Kapten Timnas RI Disebut Lebih Cocok Makan Nasi Dibanding Menu Lain, Kok Bisa? Ini Kata Dokter

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 2 menit 36x dilihat
Kapten Timnas RI Disebut Lebih Cocok Makan Nasi Dibanding Menu Lain, Kok Bisa? Ini Kata Dokter

Bagikan Postingan

Jakarta -

Pilihan makanan atlet sepak bola menjadi salah satu aspek krusial yang dapat memengaruhi stamina dan performa saat bertanding di lapangan hijau. Menariknya, kapten Timnas Indonesia Kevin Diks mengaku lebih cocok mengonsumsi nasi dibandingkan menu lainnya, Bunda.

Kevin Diks lebih memilih nasi sebagai sumber karbohidrat dibandingkan pasta. Menurutnya, nasi menjadi sumber karbohidrat paling maksimal yang dapat dicerna oleh tubuhnya sebelum bertanding.

"Dengan coach diet kami berbuat banyak tes seperti minum suplemen, juga asupan makanan. Apa yang bisa aku makan dan yang tidak untuk malam hari," kata Kevin Diks, dalam podcast berbareng YouTuber Yussa Nugraha.


"Sebelum pertandingan aku tidak makan tepung seperti pasta. Aku pernah tes dengan coach diet. Hasilnya memberitahu aku mesti makan sedekat mungkin dengan makanan asal usul ku, seperti nasi. Tubuhku menerima itu paling baik," sambungnya.

Pilihan Kevin Diks makan nasi dibandingkan sumber karbohidrat lain memang bisa dipengaruhi aspek genetik, Bunda. Menurut tabib ahli gizi klinik, dr. Igus Ulfa Yaze, SpGK, kondisi pada Kevin Diks bisa dikaitkan dengan pendekatan nutrigenomik, yaitu sepertiapa nutrisi maupun makanan memengaruhi fluktuasi dan ekspresi gen seseorang.

"Ini ranah utama nutrigenomik, ilmu yang melihat sepertiapa ragam genetik memengaruhi respons tubuh terhadap zat gizi," kata Yaze saat dihubungi detikcom, Selasa (13/10/26).

"Lingkungan tempat tumbuh bisa saja di Eropa, tapi 'buku manual' biologisnya statis diwarisi dari DNA orang tua (Maluku)."

Menurut Yaze, salah satu contoh berhubungan dengan genetik ini adalah ragam jumlah duplikat gen AMY1, yang menghasilkan enzim amilase air liur dan profil genetik metabolisme glukosa lainnya.

Populasi dengan leluhur yang mengonsumsi pati, seperti beras sering, punya adaptasi genetik yang berbeda dalam memecah glukosa dibanding populasi yang beradaptasi dengan makanan gandum, Bunda.

Lantas, apa kata ahli mengenai aspek genetik yang membikin seseorang memiliki kecocokan makanan tertentu?

TERUSKAN MEMBACA DI SINI.

(ank/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads