Ingin langgeng sampai tua berbareng suami? Yuk sering ucapkan beberapa kalimat di bawah ini, Bunda.
Hubungan yang sehat tidak selalu berfaedah bebas konflik. Justru pasangan yang bisa memperkuat lama biasanya mereka yang tahu langkah berkomunikasi dengan baik, termasuk saat menghadapi masalah alias emosi yang tidak nyaman.
Para terapis hubungan menilai, komunikasi yang jujur dan penuh empati menjadi salah satu pondasi utama agar hubungan tetap harmonis. Sejumlah psikolog dan peneliti hubungan mengungkapkan bahwa pasangan yang langgeng umumnya mempunyai kebiasaan mengucapkan kalimat-kalimat tertentu kepada satu sama lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalimat tersebut bukan hanya sekadar ungkapan romantis, tapi juga corak penghargaan, keterbukaan, hingga upaya mencari solusi bersama. Psikolog sekaligus pendiri Growing Self Counseling & Coaching, Lisa Marie Bobby, mengatakan bahwa komunikasi yang jelas dan penuh rasa hormat bakal membikin kedua pihak merasa lebih nyaman dalam hubungan.
Menurutnya, emosi yang tidak menyenangkan sekalipun tetap perlu disampaikan dengan langkah yang sehat. Hal ini senada dengan Amy Morin, seorang psikoterapis sekaligus penulis kitab 13 Things Mentally Strong Couples Don’t Do.
“Jika Anda dan pasangan secara teratur menggunakan frasa-frasa ini, itu pertanda bahwa Anda sudah menjadi pasangan yang kuat secara mental,” ucap Amy, dikutip dari CNBC International..
Ucapan yang bikin hubungan sehat dan langgeng
Berikut deretan kalimat yang sering diucapkan pasangan dengan hubungan sehat menurut para master hubungan
1. “Aku mau mengatakan sesuatu yang mungkin sedikit tidak nyaman didengar”
Pasangan yang sehat tidak memilih memendam masalah demi menghindari konflik. Mereka justru berupaya menyampaikan emosi dengan jujur, meski topiknya sensitif.
Kalimat pembuka seperti ini dinilai bisa menunjukkan empati lantaran pasangan sudah memberi sinyal bahwa pembicaraan mungkin bakal terasa berat. Misalnya saja, saat merasa tidak nyaman lantaran privasi hubungan dibicarakan kepada orang lain.
Psikoterapis Amy Morin menyebut kejujuran dan keahlian mengakui kebutuhan diri sendiri dapat memperkuat hubungan dalam jangka panjang.
“Mengakui kesalahanmu dan jujur tentang kebutuhanmu dapat membantu kalian tumbuh lebih kuat bersama,” kata Morin.
2. “Aku butuh dukunganmu sekarang”
Setiap orang pasti pernah merasa kewalahan oleh emosi. Dalam hubungan sehat, pasangan tidak malu untuk meminta support secara langsung. Permintaan sederhana seperti “Boleh peluk aku?” alias “Aku butuh dukunganmu sekarang” dianggap sebagai corak keterbukaan emosional.
Hal ini membantu pasangan memahami bahwa seseorang sedang berada dalam kondisi rentan dan memerlukan ketenangan. Peneliti hubungan terkenal, John Gottman dan Julie Gottman, juga menemukan bahwa pasangan yang bisa menunjukkan kerentanan secara sehat condong mempunyai hubungan lebih kuat dan tahan lama.
3. “Yuk cari solusi bersama”
Pasangan yang selaras tidak memandang masalah sebagai beban satu pihak saja. Mereka condong menghadapi tantangan sebagai tim.
Kalimat ini menunjukkan bahwa seseorang tidak sekadar mendengarkan, tapi juga mau terlibat membantu pasangan menemukan jalan keluar terbaik. Bahkan ketika masalah sebenarnya berasal dari pekerjaan, keluarga, alias lingkungan luar hubungan.
4. “Aku punya permintaan”
Bagi banyak orang, menyampaikan kebutuhan terkadang terasa susah lantaran takut dianggap menuntut. Padahal pasangan sehat justru terbiasa mengutarakan permintaan secara jelas dan sopan.
Lisa Marie Bobby menjelaskan bahwa kalimat ini memberi tanda bahwa pembicaraan yang bakal disampaikan berkarakter krusial dan perlu diperhatikan. Setelah itu, pasangan dianjurkan menjelaskan argumen di kembali permintaannya dan tetap membuka ruang diskusi.
Sebagai contoh, Bunda bisa meminta suami menyalakan mesin pencuci piring setelah digunakan agar pekerjaan rumah bisa lebih ringan keesokan harinya.
"Jika Anda mengatakannya dengan baik, itu memberi tahu pasangan bahwa Anda bakal mengatakan sesuatu yang serius, penting, dan dapat ditindaklanjuti,” kata Bobby.
5. “Sayang, saya mau bilang soal pendapatku nih....”
Kalimat ini mungkin terdengar unik, tapi dinilai efektif untuk menghindari pasangan merasa disalahkan. Terapis sekaligus penulis kitab Sovereign Love, Dene Logan, mengatakan bahwa ungkapan tersebut membantu seseorang mengambil tanggung jawab atas pikirannya sendiri.
Misalnya saja, dibanding langsung berbicara “Kamu selalu menganggap saya tidak cukup baik,” seseorang bisa mengatakan, “Menurutku nih, saya merasa apa yang kulakukan belum pernah cukup buatmu.” Dengan langkah ini, percakapan menjadi lebih terbuka tanpa memicu sikap defensif.
6. “Bisa ceritakan lebih jauh tentang perasaanmu?”
Pasangan sering kali merasa sudah saling memahami sepenuhnya, padahal setiap orang mempunyai pengalaman hidup dan luka emosional yang berbeda. Kalimat ini membantu pasangan menggali argumen di kembali emosi yang muncul.
Menurut Logan, memahami konteks masa lampau pasangan bisa memperdalam kedekatan emosional dan membangun rasa kondusif dalam hubungan. Contohnya, seseorang mungkin merasa tersinggung lantaran kritik pasangannya mengingatkannya pada pengalaman masa mini yang menyakitkan.
7. “Yuk pertimbangan hubungan kita”
Profesor ilmu jiwa dari Pepperdine University, Thema Bryant, menyarankan pasangan untuk rutin melakukan refleksi hubungan. Evaluasi ini bisa dilakukan di akhir tahun alias kapan saja ketika dibutuhkan.
Pasangan dapat membicarakan momen yang sukses dilewati bersama, hal-hal yang membantu hubungan berkembang hingga luka yang mungkin belum sempat dibahas. Beberapa pertanyaan yang bisa diajukan, antara lain:
- "Hal apa yang paling sukses kita lewati berbareng tahun ini?"
- "Apa yang membuatmu berkembang selama berbareng aku?"
- "Adakah perkataan alias sikapku yang tetap menyakitimu?"
- "Apa harapanmu untuk hubungan kita ke depan?"
Melalui percakapan seperti ini, Bunda dan Ayah dapat membangun komunikasi yang lebih sehat sekaligus memperkuat hubungan pernikahan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·