Kapan Anak Harus Bisa Melompat? Ketahui Perkembangan Sesuai Usia Bun

Jun 23, 2026 03:20 PM - 2 jam yang lalu 71

Setelah Si Kecil bisa melangkah untuk pertama itu, tak lama dia bakal berjalan, berlari, hingga melompat. Ya, menguasai keahlian motorik kasar itu merupakan bagian krusial dari perkembangan balita, Bunda.

Melompat adalah tonggak perkembangan motorik kasar yang sehat. Melompat lebih dari sekadar menyenangkan anak, ini menandakan langkah-langkah krusial dalam koordinasi, kekuatan otot, dan keahlian motorik balita secara keseluruhan.

Kapan balita belajar melompat? Dikutip dari What to Expect, sekitar usia dua tahun, Si Kecil bakal mulai melompat di tempat dan dia bakal terus berkembang dari situ. Di antara usia dua dan tiga tahun, balita bakal melompat lebih tinggi, melompat dari ketinggian kecil, dan melompat ke depan untuk mendarat dengan kedua kakinya sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Alasan anak kudu bisa melompat itu penting

Dikutip dari laman Therapies For Kids, ada beberapa argumen kenapa anak kudu bisa melompat:

  • Keseimbangan: Dengan melompat, mereka pertama kali menggunakan keseimbangan bergerak di mana mereka melakukan sejumlah lompatan berturut-turut dan kemudian belajar melompat dan berhenti.
  • Kekuatan otot: Melompat memerlukan semua otot kaki. Balita perlu menekuk dengkul mereka dan kemudian mendorong dengan jari-jari kaki mereka menggunakan otot paha dan bokong.
  • Kekuatan tulang: Tekanan ke bawah melalui tulang kaki membantu mereka tumbuh dan mengeras.
  • Perencanaan motorik: Melompat memerlukan perencanaan motorik yang berkelanjutan. Misalnya, gimana menilai jarak, gimana merencanakan kekuatan yang dibutuhkan untuk melompat dan mendarat, gimana merencanakan ke mana kudu melompat (ke atas, ke samping, ke depan), dan gimana melakukan lompatan dan berakhir dengan aman.
  • Kesehatan dan kebugaran: Aktivitas bentuk diperlukan untuk kesehatan dan melompat seringkali merupakan bagian besar dari kegiatan bentuk anak-anak sehari-hari.
  • Interaksi sosial: Melompat sering digunakan dalam permainan anak-anak dan jika seorang anak tidak bisa melompat, mereka mungkin tidak dilibatkan dalam permainan alias mungkin menghindari permainan tersebut.

Tonggak perkembangan melompat yang krusial bagi anak

Dilansir Children’s Physiotherapy & Occupational Therapy UK, melompat biasanya muncul sekitar usia dua tahun, meskipun rentang perkembangan yang tepat bervariasi dari anak ke anak. Beberapa mungkin mulai lebih awal, sementara yang lain sedikit lebih lambat.

Saat Bunda melacak pada usia berapa anak-anak melompat, ingatlah bahwa perkembangan motorik kasar melibatkan stabilitas batang tubuh, kekuatan kaki, dan koordinasi secara keseluruhan. Tanda-tanda anak melompat seringkali termasuk menekuk dengkul dan momen-momen singkat kegembiraan di udara.

Pada usia tiga tahun, banyak anak belajar melompat ke depan dan mungkin dengan percaya diri mengangkat kedua kaki dari tanah. Mengamati saat anak-anak melompat dapat mengungkapkan seberapa baik mereka mengkoordinasikan lengan, kaki, dan keseimbangan.

Cara membantu anak bisa melompat

Berikut langkah membantu balita untuk melompat:

  • Lakukan lompat-lompatan. Pegang tangan anak, berdiri di sampingnya di trotoar alias anak tangga rendah dan katakan, "Satu, dua, tiga, lompat!" lampau loncat bersama-sama. Tunggu sampai si mini berumur prasekolah untuk melompat ke atas tangga (dan apalagi saat itu, pastikan  mendukungnya).
  • Latih melompat seperti katak. Tunjukkan kepada anak langkah berjongkok dan mengangkat tangannya sembari melompat. Beberapa latihan style katak pada akhirnya bakal membantunya belajar melompat dalam posisi tegak.
  • Peragakan. Lihat apakah dia bisa meniru aktivitas melompat hewan. Cobalah kelinci (jari di kepalanya sebagai telinga), anak ayam (lengan dilipat rapat, seperti sayap) alias kanguru (minta dia memegang boneka di dekat perutnya seperti kantung induk kanguru).
  • Bantu anak. Mintalah dia bersandar pada Bunda saat mencoba melompat untuk pertama kalinya. Seiring keahlian melompat anak  meningkat, mintalah dia untuk merentangkan lengannya ke samping alias meletakkan tangannya di pinggul saat melompat. Gerakan-gerakan ini membantu keseimbangan.

Tanda anak tetap kesusahan melompat dan perlu ke dokter

Sekitar usia 2,5 tahun, jika anak terus menunjukkan kesulitan dalam melompat dan menunjukkan salah satu dari perihal berikut, sebaiknya bawa dia ke master dan fisioterapis dapat memeriksa keselarasan, kekuatan, dan keseimbangannya, serta memberikan latihan penguatan sesuai kebutuhan.

  • Lompatan asimetris: Anak yang berkembang normal tidak menunjukkan preferensi sisi hingga usia prasekolah. Jika Bunda memperhatikan anak selalu mendorong dan mendarat dengan satu sisi, tampak menyeret satu sisi alias menahannya dengan kaku, alias jika satu sisi nyaris tidak berperan-serta dalam memulai lompatan, sebaiknya sebutkan perihal ini kepada master pada pemeriksaan 24 bulan.
  • Tidak berkekuatan saat mendorong badannya untuk melompat: Jika anak bersiap untuk melompat dengan melakukan jongkok tetapi kemudian kakinya nyaris tidak terangkat dari lantai, otot kakinya mungkin belum cukup kuat untuk sepenuhnya mendorong berat badannya ke depan alias ke atas. Atau, dia mungkin tidak tahu langkah terbaik untuk mengkoordinasikan awal dan akhir kegiatan tersebut
  • Sering jatuh: Jika dia terjatuh ke lantai alias jika lututnya menekuk setiap kali dia mendarat dari lompatan, alias jika dia jatuh dengan sengaja saat mencoba melompat, anak  mungkin menunjukkan bahwa tubuhnya belum siap untuk tonggak perkembangan ini.

Dapat dipahami bahwa fase melompat pada anak berumur 2-3 tahun sangat krusial untuk melatih keahlian dasar motoriknya ya, Bunda. Saat anak melompat dapat melatih keseimbangan, kordinasi, dan keahlian motoriknya. Semoga informasinya membantu!

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Selengkapnya