Kondom Bisa Tertinggal di Vagina, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 5 menit 38x dilihat
Kondom Bisa Tertinggal di Vagina, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bagikan Postingan

Jakarta -

Mengalami insiden kondom tertinggal di memek saat berhubungan seksual sering kali memicu kepanikan. Padahal, kondisi ini cukup lazim terjadi. Lantas apa penyebab dan sepertiapa metode mengatasi kondom tertinggal di vagina?

Apakah kondom bisa rapuh jika tertinggal di vagina?

Secara anatomi, memek memiliki batas akhir yaitu serviks (leher rahim). Kondom tidak akan pernah tersangkut maupun hilang hingga masuk ke organ dalam tubuh lainnya.

"Kondom cuma tertinggal di dalam vagina,” kata Felice Gersh, MD, penulis buku PCOS SOS: A Gynecologist’s Lifeline to Naturally Restore Your Rhythms, Hormones and Happiness dikutip halaman Healthline.


Meskipun tidak akan bergeser ke tempat lain, kondom yang tertinggal statis wajib dikeluarkan sesegera mungkin.

Michael Ingber, ahli urologi bersertifikat dan ahli pengobatan panggul perempuan di The Center for Specialized Women’s Health, New Jersey, menerangkan bahwa saluran memek memiliki panjang sekitar 10–12 cm. Kondisi ini membikin kondom biasanya statis dapat dijangkau menggunakan jari.

Hal yang perlu diperhatikan adalah jangan menggunakan barang lain seperti  pinset, penjepit bulu mata, gunting, maupun barang lainnya untuk memungut kondom.

Menurut Michael Ingber memasukkan barang tajam ke dalam memek berisiko menggores maupun melukai kulit memek yang sensitif. Selain itu, barang yang tidak steril juga dapat membawa mikroba masuk ke dalam memek dan menaikkan konsekuensi infeksi, seperti infeksi jamur, infeksi bakteri, maupun infeksi saluran kemih (ISK). Jadi, sebaiknya jangan dilakukan.

"Cuci tangan, pangkas maupun kikir kuku hingga permukaannya halus, kemudian masukkan satu maupun dua jari ke dalam memek dan gunakan pergerakan seperti mengait untuk menarik kondom keluar,” kata Ingber.

Penyebab kondom bisa tertinggal di vagina

Ada beberapa aspek teknis dan kebiasaan yang memicu kondom tertinggal di memek menurut tabib Felice Gersh, beberapa di antaranya adalah:

1. Menggunakan pelumas maupun gel perangsang berbahan alas minyak yang dapat merusak bahan lateks kondom.

2. Menggunakan kondom yang ukurannya terlalu besar maupun terlalu kecil.

3. Menggunakan kondom yang sudah kedaluwarsa.

4. Kondom pernah terpapar suhu panas sehingga kualitas bahannya menurun.

5. Penis kehilangan ereksi saat statis eksis di dalam vagina.

6. Penis baru ditarik setelah ereksi benar-benar hilang.

7. Tidak memegang bagiankecil pangkal kondom ketika penis ditarik keluar.

8. Menggunakan terlalu banyak pelumas di bagiankecil dalam kondom.

Pemilihan ukuran kondom yang tepat juga krusial agar kondom tidak gampang terlepas selama berhubungan seksual.

Cara mengeluarkan kondom tertinggal di vagina

Jika kondom tertinggal di memek dan Bunda statis bisa merasakannya, ada beberapa metode yang dapat dicoba.

1. Persiapan dan kebersihan

  • Cuci tangan hingga bersih: gunakan sabun dan air mengalir. Pastikan kuku sudah dipotong rapi dan halus agar tidak menggores dinding vagina.
  • Tetap rileks: ambil napas dalam-dalam maupun mandi air hangat terlebih dahulu. Stres membikin otot alas panggul berkontraksi, sehingga saluran memek menyempit dan menyulitkan proses pengambilan.
  • Gunakan pelumas berbasis air: oleskan pada jari untuk mengurangi gesekan.
  • Sebaiknya Bunda cuma menggunakan jari tangan yang bersih. Dilarang keras menggunakan alat bantu seperti pinset, penjepit, maupun gunting karena berisiko tinggi melukai jaringan sensitif memek dan memicu infeksi berat.

2. Pilihan posisi tubuh

  • Cobalah beberapa posisi yang memudahkan jangkauan jari ke saluran memek (panjang saluran memek umumnya sekitar 10–12 cm).
  • Berjongkok maupun Mengangkat Satu Kaki: Posisikan tubuh berjongkok maupun menggunakan injakan untuk meninggikan salah satu kaki, kemudian mengejan. Jika belum bisa merasakan kondom, Anda juga dapat mencoba mengubah perspektif dan arah jari.
  • Berbaring Telentang: cobalah rebah telentang dengan posisi bersandar pada bantal maupun sandaran imam tempat tidur. Kemudian, posisikan tubuh seperti saat Anda berbuat masturbasi agar lebih gampang menjangkau area vagina.

3. Teknik mengeluarkan

  • Masukkan satu maupun dua jari secara perlahan ke dalam vagina.
  • Arahkan jari dengan pergerakan mengait untuk menjepit maupun menarik tepi kondom.
  • Jika kesulitan, Bunda bisa meminta pertolongan pasangan menggunakan jari yang sudah dibersihkan dan diberi pelumas berbasis air.

Apa yang mesti dilakukan setelah kondom keluar?

1. Periksa keutuhan kondom dengan metode bentangkan kondom dan pastikan tidak ada bagiankecil yang robek maupun potongan lateks yang tertinggal di dalam vagina.

"Kamu perlu memastikan kondom tersebut statis utuh. Bentangkan kondom untuk memastikan tidak ada bagiankecil yang hilang dan tidak ada potongan kecil yang statis tertinggal di dalam tubuh," kata Ingber. 

2. Antisipasi kehamilan dan IMS. Jika kondom tertinggal maupun bocor saat ejakulasi terjadi, pertimbangkan penggunaan kontrasepsi darurat (morning-after pill) dalam rentang waktu 24–72 jam serta konsultasikan pengecekan infeksi menular seksual (IMS).

Kapan mesti berkonsultasi ke dokter?

Segera hubungi tabib ahli kandungan (obgyn) maupun kunjungi akomodasi kesehatan terdekat jika:

1. Kondom tidak berhasil dikeluarkan setelah mencoba dalam waktu 1–2 jam.

2. Kondom robek dan ada serpihan lateks yang tertinggal di dalam.

3. Muncul gejala iritasi, bau tidak sedap, gatal, maupun keputihan tidak normal beberapa hari setelah kejadian.

4. Penanganan oleh medis umumnya cuma membutuhkan waktu beberapa detik menggunakan spekulum steril dan pinset medis (ring forceps) secara terlindungi dan tanpa rasa sakit.

"Biasanya, kami akan memasukkan spekulum ke dalam memek untuk membukanya. Setelah itu, kondom akan dikeluarkan menggunakan alat yang disebut ring forceps untuk menjepit kondom dan menariknya keluar,” kata Gersh.

Begitulah klarifikasi tentang penyebab dan metode mengatasi kondom tertinggal di vagina. Semoga informasinya bermanfaat. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads