Home Sweet Loan The Musical Resmi Hadir

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 506x dilihat
Home Sweet Loan The Musical Resmi Hadir

Bagikan Postingan

Home Sweet Loan The Musical/ Foto: Dok. Visinema

Pementasan Home Sweet Loan The Musical resmi dimulai, Beauties! Kisah yang diangkat dari novel karya Almira Bastari ini dipentaskan dalam 23 pagelaran pada 30 September hingga 18 Oktober 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Home Sweet Loan The Musical dipersembahkan oleh Visinema berbareng Indonesia Kaya, bekerja-sama dengan Jakarta Art House.

Kursi pemirsa penuh pada pementasan pertamanya pada 30 September lalu. Mereka antusias menyaksikan pagelaran teater yang dinanti-nanti, beberapa berbalutkan wastra untuk merayakan budaya.

Pentas yang terjadi selama 180 menit merupakan sebuah perjalanan yang emosional. Kisah protagonis disebut Kaluna, seorang perempuan buruh di Jakarta, menjadi bayangan hidup individual para penontonnya.

Sinopsis Cerita Home Sweet Loan

Home Sweet Loan The Musical

Home Sweet Loan The Musical/ Foto: Dok. Visinema

Memiliki rumah sendiri adalah mimpi terbesar Kaluna. Mimpi itu semakin menemukan urgensinya setelah kondisi rumahnya semakin menekan: satu epilog diisi tiga rumah tangga, ruang individual yang tersingkirkan, hingga menemukan dirinya selalu mengalah demi keluarga. Lantas, apakah ini yang disebut dengan rumah, ketika rasa betah dan terlindungi tidak ditemukan?

Senantiasa didukung oleh ketiga sahabat kantornya, Kaluna menempuh perjalanan yang tidak mudah. Rintangan dalam mengejar impian, perselisihan dengan kerabat karena masalah utang, kedatangan diri dalam famili yang sering kali dianggap remeh, hingga mengikhlaskan pengorbanan yang mesti dilakukan untuk mereka.

Kaluna pun membujuk pemirsa untuk melihat bahwa rumah dapat memiliki arti berbeda dalam setiap fase kehidupan. Ada rumah yang menjadi tempat tinggal, ruang yang selama ini dicari untuk merasa aman, sekaligus tempat menyimpan beragam kenangan, konflik, tanggung jawab, dan hubungan dengan orang-orang terdekat.

“Di panggung, kami memiliki kesempatan untuk menghadirkan sisi-sisi Kaluna dengan metode yang lebih langsung dan individual melalui akting, musik, dan koreografi di depan penonton,” ujar Cristian Imanuell, Produser Visinema. “Bagi kami, yang terpenting adalah menjaga kedekatan emosional yang menjadi kekuatan cerita ini, sekaligus memberikan pengalaman baru yang cuma bisa dirasakan melalui pagelaran langsung.”

Kisah Home Sweet Loan The Musical dihidupkan oleh 37 pemeran yang terdiri dari dua pemeran Kaluna (Kalya Islamadina dan Chintana Jo), 11 pemeran lainnya, 24 pemeran ensembel, serta lebih dari 50 insan imajinatif yang bekerja di balik panggung.

Komunikasi yang Tak Dibatasi Dialog

Home Sweet Loan The Musical

Home Sweet Loan The Musical/ Foto: Dok. Visinema

Perjalanan Kaluna menemukan bentuknya melalui musik dan koreografi yang saling melengkapi. Setiap detail diangkat dengan penuh intensi. Tata artistik dan properti, busana, tata cahaya, tata suara, koreografi, hingga live orchestra menjadi bagiankecil dari kesatuan pengalaman panggung.

Pendekatan set panggung dinamis, merepresentasikan ruang yang menjadi hayat Kaluna. Dialog yang didukung intonasi yang ekspresif terasa ringan, hangat, dan efisien. Sesekali diselipi guyonan yang menuai tawa dari para pemirsa yang mendengarnya.

18 lagu yang telah dirangkai seperti Kembali Pulang, Kapan Pulang, Memang Milikku, Berakhir di Aku, dan Rumah dalam Ingatan membawa pemirsa mengikuti fluktuasi metode Kaluna melihat rumah dan perjalanan hidupnya.

Home Sweet Loan The MusicalHome Sweet Loan The Musical/ Foto: Dok. Visinema

Daya tarik dari pementasan juga terletak pada kondisi dan bahasa panggung yang dikemas secara apik dan bermakna. Koreografi karya El Haq Latief dan Nudiandra Sarasvati menerjemahkan ritme hayat Jakarta dan tekanan urban ke dalam gerak, termasuk melalui Tepuk Waras serta visualisasi pergerakan dalam Riuh Jakarta.

Contoh lain yaitu ketika Kaluna pergi dari rumahnya ke stasiun, tanpa tujuan yang pasti. Suasana malam menyelimuti dan waktu terasa melambat. Hanya satu sorot cahaya di sisi kanan panggung menjadi arah tujuan semua orang yang eksis di sana. Namun berbeda dengan Kaluna yang justru melawan arus, berjalan menuju kegelapan.

Adegan tersebut seolah mencerminkan kecamuk batin dan rasa kesendirian yang dialami Kaluna, tapi juga menjadi cara paling berani yang pernah diambilnya. Ia mesti meninggalkan tempat tinggalnya, di saat semua orang menjadikan rumah sebagai tujuan akhir yang memberi mereka naungan.

Kesatuan setiap elemen dalam pagelaran pun berhasil menemukan akibat di hati pemirsa yang terhanyut dalam cerita, sesuai dengan tujuan tim produksinya. “Perubahan ruang, koreografi, tata cahaya, musik, dan permainan para pemeran kami susun mengikuti ritme perjalanan Kaluna, dari kesehariannya yang penuh tekanan hingga momen ketika ia mulai melihat hidup dan pilihan-pilihannya dengan metode berbeda,” ucap Lisa Reideka selaku Sutradara Home Sweet Loan The Musical. “Bagi kami, setiap elemen di panggung memiliki peran untuk membawa pemirsa semakin dekat dengan perjalanan tersebut.”

Beauties, Anda nggak mau ketinggalan menyaksikannya? Tiket Home Sweet Loan The Musical statis tersedia di loket.com/homesweetloanthemusical. Enjoy!

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads