Hukum Menangis Saat Membaca Al-Qur'anKincai Media – Bagaimana norma menangis saat membaca Al-Qur’an? Membaca Al-Qur’an sembari menghayati makna yang terkandung di dalamnya sangat dianjurkan alias sunah. Terlebih lagi, jika membaca ayat-ayat Al-Qur’an yang berangkaian dengan cerita tentang balasan Allah, kemudian kita berduka dan menangis apakah kita termasuk golongan yang diazab oleh Allah alias tidak.
Hal ini sebagaimana sabda riwayat Sa’d bin Abi Waqash yang mendengar Rasulullah saw. bersabda:
إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ نَزَلَ بِحُزْنٍ، فَإِذَا قَرَأْتُمُوهُ فَابْكُوا، فَإِنْ لَمْ تَبْكُوا فَتَبَاكَوْا
Al-Qur’an itu turun dengan susah payah. Karena itu, ketika kalian membacanya, menangislah. Jika tak bisa menangis, maka berusahalah untuk menangis (HR Ibnu Majah).
Selain itu, Allah Swt. juga berfirman dalam Al-Qur’an:
وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا
Dan mereka menyungkur atas muka mereka sembari menangis dan mereka bertambah intens (QS Al-Isra: 109).
Membaca Al-Qur’an dengan emosi yang mendalam hingga menangis merupakan perihal yang dianjurkan dalam Islam. Menurut Imam al-Zamakhsyari dalam tafsirnya, al-Kasyaf, Al-Qur’an mempunyai kekuatan untuk menyentuh hati orang-orang beriman. Hati mereka menjadi lembut, dan mata mereka sering kali basah lantaran air mata. Ini menunjukkan sungguh dalamnya pengaruh Al-Qur’an bagi mereka yang memahami dan menghayati makna di kembali ayat-ayat suci.
Selain itu, Imam al-Nawawi dalam kitabnya, al-Tibyan fi Adab Hamalatil Qur’an, menjelaskan bahwa menangis saat membaca Al-Qur’an adalah tanda dari orang-orang yang mempunyai makrifat, alias pengetahuan mendalam tentang Allah. Ini juga merupakan karakter unik dari hamba-hamba Allah yang saleh. Menangis bukan hanya ekspresi emosional, tetapi juga bukti dari kedalaman ketaatan dan kesadaran bakal keagungan Allah.
Berdasarkan pandangan para ustadz tersebut, bagi kita yang membaca Al-Qur’an, sangat dianjurkan untuk berupaya memahami makna yang terkandung dalam setiap ayat. Pemahaman yang mendalam bakal makna ayat-ayat Al-Qur’an dapat membantu kita merasakan kekuatan spiritual yang terkandung di dalamnya.
Dengan demikian, emosi takut dan minta kepada Allah dapat tumbuh, sehingga mendorong kita untuk menangis sebagai ekspresi ketundukan dan penghormatan.
Menangis saat membaca Al-Qur’an juga merupakan corak refleksi diri terhadap dosa-dosa yang telah dilakukan. Ketika kita membaca ayat-ayat yang mengingatkan bakal siksa dan ancaman Allah, hati kita menjadi tersentuh, dan air mata pun mengalir. Ini adalah tanda bahwa hati kita tetap hidup dan bisa meresapi pesan Ilahi.
Oleh lantaran itu, menangis saat membaca Al-Qur’an bukanlah tanda kelemahan, melainkan bukti keagamaan dan kepekaan hati. Sebagai umat Islam, kita hendaknya berupaya untuk menghayati setiap ayat yang kita baca, agar Al-Qur’an dapat betul-betul menjadi petunjuk dalam kehidupan kita dan menuntun kita menuju kedekatan dengan Allah.
Demikian penjelasan norma menangis saat membaca Al-Qur’an. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam. [Baca juga: Tiga Kondisi Kalbu dalam Al-Qur’an]
English (US) ·
Indonesian (ID) ·