Kapan Anak Mulai Bisa Berlari? Ketahui Perkembangannya Yuk Bunda

Jun 24, 2026 08:50 PM - 2 jam yang lalu 43

Jakarta -

Stimulasi perkembangan anak begitu banyak aspek yang perlu diperhatikan. Hal ini tak terkecuali keahlian motorik kasar yang merupakan dasar dari kemandirian bentuk Si Kecil.

Keterampilan ini melibatkan otot-otot besar di lengan, kaki, dan badan yang memungkinkan anak untuk melakukan aktivitas seluruh tubuh seperti berlari. Bicara tentang berlari, itu merupakan salah satu tonggak perkembangan krusial bagi anak pada lima tahun pertamanya.

Menurut kitab Kesehatan Ibu dan Anak dari Kementerian Kesehatan RI, anak-anak mulai bisa berlari dari usia 18 hingga 24 bulan. Kemampuan berlari mereka semakin bertambah hingga usia mereka 5 - 6 tahun. Seperti diketahui berlari berfaedah bagi tubuh anak yang sedang tumbuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Manfaat lari untuk tumbuh kembang anak

Berikut beberapa faedah lari untuk tumbuh kembang anak seperti dikutip dari beragam sumber:

Berlari meningkatkan daya tahan

American Heart Association merekomendasikan bahwa pada usia 2 tahun anak-anak kudu berperan-serta dalam setidaknya 60 menit kegiatan bentuk intensitas sedang yang menyenangkan setiap hari.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa pada usia 5 tahun, 60 menit tersebut juga kudu mencakup kegiatan yang lebih berat. Balita memerlukan daya tahan untuk mengikuti pedoman tersebut dan berlari adalah langkah yang pasti untuk membangunnya.

Berlari memperkuat tulang dan otot

Tulang berkembang dan mengeras sebagai respons terhadap tekanan. Dalam perihal ini "tekanan" adalah perihal yang baik; ketika anak-anak berlari, mereka memberikan tekanan yang berbobot pada tulang mereka, membantu mereka tumbuh dan menjadi kuat. Berlari juga memperkuat otot yang sangat krusial untuk semua aktivitas motorik kasar.

Berlari meningkatkan perencanaan motorik

Perencanaan motorik memungkinkan kita untuk menavigasi lingkungan kita dengan aman. Berlari mempertajam keahlian ini lantaran mengharuskan anak-anak untuk dengan sigap merencanakan aktivitas motorik untuk menghindari cedera.

Semakin sering Si Kecil berlari, semakin baik kemampuannya dalam menilai dan beradaptasi dengan beragam lingkungan dan medan.

Berlari mengajarkan kontrol dan pengaturan gerakan

Berlari mengajarkan anak-anak untuk mengontrol dan mengatur aktivitas mereka. Misalnya, seorang anak belajar berlari dengan intensitas yang lebih rendah ketika dia berlari untuk memeluk adik kandungnya daripada ketika dia berlari ke pelukan orang tuanya.

Berlari mendukung perkembangan sosial

Anak-anak mini suka berlari, dan mereka memasukkannya ke dalam permainan bebas mereka. Baik itu saling mengejar, berlomba, alias bermain, berlari memotivasi anak-anak untuk berinteraksi satu sama lain. Di antara keahlian sosial lainnya, bermain lari mengajarkan navigasi dinamika kelompok, negosiasi, dan bergiliran.

Kapan anak mulai bisa berlari?

Pada usia 18 bulan, balita mungkin dapat mencapai kecepatan tertentu saat dia mulai berjalan. Tetapi berlari bakal memerlukan seluruh konsentrasinya. Ia hanya bakal bisa berlari dalam garis lurus, dan tidak bakal bisa berlari mengelilingi rintangan yang menghalangi jalannya.

Pada usia dua tahun, anak mungkin sudah terbiasa berlari menghindari benda-benda di jalannya. Dan pada usia dua separuh tahun, mereka mungkin sudah bisa berlari dengan baik, jadi Bunda perlu mengawasinya. Mereka mungkin bakal menunjukkan keahlian barunya dengan berlari menjauh dari kawan bermainnya.

Tonggak perkembangan anak bisa berlari

Pada usia 2-3 tahun, balita semestinya sudah bisa berlari dengan baik dalam garis lurus. Pola larinya mungkin tetap terlihat sedikit lebar, tetapi mereka semestinya terlihat seperti sedang berlari dan bukan melangkah cepat.

Pada usia ini, mereka bakal melakukan hal-hal seperti berlari untuk mengejar Bunda alias berlari menjauh dari Bunda dan berlari untuk melompat dari sesuatu. Namun, mereka bakal kesulitan berhenti, mengubah arah, dan berlari di permukaan yang berbeda. Mereka tetap bakal terlihat goyah dan sering terjatuh.

Keterampilan yang dibutuhkan sebelum belajar berlari

Ingatlah bahwa Si Kecil baru saja mulai berjalan, Bunda. Jadi Bunda perlu memastikan mereka mahir dalam semua komponen melangkah dan mempunyai kaki mini yang kuat. Berikut adalah keahlian yang kudu dikuasai anak sebelum mereka bisa berlari:

  • Menaiki tangga, satu kaki per anak tangga, dengan satu tangan dipegang oleh orang dewasa. Hal ini mengajarkan pergeseran berat badan yang dibutuhkan untuk berdiri dengan satu kaki saat berlari.
  • Melompat dengan 2 kaki. Hal ini memastikan mereka mempunyai otot paha dan betis yang kuat.
  • Berjalan mundur, mengajarkan keseimbangan saat berjalan, membantu mereka belajar berakhir dan mulai serta mengubah arah.
  • Berjalan ke arah bola untuk menendangnya, bagus untuk keseimbangan dan koordinasi.
  • Berjalan di atas rumput, kerikil, alias tanjakan. Hal ini membantu mereka belajar menyesuaikan posisi kaki dan belajar keseimbangan dinamis.

Cara stimulasi anak untuk berlari

Meskipun Bunda tidak boleh memaksa anak untuk melakukan sesuatu sebelum mereka siap secara fisik, Bunda dapat mendorong mereka untuk melatih keahlian berlari mereka dengan beberapa cara:

  • Ciptakan lingkungan yang kondusif bagi balita Bunda untuk menjelajah dan bergerak.
  • Jaga agar jalan mereka tetap bersih. Akan lebih susah untuk berlari jika ada mainan, dinding, alias lampau lintas pejalan kaki yang menghalangi.
  • Pastikan balita Bunda mempunyai sepatu yang kokoh. Sepatu yang terlalu besar, terlalu kecil, alias terlalu tidak nyaman dapat menyulitkan mereka untuk berlari.
  • Ajak mereka ke tempat-tempat menarik yang membangkitkan rasa mau tahu mereka. Perosotan di kejauhan mungkin bakal mendorong mereka untuk berlari.
  • Bermainlah berbareng mereka. Permainan seperti Monkey in the Middle, tag, alias petak umpet adalah langkah yang bagus untuk mendorong mereka berlari.

Dikutip dari pedoman American Academy of Pediatrics, meskipun semua langkah ini efektif, langkah terbaik untuk mendorong mereka berlari adalah melalui permainan yang tidak terstruktur seperti pretend play, bermain tanah dan batu di taman, dan lainnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)

Selengkapnya