Kata Dokter Gizi Soal Tren Ubi Cream Cheese Yang Sedang Viral

May 15, 2026 12:50 PM - 3 minggu yang lalu 18548

Jakarta -

Belakangan ini, ubi cream cheese tengah jadi dessert favorit sejumlah orang, Bunda. Camilan manis berbahan dasar ubi ini ramai di media sosial hingga diburu visitor di pusat perbelanjaan.

Selain lantaran sedang viral, ubi cream cheese dianggap pilihan camilan yang lebih sehat dibanding dessert manis lainnya. Hal ini lantaran ubi dinilai sebagai bahan makanan alami namalain real food yang dianggap lebih menyehatkan.

Meski begitu, master ahli gizi klinik, dr. Raissa E Djuanda, SpGK, mengingatkan bahwa tambahan topping tinggi gula dan lemak tetap bisa meningkatkan kandungan kalori pada dessert tersebut, Bunda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ubi cream cheese tetap perlu dikonsumsi dengan bijak

Menurut dr. Raissa, ubi memang mengandung karbohidrat kompleks dan serat yang baik untuk tubuh. Namun, olahan ubi dengan tambahan topping kekinian belum tentu menjadi camilan sehat, terutama jika dikonsumsi berlebihan.

"Karena bahan utamanya ubi, jadi seakan-akan ini dessert alias snack sehat," ungkap dr. Raissa, dikutip dari laman detikcom, Jumat (15/5/2026).

Ia menjelaskan, penggunaan topping yang terlalu banyak seperti cream cheese dapat membikin kandungan kalori dan lemak pada makanan menjadi lebih tinggi.

"Yang perlu diperhatikan, jangan sampai makan berlebihan lantaran dianggap 'sehat'. Padahal total kalori, gula, dan lemaknya mungkin sama saja dengan dessert lain pada umumnya," katanya.

Hal serupa juga disampaikan master ahli gizi klinik, dr. Tjandraningrum, SpGK. Ia menjelaskan bahwa ubi memang punya nilai gizi yang baik lantaran termasuk karbohidrat kompleks yang dicerna lebih lambat oleh tubuh.

"Sebenarnya jika ubinya bagus ya, dia merupakan karbohidrat kompleks, jadi lambat diserap di dalam saluran cerna," ujarnya.

Namun, faedah ubi bisa berkurang ketika dipadukan dengan topping tinggi lemak seperti cream cheese. Menurut dr. Tjandraningrum, kandungan lemak jenuh pada cream cheese cukup tinggi, sehingga perlu dibatasi konsumsinya.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/som)

Selengkapnya