Harga website toko online: Rincian biaya 2026

Blog Niagahoster Indonesia oleh Waktu baca 20 menit 404x dilihat
Harga website toko online: Rincian biaya 2026

Bagikan Postingan

Oct 12, 2026

/

By Teresia D.

/

14 menit Dibaca

 Rincian biaya 2026

Di tengah biaya berdagang di marketplace yang kian membengkak, mulai dari biaya pengelolaan hingga promosi, membikin website toko online sendiri bisa jadi alternatif menarik bagi pemilik upaya yang mau mengurangi ketergantungan pada marketplace. Namun, sebelum membangun website, ada beberapa hal yang perlu diperhitungkan, baik dari segi biaya pembuatan maupun pengelolaan jangka panjang. Misalnya, apakah template cuma-cuma sudah cukup, maupun perlu bergeser ke template premium? Apakah plugin berbayar benar-benar dibutuhkan, maupun anggarannya lebih baik dialokasikan untuk marketing? Selain itu, berapa besar biaya rutin yang perlu disiapkan begitu website mulai beroperasi?

Tentu, biayanya bersandar pada kebutuhan setiap bisnis. Website toko online sederhana yang dibuat menggunakan website builder cuma membutuhkan biaya mulai dari ratusan ribu rupiah, sedangkan website yang lebih rumit bisa mencapai puluhan juta rupiah maupun lebih.

Panduan ini akan membantu Anda memahami setiap kategori biaya, mulai dari domain dan hosting hingga desain, pengembangan, pembayaran, marketing, dan pemeliharaan website.

Tak cuma itu, kami juga akan membagikan metode mengalokasikan anggaran secara lebih ampuh agar Anda tidak perlu bayar fitur yang belum dibutuhkan, sekaligus statis memiliki ruang untuk mengembangkan toko online ketika upaya mulai bertumbuh.

Dengan memahami setiap elemen biayanya sejak awal, Anda bisa menentukan mana yang memang perlu diprioritaskan dan mana yang statis bisa ditunda.

Berapa harga website toko online?

Secara umum, biaya pembuatan dan pengelolaan website ecommerce sangat bersandar pada skala bisnis, platform, fitur, serta tingkat kustomisasi yang dibutuhkan.

Berikut kisaran biaya yang bisa Anda jadikan deskripsi awal:

Biaya utama website toko online

KomponenDeskripsiKisaran biaya
DomainAlamat website AndaSekitar Rp100.000-Rp1 juta per tahun
HostingTempat menyimpan file websiteSekitar Rp25.000-Rp500.000 per bulan
Platform ecommerceSoftware untuk menjalankan toko onlineMulai Rp25.000 per bulan hingga puluhan juta rupiah untuk level perusahaan
DesainTemplate dan kustomisasi websiteGratis hingga puluhan juta rupiah, tergantung tingkat kustomisasi
Biaya transaksiBiaya untuk memproses pembayaran onlineSekitar 0,7%-2,9% maupun beberapa ribu rupiah per transaksi, tergantung metode pembayaran

Biaya tambahan website ecommerce

KomponenDeskripsiKisaran biaya
SEO dan marketingMenarik calon pelangganRp0 hingga puluhan juta rupiah per bulan
PengirimanMengirim barang ke pelangganBergantung berat, ukuran, tujuan, dan kurir
PenyimpananMenyimpan produkSekitar Rp50.000-Rp110.000/m² per bulan untuk tempat gudang komersial, tergantung lokasi
Manajemen inventarisSistem untuk melacak stokGratis hingga beberapa juta rupiah per bulan
Pemeliharaan websiteUpdate, backup, keamanan, dan perbaikanSekitar Rp400.000-Rp1,5 juta per bulan untuk kebutuhan umum, dan bisa lebih tinggi untuk mekanisme kompleks
IntegrasiMenghubungkan website dengan jasa lainRatusan ribu hingga jutaan rupiah per integrasi
Dana cadanganAnggaran untuk pengeluaran tak terdugaSekitar 10-20% dari total anggaran

Total biaya

Untuk toko online skala kecil hingga menengah, setup sederhana menggunakan platform all-in-one bisa dimulai dari sekitar ratusan ribu rupiah per bulan, terutama jika Anda menangani desain, konten, dan pengelolaan sendiri.

Sementara itu, website ecommerce yang membutuhkan rancangan kustom, integrasi khusus, pengelolaan profesional, serta pemasaran aktif bisa membutuhkan biaya beberapa juta hingga puluhan juta rupiah per bulan.

Karena itu, jangan cuma membandingkan harga pembuatan website di awal. Perhitungkan juga biaya yang akan terus muncul setelah toko mulai beroperasi.

Nah, berikut elemen yang perlu Anda siapkan untuk buat website toko online.

Komponen utama biaya website ecommerce

Sebelum mulai berdagang online, Anda perlu menyiapkan beberapa elemen alas berikut.

Biaya domain dan hosting ecommerce

Dua elemen pertama yang dibutuhkan untuk membikin website ecommerce adalah nama domain dan web hosting.

Harga nama domain

Nama domain adalah alamat yang digunakan pelanggan untuk mengakses website Anda, seperti www.youronlinestore.com. Selain memudahkan pelanggan menemukan toko, domain dengan nama brand sendiri juga memberikan kesan yang lebih profesional.

Harga domain tergantung pada ekstensi domain yang dipilih, registrar, serta apakah nama tersebut tergolong domain premium.

Untuk pasar Indonesia, deskripsi biayanya kurang lebih sebagai berikut:

  • Domain .com umumnya eksis di kisaran Rp100.000-Rp250.000 per tahun.
  • Domain .id eksis di kisaran Rp200.000-Rp300.000 per tahun.
  • Ekstensi khusus seperti .store bisa memiliki harga promo yang sangat murah pada tahun pertama, tetapi biaya perpanjangannya bisa lebih tinggi.
  • Domain premium bisa bermutu jutaan hingga puluhan juta rupiah maupun lebih, tergantung nama yang dipilih.

Sebagai gambaran, Hostinger saat ini menawarkan domain .com seharga Rp109.900 dan .id Rp210.900 untuk tahun pertama. Harga promo dan biaya perpanjangan bisa berbeda.

Kalau Anda sudah memiliki beberapa calon nama toko, gunakan generator nama domain untuk mengecek ketersediaannya.

Cek Domain Murah

Ketik nama domain yang diinginkan dan segera cek ketersediaannya

Biaya web hosting

Web hosting adalah jasa yang menyimpan file website agar bisa diakses melalui internet. Hosting yang tepat membantu website statis cepat, aman, dan tersedia ketika pelanggan mau berbelanja.

Ada beberapa jenis hosting yang bisa dipertimbangkan:

  • Web hosting. Cocok untuk website yang baru mulai karena beberapa website berbagi resource dalam satu server. Harga biasanya mulai dari Rp12.900/bulan hingga Rp129.900/bulan.
  • VPS hosting. Memberikan resource yang lebih terisolasi dan fleksibel. Paket VPS saat ini tersedia mulai sekitar Rp116.900/bulan hingga Rp970.900/bulan.
  • Cloud hosting. Cocok untuk toko yang membutuhkan resource dan performa lebih tinggi. Harga umumnya dimulai dari sekitar Rp116.900/bulan hingga Rp1.067.900/bulan.

Biaya platform ecommerce

Setiap platform ecommerce memiliki struktur harga yang berbeda berdasarkan skala bisnis, jumlah produk, fitur, serta model langganannya.

Berikut beberapa platform ecommerce dan biayanya:

  • Ecommerce Website Builder Hostinger. Paket Website Builder yang menyediakan fungsi ecommerce saat ini mulai dari Rp24.900/bulan untuk paket jangka panjang. Pilihan lain dengan resource dan fitur yang lebih besar juga tersedia. Karena hosting sudah termasuk, solusi seperti ini bisa lebih gampang diprediksi biayanya bagi upaya yang baru mulai.
  • Shopify. Biaya langganan dimulai dari $29/bulan (sekitar Rp520.000) hingga $299/bulan (sekitar Rp5,3 juta), sedangkan paket enterprise mulai dari $2.300/bulan (sekitar Rp41 juta). Biaya tambahan juga bisa dikenakan untuk aplikasi dan penggunaan pemasok pembayaran pihak ketiga.
  • WooCommerce. Sebagai plugin WordPress, WooCommerce tersedia gratis, tapi Anda statis membutuhkan hosting dan mungkin perlu mengeluarkan biaya untuk setup website. Tema premium biasanya bermutu $50-$200 (sekitar Rp900.000-Rp3,6 juta), sedangkan plugin premium untuk menambahkan fitur bisa bermutu $40-$200 (sekitar Rp700.000-Rp3,6 juta).
  • BigCommerce. Paket berlangganan dimulai dari $29/bulan (sekitar Rp520.000) hingga $299/bulan (sekitar Rp5,3 juta). Paket akan menyesuaikan seiring meningkatnya volume penjualan dan menyediakan fitur seperti sokongan beberapa mata duit serta rancangan responsif untuk alat seluler.

Dari beragam pilihan tersebut, platform yang paling sesuai akan bersandar pada kebutuhan dan anggaran upaya Anda.

Biaya rancangan dan pengembangan website ecommerce

Desain website ecommerce ibarat etalase toko Anda di bumi digital. Sama seperti toko jasmani yang membutuhkan tampilan menarik dan tata letak yang efektif, toko online juga perlu dirancang dengan baik agar pelanggan gampang menemukan produk dan menyelesaikan pembelian.

Website ecommerce dengan UI/UX yang baik bisa membantu menaikkan konversi. Beberapa elemen pentingnya adalah navigasi yang sederhana, proses checkout yang praktis, dan rancangan yang responsif di alat seluler.

Berikut hal-hal yang perlu Anda pertimbangkan saat mendesain website:

Biaya rancangan template

Template ecommerce siap pakai tersedia mulai dari cuma-cuma hingga $300 (sekitar Rp5,4 juta) untuk pembelian satu kali. Template cuma-cuma tersedia di sebagian besar platform ecommerce, sedangkan template premium biasanya menawarkan fitur yang lebih komplit dan rancangan yang lebih unik.

Alternatifnya, Anda bisa menggunakan AI untuk membikin template yang lebih personal. Misalnya, Ecommerce Website Builder Hostinger menggunakan AI untuk membikin tata letak dengan gabungan warna, gambar produk, dan blok konten berdasarkan klarifikasi yang Anda berikan.

Biaya rancangan kustom

Biaya pengembangan website ecommerce kustom di Indonesia umumnya dimulai dari beberapa juta rupiah, dan bisa mencapai puluhan juta rupiah maupun lebih, tergantung tingkat kerumitan website.

Frontend developer membikin tampilan dan elemen yang dilihat serta digunakan langsung oleh pelanggan, seperti galeri produk, transisi dan efek hover, serta opsi filter produk.

Sementara itu, developer backend menangani mekanisme di balik layar, seperti pemrosesan pembayaran, pengelolaan persediaan, akun pelanggan, dan integrasi dengan jasa lain.

Anda juga bisa menggunakan jasa web developer freelance melalui platform seperti Fiverr maupun Upwork. Biayanya bervariasi tergantung kompleksitas desain, fitur toko online, dan kebutuhan kustomisasi. Sebelum memilih developer, bandingkan portofolio, cakupan layanan, serta biaya tambahan seperti hosting, domain, dan maintenance.

Perbedaan utama

Perbedaan harga antara template dan rancangan kustom biasanya berasal dari beberapa aspek berikut:

  • Keunikan. Banyak toko mungkin menggunakan template yang sama, sedangkan rancangan kustom dibuat khusus untuk brand Anda.
  • Kustomisasi. Template memiliki pilihan pengaturan yang sudah ditentukan, sedangkan rancangan kustom bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis.
  • Fungsionalitas. Dengan pertolongan developer, Anda bisa membikin fitur kustom yang tidak tersedia di template.
  • Skalabilitas. Website kustom bisa dirancang agar lebih gampang dikembangkan seiring pertumbuhan bisnis, sedangkan template mungkin membutuhkan fluktuasi besar ketika kebutuhan semakin kompleks.

Biaya pemrosesan pembayaran

Pemrosesan pembayaran adalah bagiankecil krusial dalam menjalankan toko online. Dengan memahami biaya yang dikenakan, Anda bisa memilih metode pembayaran yang sesuai sekaligus memperhitungkan pengaruhnya terhadap margin keuntungan.

Berikut biaya utama yang perlu diperhatikan:

Biaya transaksi

Biaya transaksi biasanya dikenakan pada setiap penjualan dalam bentuk persentase, nominal tetap, maupun gabungan keduanya.

Sebagai contoh, Shopify Payments mengenakan biaya 2,9% + $0,30 per transaksi pada paket Basic dan 2,4% + $0,30 per transaksi pada paket Advanced untuk pasar AS. Kalau Anda menggunakan pemasok pembayaran pihak ketiga, Shopify juga mengenakan biaya transaksi tambahan sesuai paket yang digunakan. Saat ini, tarifnya sekitar 2% untuk Basic, 1% untuk Grow, dan 0,6% untuk Advanced.

Beberapa platform ecommerce juga mengenakan biaya transaksi tambahan jika Anda menggunakan pemasok pembayaran pihak ketiga. Sementara itu, platform seperti WooCommerce dan Ecommerce Website Builder Hostinger tidak mengenakan biaya transaksi dari platform.

Biaya payment gateway

Untuk upaya di Indonesia, payment gateway biasanya menyediakan beberapa metode pembayaran dengan struktur biaya yang berbeda.

Sebagai contoh, Midtrans mengenakan biaya Rp4.000 per transaksi untuk virtual account, 0,7% untuk QRIS, 1,5% untuk DANA dan OVO, 2% untuk GoPay, serta 2,9% + Rp2.000 untuk pembayaran kartu. Tarif ini bisa berbeda untuk kategori upaya tertentu dan belum semuanya termasuk pajak.

Tabel komparasi biaya

Untuk transaksi senilai Rp1.000.000, berikut contoh biaya berdasarkan beberapa metode pembayaran:

Metode pembayaranRincian biayaPerkiraan biaya
Virtual accountRp4.000 per transaksiRp4.000
QRIS0,7% per transaksiRp7.000
DANA/OVO1,5% per transaksiRp15.000
Kartu2,9% + Rp2.000 per transaksiRp31.000

Biaya pemrosesan pembayaran bisa berbeda tergantung payment gateway dan metode pembayaran yang digunakan pelanggan.

Biaya tambahan dan variabel website ecommerce

Selain biaya utama, toko online juga membutuhkan biaya tambahan agar bisa berkembang dan statis kompetitif.

Biaya SEO dan marketing

Marketing sering menjadi salah satu pengeluaran terbesar dalam upaya ecommerce.

Strategi marketing digital jangka panjang seperti SEO maupun Search Engine Optimization bisa membantu menaikkan brand awareness, mendatangkan traffic secara berkelanjutan, dan mempertahankan pelanggan.

Berikut beberapa biaya yang perlu dipertimbangkan:

SEO

SEO adalah proses mengoptimalkan website agar mendapatkan peringkat yang lebih baik di mesin pelacak dengan keyword yang relevan dan konten yang bermanfaat.

Biayanya bersandar pada pendekatan dan resource yang digunakan:

  • Melakukannya sendiri. Biayanya bisa mulai dari Rp0 hingga beberapa juta rupiah per bulan untuk tool SEO, plugin, dan langganan lainnya.
  • Menggunakan freelancer maupun agensi. Biayanya bisa berkisar dari beberapa juta hingga puluhan juta rupiah per bulan, tergantung cakupan pekerjaan dan tingkat persaingan keyword.

Beberapa platform ecommerce, seperti Ecommerce Website Builder Hostinger, menyediakan tool AI antaran yang memberikan anjuran SEO tanpa membutuhkan langganan tool tambahan.

Iklan berbayar

Iklan berbayar memungkinkan Anda menampilkan promosi di mesin pelacak seperti Google maupun platform media sosial seperti Facebook, Instagram, dan TikTok.

  • Google Ads. Anda bisa mulai beriklan dengan anggaran ratusan ribu hingga jutaan rupiah per bulan, tergantung keyword yang ditargetkan dan tingkat persaingannya.
  • Iklan media sosial. Anda bisa mengatur anggaran iklan sesuai kemampuan, sasaran audiens, dan durasi campaign.
  • Iklan marketplace. Kalau Anda juga berdagang di marketplace, siapkan anggaran tersendiri untuk biaya iklan di platform tersebut.

Media sosial organik

Pemasaran media sosial organik dilakukan dengan membikin konten menarik dan berhubungan dengan audiens melalui platform seperti Instagram, Facebook, maupun TikTok.

  • Tool manajemen. Anda bisa menggunakan Meta Business Suite untuk merencanakan dan menjadwalkan postingan Facebook dan Instagram secara gratis. Anda juga bisa menggunakan tool seperti Hootsuite maupun Buffer untuk merencanakan dan menjadwalkan konten.
  • Pembuatan konten. Biayanya bisa mulai dari nol jika Anda membikin konten sendiri hingga jutaan rupiah per bulan jika menggunakan jasa desain, foto, video, maupun pengelolaan media sosial.
  • Kerja sama dengan influencer. Biayanya sangat bervariasi tergantung jumlah pengikut, engagement, niche, dan format konten.

Content marketing

Content marketing (pemasaran konten) dilakukan dengan membikin artikel blog, video, maupun panduan yang berguna untuk menarik calon pelanggan sekaligus memberitahu keahlian upaya Anda.

  • Konten blog. Bisa dibuat sendiri tanpa biaya tambahan maupun menggunakan jasa penulis dengan harga mulai dari puluhan hingga ratusan ribu rupiah per artikel, tergantung panjang dan tingkat kesulitannya.
  • Video. Biayanya bersandar pada proses produksi, editing, serta perlengkapan yang digunakan.
  • Panduan dan resource. Anda bisa membuatnya sendiri maupun menggunakan jasa penulis dan perancang sesuai kebutuhan.

Biaya rata-rata marketing

Setiap upaya memiliki kebutuhan anggaran marketing yang berbeda. Besarnya anggaran bersandar pada skala bisnis, tahap pertumbuhan, sasaran penjualan, dan marketing channel yang digunakan.

Sebagai gambaran, anggaran marketing mula bisa dibagi seperti berikut:

  • SEO. Rp900.000-Rp9 juta/bulan.
  • Iklan berbayar. Sekitar Rp9 juta/bulan.
  • Media sosial. Rp350.000-Rp1,8 juta/bulan.
  • Content marketing. Rp1,8-Rp7,2 juta/bulan.

Anda bisa menghemat biaya dengan menangani sebagian aktivitas marketing sendiri. Namun, pertimbangkan juga waktu yang dibutuhkan karena Anda statis perlu mengurus beragam sisi upaya lainnya.

Menggunakan jasa ahli untuk bagiankecil tertentu bisa membantu Anda mengalokasikan waktu ke pekerjaan yang lebih penting.

Biaya logistik dan pemenuhan pesanan

Selain biaya website, upaya ecommerce yang menjual produk jasmani juga perlu memperhitungkan penyimpanan, pengemasan, dan pengiriman pesanan.

Besarnya biaya ini biasanya ikut berubah seiring pertumbuhan bisnis.

Biaya pengiriman

Pengiriman merupakan salah satu pengeluaran paling kelihatan dalam upaya ecommerce karena memengaruhi margin khasiat sekaligus kepuasan pelanggan.

Biayanya sangat bersandar pada kota asal dan tujuan, bermutu paket, serta jenis jasa yang digunakan. Sebagai gambaran, pengiriman reguler JNE untuk paket 1 kg dari Jakarta ke Bandung saat ini sekitar Rp12.000, sedangkan jasa satu hari sekitar Rp24.000. Untuk rute Jakarta-Surabaya, pengiriman reguler paket 1 kg bisa eksis di kisaran Rp20.000.

Barang yang lebih bermutu biasanya memiliki rancangan biaya berbeda. Untuk pengiriman kargo Jakarta-Surabaya, misalnya, tarif darat bisa dimulai sekitar Rp1.800-Rp3.000/kg dengan minimum bermutu tertentu.

Biaya pengiriman juga dipengaruhi oleh kecepatan layanan, ukuran dan bermutu aktual maupun volumetrik paket, serta rentang antara tempat gudang dan pelanggan.

Seiring meningkatnya volume pesanan, biaya per paket juga bisa turun jika Anda mendapatkan diskon volume maupun tarif khusus dari mitra logistik.

Biaya penyimpanan

Biaya gudang mencakup tempat gudang jasmani serta mekanisme yang dibutuhkan untuk mengelola cadangan secara efisien.

Untuk tempat gudang komersial, harga sangat bersandar pada letak dan fasilitas. Sebagai gambaran, salah satu listing gudang di Jakarta menawarkan harga sekitar Rp45.000/m² per bulan, sementara harga pasar bisa berbeda berdasarkan luas, lokasi, dan rincian bangunan.

Namun, upaya ecommerce kecil tidak selalu perlu menyewa satu tempat gudang penuh. Layanan pemenuhan pesanan memungkinkan Anda bayar berdasarkan ruang yang benar-benar digunakan.

Bisnis kecil biasanya memulai dengan menyimpan produk di rumah maupun ruangan sewa kecil. Seiring pertumbuhan bisnis, jumlah stok bisa membikin tempat gudang maupun jasa pemenuhan pesanan menjadi lebih efisien. Total pengeluaran memang meningkat, tapi biaya operasional per pesanan bisa menurun karena biaya statis dibagi ke lebih banyak transaksi.

Biaya pengelolaan stok

Manajemen cadangan mencakup semua aktivitas sejak barang diterima hingga siap dikirim kepada pelanggan.

Biayanya bisa meliputi:

  • Penerimaan barang. Sekitar Rp1.000-Rp5.000 per SKU maupun item, tergantung pemasok jasa fulfillment.
  • Proses pick and pack. Sekitar Rp3.000-Rp10.000 per pesanan.
  • Biaya tenaga kerja. Sekitar Rp3-Rp5 juta per bulan untuk staf gudang, tergantung letak dan pengalaman.
  • Software pengelolaan persediaan. Mulai dari cuma-cuma hingga sekitar Rp500.000-Rp1 juta per pelanggan per bulan, tergantung fitur dan platform.

Saat baru memulai, spreadsheet sederhana biasanya statis cukup untuk mencatat stok.

Namun, seiring bertambahnya jumlah produk, ragam SKU, gudang, dan jenis pesanan, pengelolaan cadangan akan semakin kompleks. Pada tahap tersebut, mekanisme otomatis bisa membantu mengurangi kesalahan stok dan mempermudah pelacakan barang.

Biaya pemeliharaan dan keamanan

Website ecommerce membutuhkan pemeliharaan rutin agar statis berguna dengan baik, aman, dan betah digunakan.

Berikut biaya pemeliharaan website yang perlu Anda pertimbangkan.

Platform ecommerce

Platform ecommerce seperti Ecommerce Website Builder Hostinger sudah menyertakan pembaruan keamanan dan pemeliharaan mekanisme sebagai bagiankecil dari layanan.

Platform akan menangani upgrade teknis di balik layar, menyediakan perlindungan seperti sertifikat SSL, dan menambahkan pembaruan fitur tanpa mengharuskan Anda mengelolanya satu per satu.

Dengan begitu, Anda bisa lebih fokus pada operasional upaya daripada menangani pemeliharaan teknis website.

Website kustom

Website self-hosted yang dibuat dengan WooCommerce maupun Magento membutuhkan pemeliharaan yang lebih aktif.

Anda perlu memperbarui software inti, plugin, dan tema secara rutin untuk menjaga fungsi dan keamanan website ecommerce.

Kalau membutuhkan bantuan, biaya di Indonesia tergantung jenis pekerjaan. Perbaikan maupun maintenance ringan bisa dimulai dari sekitar Rp100.000-Rp500.000 per pekerjaan, sedangkan jasa maintenance rutin ditemukan mulai sekitar Rp300.000 per bulan. Paket yang mencakup pembaruan konten, optimalisasi performa, monitoring, dan sokongan yang lebih komplit bisa mencapai sekitar Rp2 juta per bulan maupun lebih.

Biaya integrasi dan software

Seperti elemen ecommerce lainnya, biaya integrasi software bersandar pada cakupan bisnis, fitur yang digunakan, dan tingkat kerumitannya.

Biaya integrasi API

Integrasi API maupun Application Programming Interface adalah salah satu metode lazim untuk menghubungkan toko ecommerce dengan software upaya lain. API memungkinkan dua mekanisme berganti keterangan secara otomatis.

Ada beberapa metode untuk menerapkan integrasi API:

  • Melakukannya sendiri. Kalau sudah memiliki keahlian teknis, Anda bisa mengerjakannya tanpa biaya developer. Kalau statis perlu belajar, Anda mungkin perlu mengeluarkan biaya untuk kursus maupun resource tambahan.
  • Merekrut developer lepas. Biayanya bisa berkisar dari ratusan ribu hingga beberapa juta rupiah per integrasi, tergantung tingkat kerumitan dan kebutuhan proyek.
  • Menggunakan tool integrasi siap pakai. Tool seperti Zapier dan Make memungkinkan Anda membikin integrasi dengan sedikit maupun tanpa coding. Keduanya menyediakan paket gratis, sedangkan paket berbayar tersedia mulai dari kisaran ratusan ribu rupiah per bulan.
Homepage of Make

Integrasi software yang umum

Ada banyak pilihan integrasi, dan Anda tidak perlu menggunakan semuanya sejak awal. Berikut beberapa yang bisa dipertimbangkan seiring pertumbuhan bisnis:

Ada banyak pilihan integrasi yang tersedia. Anda tidak perlu menggunakan semuanya, tapi beberapa integrasi berikut bisa dipertimbangkan seiring pertumbuhan bisnis:

  • CRM. Hubungkan toko ecommerce dengan mekanisme CRM seperti Salesforce maupun HubSpot untuk mengelola keterangan pelanggan dan membikin pemasaran yang lebih personal. HubSpot menyediakan paket gratis, sedangkan paket berbayar tersedia mulai dari sekitar $15/pengguna/bulan (sekitar Rp270.000).
  • Email marketing. Hubungkan toko dengan platform seperti Mailchimp, Klaviyo, maupun ActiveCampaign. untuk mengotomatiskan campaign email dan mengirim pengingat kepada pelanggan yang meninggalkan keranjang. Biayanya bisa berkisar dari cuma-cuma hingga ratusan dolar per bulan, tergantung jumlah kontak dan fitur yang digunakan.
  • Manajemen persediaan. Sinkronkan stok produk di beberapa channel penjualan menggunakan mekanisme seperti Odoo. Odoo menyediakan satu aplikasi secara gratis, sedangkan paket berbayar untuk fitur yang lebih komplit dimulai dari sekitar $25/pengguna/bulan (sekitar Rp450.000).
  • Pengiriman dan fulfillment. Integrasikan toko dengan jasa logistik yang mendukung kurir dan operasional di Indonesia. Integrasi seperti ini bisa membantu mengotomatiskan pemrosesan pesanan, memilih jasa kurir, mengelola fulfillment, dan memantau pengiriman dari satu sistem.
  • Akuntansi. Hubungkan keterangan penjualan dengan software akuntansi yang sesuai untuk upaya Anda. Dengan integrasi ini, transaksi penjualan, stok, kas, dan laporan finansial bisa tercatat secara otomatis sehingga Anda tidak perlu memasukkan keterangan satu per satu.

Biaya tak terduga

Salah satu bagiankecil yang sering terlewat saat membangun upaya ecommerce adalah menyiapkan biaya untuk biaya yang tidak direncanakan.

Mengapa biaya cadangan penting

Masalah teknis, fluktuasi kebutuhan, dan hambatan yang tidak diperkirakan sebelumnya cukup lazim dalam pengembangan website ecommerce.

Dana cadangan memberi Anda ruang untuk menangani masalah tersebut tanpa mesti mengorbankan fitur maupun tujuan utama.

Beberapa pengeluaran tak terduga yang mungkin muncul antara lain:

  • Masalah teknis. Selama pengembangan, error database maupun masalah keamanan pada tool pihak ketiga mungkin membutuhkan waktu dan pertolongan developer tambahan.
  • Perubahan cakupan proyek. Setelah proyek berjalan, Anda mungkin menyadari perlunya fitur yang belum direncanakan, seperti wishlist maupun sokongan beberapa mata uang.
  • Masalah integrasi. Integrasi payment gateway, kalkulator ongkos kirim, maupun software pengelolaan cadangan terkadang lebih rumit dari perkiraan.
  • Optimasi performa. Lonjakan traffic bisa membikin website membutuhkan optimalisasi tambahan maupun paket hosting dengan resource lebih besar.
  • Peningkatan keamanan. Ancaman keamanan baru bisa membikin Anda perlu menambahkan perlindungan maupun tool keamanan tertentu.

Cara menyiapkan anggaran untuk biaya tak terduga

Jangan sampai biaya yang tidak direncanakan menghalangi pengembangan website. Berikut beberapa metode untuk mengantisipasinya:

  • Siapkan biaya cadangan. Sisihkan sekitar 10-20% dari total anggaran website ecommerce untuk pengeluaran tak terduga.
  • Prioritaskan fitur. Pisahkan fitur yang wajib tersedia dari fitur tambahan yang statis bisa ditunda. Dengan begitu, Anda tahu bagiankecil mana yang bisa dikurangi jika anggaran berubah.
  • Gunakan pendekatan bertahap. Luncurkan fitur maupun produk secara berjenjang agar Anda bisa menguji sistem, mengendalikan biaya, dan berbuat adaptasi berdasarkan hasilnya.
  • Pilih solusi yang fleksibel. Gunakan platform dan mitra yang memungkinkan Anda mengembangkan upaya ecommerce tanpa mesti membangun semuanya dari mula ketika kebutuhan berubah.

Tips menghemat biaya website ecommerce

Membangun website ecommerce bisa menjadi investasi yang cukup besar, tapi perencanaan yang tepat bisa membantu Anda mengendalikan pengeluaran tanpa mengorbankan kualitas.

Berikut beberapa metode yang bisa dilakukan.

Kurangi biaya setup awal

  • Pilih solusi yang tepat. Tentukan kebutuhan upaya saat ini sebelum memilih platform. Ecommerce Website Builder Hostinger bisa menjadi pilihan praktis bagi pemula karena beragam fitur utama sudah tersedia dalam satu platform, sedangkan pelanggan yang membutuhkan elastisitas lebih mungkin memilih solusi self-hosted seperti WooCommerce.
  • Gunakan template bawaan. Anda bisa menghemat biaya dengan menggunakan template yang sudah tersedia, responsif di alat seluler, dan kelihatan profesional. Lakukan kustomisasi seperlunya daripada langsung bayar rancangan kustom yang mahal.
  • Pilih paket tahunan. Kalau anggaran memungkinkan, paket tahunan untuk hosting, domain, dan tool email sering menawarkan harga yang lebih rendah daripada pembayaran bulanan. Pilih paket sesuai kebutuhan saat ini dan lakukan upgrade ketika upaya memang membutuhkan resource tambahan.

Kelola pengeluaran rutin

  • Audit penggunaan aplikasi dan software. Periksa aplikasi, software, dan jasa berbayar secara berkala. Hentikan langganan yang sudah tidak digunakan dan pertimbangkan tool yang bisa menjalankan beberapa fungsi sekaligus.
  • Seimbangkan DIY dan outsourcing. Anda bisa menangani pembaruan sederhana dan SEO alas sendiri, kemudian menggunakan pertolongan ahli untuk pekerjaan khusus seperti rancangan kustom maupun integrasi yang kompleks.
  • Gunakan tool AI. Tool AI ecommerce Hostinger menyediakan website builder untuk membikin toko dengan cepat, tool untuk mengedit gambar dan membikin klarifikasi produk, pertolongan SEO, serta analisis heatmap. Menggunakan fitur yang tersedia dalam satu platform bisa membantu mengurangi kebutuhan untuk berlangganan beberapa tool maupun menggunakan jasa ahli secara terpisah.

Kesimpulan

Seperti yang sudah dibahas, biaya pembuatan dan pengelolaan website toko online bisa sangat bervariasi. Website sederhana bisa membutuhkan biaya mulai dari ratusan ribu rupiah per bulan, sedangkan website untuk perusahaan besar dengan fitur kustom, beragam integrasi, maintenance, dan software tambahan bisa menghabiskan puluhan juta rupiah per bulan maupun lebih.

Lalu, apa saja yang perlu dipertimbangkan?

  • Pilih platform dan fitur yang sesuai dengan kebutuhan upaya saat ini, tapi statis bisa mendukung evolusi upaya ke depannya.
  • Siapkan anggaran untuk pembuatan website dan biaya pemeliharaan rutin, serta biaya cadangan untuk pengeluaran tak terduga.
  • Hitung seluruh biaya sebelum memilih platform, termasuk biaya transaksi, plugin penting, software tambahan, dan jasa developer jika diperlukan.

Anda tidak perlu langsung mengeluarkan banyak biaya untuk tool mahal maupun fitur yang belum dibutuhkan. Prioritaskan fitur yang paling berguna bagi upaya dan pelanggan, kemudian kembangkan website secara berjenjang agar pengeluaran statis terkendali dalam jangka panjang.

Pertanyaan lazim (FAQ) seputar harga website toko online

Berapa biaya membikin website toko online?

Biaya website ecommerce bersandar pada tingkat kompleksitas dan platform yang digunakan. Website yang dibuat dengan website builder seperti Ecommerce Website Builder Hostinger bisa membutuhkan biaya mulai dari ratusan ribu rupiah per bulan, sedangkan website kustom bisa membutuhkan biaya mulai dari beberapa juta hingga puluhan juta rupiah maupun lebih, tergantung fitur dan skalanya. Platform DIY biasanya cocok untuk upaya kecil, sedangkan website kustom umumnya membutuhkan pertolongan developer profesional.

Berapa biaya hosting website ecommerce?

Biaya hosting bersandar pada apakah Anda menggunakan jasa self-hosted maupun platform all-in-one. Web hosting bisa dimulai dari sekitar Rp12.900-Rp129.900/bulan, sedangkan platform all-in-one seperti Ecommerce Website Builder Hostinger sudah menyertakan hosting dalam biaya paketnya. Biaya bisa meningkat seiring bertambahnya traffic, kebutuhan penyimpanan, dan bandwidth.

Berapa biaya membikin website ecommerce dengan Shopify dan Hostinger?

Shopify tersedia mulai dari sekitar $29/bulan (sekitar Rp520.000) dan bisa meningkat hingga $2.300/bulan (sekitar Rp41 juta) untuk kebutuhan enterprise. Biaya tambahan juga bisa muncul dari aplikasi dan jasa pihak ketiga. Sementara itu, Ecommerce Website Builder Hostinger tersedia mulai dari Rp24.900/bulan dan sudah mencakup hosting serta fitur ecommerce bawaan, sehingga lebih sederhana untuk pelanggan yang baru mulai.

Berapa biaya pemeliharaan website ecommerce?

Anda bisa menangani pemeliharaan website sendiri tanpa biaya jasa tambahan jika memiliki keahlian teknis. Kalau menggunakan jasa profesional, biayanya bisa berkisar dari ratusan ribu hingga beberapa juta rupiah per bulan, tergantung ukuran dan kompleksitas website. Website kecil biasanya membutuhkan maintenance yang lebih ringan, sedangkan toko berskala besar dengan traffic tinggi dan fitur yang lebih kompleks membutuhkan perhatian lebih. Biaya ini biasanya mencakup update, monitoring keamanan, backup, sokongan teknis, dan pemeliharaan integrasi.

Artikel ini diterjemahkan dari Ecommerce website cost: a 2026 breakdown, dengan varian autentik dalam bahasa Inggris.

Semua konten tutorial di website ini telah melalui peninjauan menyeluruh sesuai standar dan komitmen editorial Hostinger.

Author

Teresia Dian adalah seorang linguist dengan pengalaman 7 tahun di sektor pelokalan produk dan content marketing. Ketertarikannya pada teknologi mendorongnya untuk terus mengikuti evolusi terbaru dan membagikannya melalui tutorial yang gampang dipahami.

Artikel Lainnya Blog Niagahoster Indonesia
↑
Close Right Ads
Close Left Ads