rendah. Berikut klarifikasi lengkapnya.
Cara mengenali orang IQ rendah saat berhubungan dengan orang lain
Dilansir dari halaman Your Tango, inilah beberapa metode mengenali orang dengan IQ rendah saat berhubungan dengan orang lain menurut riset.
1. Mengabaikan emosi lawan bicara
Salah satu metode untuk mengenali kecerdasan emosional sosial seseorang adalah dengan melihat apakah orang tersebut menghargai emosi lawan bicara saat berhubungan maupun sebaliknya. Isyarat yang tidak diungkapkan seperti ekspresi wajah bisa jadi tanda emosional seseorang. Namun, orang yang memiliki kecerdasan emosional yang rendah bisa saja tidak mengerti isyarat tersebut
Psikolog dapat mengidentifikasi tingkat kecerdasan emosional seseorang. Psikolog sering menggunakan kuesioner untuk menilai kesadaran emosional, yang di dalamnya meliputi pertanyaan tentang seberapa gampang individu dapat mengidentifikasi dan memberi label emosi mereka.
Salah satu riset tersebut dilakukan peneliti dalam jurnal Social dukungan and mental health: the mediating role of perceived stress. Peneliti memberikan peserta studi kasus tentang skenario yang melibatkan emosional. Kemudian, peserta diminta mengidentifikasi emosi yang diekspresikan. Dari situlah peneliti dapat berbuat komparasi antara individu dengan kecerdasan emosional tinggi dan rendah.
2. Kesulitan untuk bersimpati
Empati dan simpati melibatkan kapasitas dalam merasakan emosi orang lain. Bersikap empati merupakan keahlian kompleks yang dapat memberitahu tingkat kecerdasan emosional yang tinggi.
Kurangnya sikap simpati kepada orang lain menjadi salah satu metode mengenali orang dengan IQ rendah. Karena, kapasitas memahami serta berbagi emosi orang lain adalah elemen inti dari kecerdasan emosional.
Berdasarkan survei sebuah riset yang dipublikasikan dalam National Library of Medicine, ditemukan bahwa seseorang yang kesulitan memberitahu simpati kemungkinan besar kesulitan memahami dan merespons emosi orang lain dengan metode yang tepat.
3. Menghindari topik percakapan yang tidak dikuasai
Cara mengenali orang IQ rendah salah satunya dapat diketahui dari topik pembicaraan yang bahas. Orang dengan IQ rendah jarang bertanya maupun membuka diri terhadap hal-hal yang tidak mereka pahami.
Merujuk riset berjudul The neurobiology of openness as a personality trait yang diterbitkan di National Library of Medicine, orang dengan keterbukaan tinggi cenderung berprestasi secara akademik karena rasa mau tahunya terjaga. Sebaliknya, orang dengan kecerdasan rendah, cenderung memikirkan deskripsi mereka dan memilih kenyamanan, daripada belajar hal baru.
4. Kesulitan mengontrol ekspresi wajah
Kemampuan mengungkapkan emosi sendiri juga sama pentingnya dengan memahami emosi seseorang. Merujuk riset Deceit and facial expression in children: the enabling role of the “poker face” child and the dependent personality of the detector, dipaparkan bahwa wajah datar yang terus-menerus, tanpa ekspresi sama sekali, juga bisa dianggap tanda EQ yang rendah.
Kesulitan berekspresi berhubungan dengan kesulitan mengekspresikan emosi sendiri dan membaca emosi orang lain dengan tepat. Namun, ini tidak selalu menjadi ciri khas mengenali orang IQ rendah, karena ada orang yang dominan berparas datar sejak lahir.
5. Cenderung mengedepankan emosi
Emosi memiliki peran krusial dalam percakapan, misalnya untuk memberitahu empati terhadap lawan bicara. Namun, ketika dalam sebuah hubungan terjadi perbedaan pendapat, emosi yang terlalu dominan dapat menghalangi jalannya logika.
Hal tersebut sejalan dengan riset How emotions affect logical reasoning: evidence from experiments with mood-manipulated participants, spider phobics, and people with exam anxiety. Orang yang memiliki IQ rendah sering mengedepankan emosi ketika terjadi perbedaan pendapat.
6. Sulit menerima kritik
Terlepas dari kecerdasan, kritik terkadang sulit diterima bagi siapa pun. Namun, ada perbedaan reaksi antara orang yang memiliki kecerdasan yang tinggi dan rendah.
Orang yang memiliki IQ tinggi menjadikan umpan balik yang diberi sebagai kesempatan untuk berkembang. Sementara orang yang memiliki IQ rendah menganggap kritik sebagai sesuatu yang buruk. Mereka mengutamakan untuk melindungi deskripsi diri dan kenyamanan serta mengorbankan kesempatan untuk berkembang.
7. Enggan mengubah pikiran
Cara mengenali orang IQ rendah selanjutnya dapat dilihat dari keterbukaan seseorang dalam menerima ide baru. Mengutip artikel PsyPost, orang cerdas umumnya tidak takut untuk mengubah pikiran. Karena, mereka terbuka terhadap ide-ide yang baru. Membuktikan gagasan pribadi sebagai yang paling benar bukan menjadi prioritas bagi orang dengan kecerdasan tinggi.
Namun, bagi orang dengan IQ rendah, kepercayaan diri mereka berasal dari kebutuhan untuk dianggap benar oleh orang lain. Mereka cenderung berpegang pada gagasan yang mereka pegang sejak awal. Jika tidak, rasanya seperti mengakui kegagalan.
8. Kesulitan mempertahankan pertemanan
Kesulitan mempertahankan pertemanan jadi salah satu gejala orang dengan kecerdasan emosional yang rendah. Individu dengan kecerdasan emosional tinggi umumnya memiliki jaringan kawan dan kenalan yang kuat. Apabila seseorang kesulitan mempertahankan jalinan pertemanan, ini bisa jadi salah satu ciri khas mengenali orang dengan IQ rendah.
Itulah beragam metode mengenali orang yang memiliki IQ rendah saat berinteraksi. Namun, perlu diingat, Bunda, ciri khas yang telah dipaparkan ini cuma satu dari banyaknya sisi yang perlu dipertimbangkan dalam menilai seseorang.
(rap/rap)